Perawat di Kenya melakukan mogok kerja, tidak datang ke rumah sakit dan tidak melakukan kewajiban mereka demi mendapat perhatian pemerintah.

Di hari ketiga, mogok dilakukan karena persetujuan permintaan bersama (CBA) tidak disetujui pada waktunya. Keterlambatan ini menyebabkan tertundanya implementasi kenaikan gaji sebesar 12,5%, sebagaimana yang tercatat dalam persetujuan.

Meskipun demikian, perawat tidak bisa disalahkan karena aksi mogok ini. "Aksi mogok kerja merupakan sesuatu yang boleh dilakukan. Kami memiliki persetujuan tertulis dengan mereka dan persetujuan kembali-bekerja sudah ditandatangani pada 14 Desember."

"Dan kami setuju jika CBA tidak dinegosiasikan dan ditandatangani pada 2 Maret, perawat akan melakukan mogok kerja," kata Maurice Opetu, sekretaris umum Ikatan Perawat Kenya (KNUN).

Dibayar dengan harga tinggi

Mogok kerja untuk gaji yang lebih baik dan promosi karir pertama kali dilakukan pada Desember, yang bertepatan dengan mogok kerja dokter yang berlangsung 100 hari dan berakhir hanya saat ada persetujuan kembali-bekerja. Persetujuan kembali-bekerja perawat bisa diperoleh jika 47 anggota pemerintahan menandatangani persetujuan yang diminta dan kemudian menandatangani CBA dengan KNUN dalam waktu 50 hari.

Alasan CBA harus ditandatangani anggota pemerintahan (CoG) adalah karena jika diimplementasikan, pemerintah akan kehilangan pajak USD388 juta setiap tahun. CoG akan menyetujui dan menandatangani jika Komisi Gaji dan Remunerasi (SRC) setuju dengan anggaran tambahan.

Pasien ditelantarkan

Perawat siap kembali bekerja, hanya jika CBA sudah ditandatangani dan permintaan mereka dipenuhi. Kenya memiliki lebih dari 54.000 perawat komunitas, dan mengisi lebih dari setengah jumlah tenaga kesehatan di Kenya. Kasarnya 45.000 perawat terdaftar dalam KNUN. Karena jumlahnya yang besar, komunitas kesehatan menjadi kesulitan dengan aksi mogok ini.

Di Rumah Sakit Umum Mombasa, aksi mogok menyebabkan enam pasien meninggal dunia; tiga kasus terjadi di departemen gawat darurat dan tiga lainnya terjadi di bangsal.

Di samping itu, pasien baru yang meminta bantuan medis terpaksa harus ditolak dan diminta untuk mencari rumah sakit swasta karena hanya dokter yang merawat pasien dan mereka hanya berfokus pada kasus sangat kritis. Operasi di bangsal kehamilan juga harus dihentikan.

Aksi mogok ini terus menyebabkan pemerintah kewalahan, terutama saat menjelang pemilihan umum di bulan Agustus nanti. MIMS

Bacaan lain:

"Hanya seorang perawat": Catatan hati dunia keperawatan yang sering tidak dihargai
Bagaimana perawat bisa memanfaatkan teknologi untuk memajukan kualitas perawatan untuk pasien
Perawat introvert: Alasan mengapa Anda dilahirkan untuk menjadi seorang perawat

Sumber:
https://www.standardmedia.co.ke/health/article/2001242451/patients-turned-away-as-nurses-strikes-bites
http://www.africanews.com/2017/06/07/six-patients-die-as-kenyan-nurses-go-on-strike-over-salary-dispute/
http://www.businessdailyafrica.com/news/Six-dead-as-nurses-strike-hits-hospitals/539546-3958842-2a7fp3z/
http://www.the-star.co.ke/news/2017/06/07/patients-continue-to-suffer-as-nurses-strike-enters-day-two_c1575225