Untuk menghadapi tantangan yang ada dalam akses kesehatan, transgender sekali lagi menarik banyak sekali perhatian. Kaum transgender sekarang bisa mengawetkan kesuburan mereka sebelum memulai terapi hormon atau operasi ganti kelamin. Di Inggris, belasan "perempuan transgender" (mereka yang lahir sebagai pria tetapi ingin menjadi wanita) muda dilaporkan mengawetkan sperma mereka di National Health Service (NHS) clinic sehingga mereka bisa membangun satu keluarga bahagia di masa depan.

Disforia jenis kelamin

Disforia jenis kelamin merupakan kondisi medis dimana seseorang mengalami ketidaknyamanan atau stres disebabkan tidak sesuainya jenis kelamin dan identitas mereka. Kondisi ini disamakan dengan istilah lain seperti transgenderisme, gangguan identitas kelamin (GID) atau ketidaksesuaian jenis kelamin.

Jenis terapi yang ada sangat bervariasi pada orang-orang penderita disforia jenis kelamin. Pada beberapa orang, konsultasi dan kelompok pendukung sudah cukup. Yang lainnya mungkin akan lebih memilih untuk melakukan lebih banyak terapi ekstensif seperti terapi hormon pada kaum transgender untuk menurunkan kesuburan yang bisa menyebabkan kemungkinan memiliki anak biologis. Lain daripada itu, klinik NHS menawarkan pilihan sperma atau telur beku sebelum terapi hormon sehingga memberikan harapan bagi kaum transgender yang berharap ingin memiliki anak setelah mengganti kelamin.

Mengawetkan kesuburan: Biaya yang mahal dan penyusutan dana

Menurut Mail Online, terapi kesuburan pada remaja transgender di NHS clinic dipercaya ditawarkan dengan harga ratusan ribu pounds. Gambaran ini diperkirakan bisa meningkatkan kesadaran publik pada disforia kelamin yang terus meningkat. Satu siklus pembekuan telur dihargai GBP400. Selain itu, akan dibutuhkan biaya tambahan GBP300 per tahun untuk menyimpan telur atau sperma agar bisa tetap dibekukan sehingga mereka bisa menggunakannya di waktu lain.

Tingginya biaya disebabkan karena terbatasnya terapi transgender pada anak remaja di Inggris, khususnya karena mencakup uang para pembayar pajak. Mantan kepala komite etik untuk Human Fertilization and Embryology Authority, Bishop Michael Nazil-Ali mengomentari bahwa NHS perlu berfokus pada pengobatan orang yang sakit dan bukan "untuk membantu berbagai harapan orang mengenai apa yang ingin mereka lakukan dengan badan atau masa depan mereka." Ada juga kekhawatiran mengenai kurangnya pembiayaan bagi tenaga kesehatan lain seperti dokter bedah katarak dan operasi pengganti tulang panggul yang dianggap lebih penting.

Hak untuk memulai satu keluarga bahagia

Di samping kontroversi mengenai masalah ini, Profesor Gary Butler, kepala dokter untuk pelayanan NHS untuk para anak muda transgender di Inggris, menegaskan panduan nasional mengenai transgender harus dikeluarkan untuk membuat terapi kesuburan menjadi lebih mudah diakses oleh kaum transgender.

"Jika mereka ingin menjadi orang tua dan membangun sebuah keluarga, maka sekarang sudah ada ilmu pengetahuan dan pengobatan yang bisa mendukungnya. Ini merupakan hak semua orang," tambahnya.

Belasan pasien Profesor Gary yang berencana melakukan operasi perubahan jenis kelamin memutuskan agar sperma mereka bisa disimpan sebelumnya. Mereka mulai mendapat terapi di Gender Identity Development (GID) NHS clinic di London’s University College Hospital setelah melakukan pemeriksaan psikologis intensif. MIMS

Bacaan lain:
Tantangan memberi terapi ke pasien transgender
Bayi dengan 'tiga orangtua' membuktikan kontroversi ilmu pengetahuan dapat melawan infertilitas
Permintaan kompensasi IVF yang diajukan seorang wanita Singapura ditolak oleh pengadilan

Sumber:
http://www.nhs.uk/Conditions/Gender-dysphoria/Pages/Introduction.aspx
http://www.telegraph.co.uk/news/2017/10/01/nhs-clinics-freezing-sperm-eggs-teens-ahead-sex-change-surgery/
http://www.mirror.co.uk/news/uk-news/transgender-children-as-young-12-11269342
http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-4937288/NHS-saves-sperm-transgender-teenagers.html