Perawat merupakan anggota penting dalam sistem kesehatan tetapi seiring dengan semakin meningkatkan jumlah pasien sekarang, perawat memainkan peran lebih besar untuk efisiensi perawatan.

Injeksi IVT di tangan perawat

Seorang pasien berusia 68 tahun, Mr Han Boon Huat, yang menerima injeksi bulanan intravitreal (IVT) di Rumah Sakit Tan Tock Seng (TTSH) untuk mengobati degenerasi makular disebabkan penambahan usia. Meskipun demikian, tidak seperti pasien lain yang menerima injeksi ini, Han merupakan salah satu orang yang mendapatkan injeksi ini dari seorang perawat.

Sebelum ini, hanya dokter yang melakukan prosedur tetapi Han tidak memperhatikan perubahan yang ada. Ia mengatakan, "Selama mereka dilatih, tidak akan ada masalah, apakah prosedur ini dilakukan oleh perawat atau dokter, dan saya merasa tidak ada perbedaan signifikan selama injeksi.

Beberapa kondisi yang membutuhkan injeksi IVT seperti degenerasi makular basah disebabkan penambahan usia, makulopati diabetik, dan oklusi vena retina. Banyak dari penyakit mata ini disebabkan oleh diabetes – penyakit yang diderita satu dari sembilan orang Singapur. Satu per tiga pasien diabetes akan mengalami beberapa jenis prevalensi retinopati diabetik, membahayakan penglihatan mereka.

Dua perawat dilatih sejauh ini dan sudah mendapatkan kasarnya 30 injeksi di bawah pengawasan dokter. Semakin tingginya permintaan untuk suntikan ini dengan sejumlah total 6.508 tusukan dilaporkan pada tahun 2016 dibandingkan dengan hanya 528 tusukan dalam tiga tahun sebelumnya. Tren ini menunjukkan ada peningkatan yang berhubungan dengan praktek perawat ini.

Memenuhi peningkatan permintaan dan menghemat waktu para dokter

Dengan kapasitan TTSH sekarang sebesar 6.500 injeksi dalam setahun, yang normalnya diberikan oleh dokter, klinik mata rumah sakit tidak bisa memenuhi peningkatan permintaan yang ada. Dengan demikian, melatih perawat untuk melakukan prosedur ini akan memperpendek waktu tunggu pasien dan juga membebaskan dokter di klinik mata agar bisa menangani lebih banyak kasus lainnya. Hingga saat ini, standar waktu tunggu periksa adalah sekitar satu hingga dua minggu. Faktanya, tenaga kesehatan bahkan perlu melakukan prosedur setelah jam kerja di klinik usai.

Perawat harus menjalani pelatihan agar terkualifikasi untuk melakukan prosedur ini. Mereka harus dipilih berdasarkan perawatan khusus dan mengikuti kurikulum khusus seperti e-learning, kuliah, dan bahkan ujian.

Ms Chow Peck Foong, 59, seorang perawat senior yang sudah bekerja selama 30 tahun mengomentari bahwa, "Saya sangat senang dan tertarik dalam kesempatan belajar sesuatu yang baru, dan saya percaya bahwa mengambil tanggung jawab yang lebih besar adalah tren bagi perawat untuk menjadi lebih maju."

Ekspansi peran perawat

Beberapa perawat sudah terpanggil untuk ekspansi peran mereka dalam praktek kesehatan. Lee Kay Yan, menulis ke 'Strait Times' dengan mengatakan, "Biaya keseluruhan skrining kesehatan bisa dihentikan secara signifikan saat perawat terkualifikasi untuk mengambil peran dokter dalam konsultasi yang ada."

Ia menambahkan bahwa National Heart Centre, misalnya, sudah mulai mengizinkan perawat senior dan bahkan apoteker melakukan konsultasi dan pemeriksaan kembali untuk monitoring warfarin.

Penulis lain di 'Strait Times' menjelaskan, "Skrining kesehatan merupakan hal yang rutin dilakukan dan terus berulang, dan bisa jadi menghabiskan banyak waktu. Dokter tidak perlu melakukan semua konsultasi medis yang ada untuk skrining. Banyak skrining kesehatan dilakukan oleh perawat terlatih, yang menandai hasil abnormal bagi dokter untuk pengujian dan evaluasi lebih lanjut. Menggunakan tenaga kesehatan yang ada, selain dokter, bisa menurunkan biaya pemeriksaan tanpa memengaruhi kualitas pemeriksaan." MIMS

Bacaan lain:

Tips berjaga malam untuk perawat
"Hanya seorang perawat": Catatan hati dunia keperawatan yang sering tidak dihargai
Bagaimana perawat bisa menjaga higienitas tangan yang baik

Sumber:
http://www.thestar.com.my/news/nation/2017/05/30/mma-restrict-student-intake-take-in-fewer-students-to-ease-doctor-glut-colleges-told/
http://www.thestar.com.my/news/nation/2017/05/30/health-ministry-can-absorb-5300-new-housemen-yearly/
http://www.themalaymailonline.com/malaysia/article/housemanship-training-health-ministry-says-situation-still-manageable