Cara berpikir kritis merupakan kemampuan yang bisa Anda bangun melalui pengalaman, komitmen dan rasa ingin tahu melalui belajar.1 Perawat yang berpikir kritis dalam pekerjaannya akan mencari cara terbaik untuk menyelesaikan masalah dan membuat keputusan, daripada membuat solusi dengan ceroboh dan tergesa-gesa. Biasanya Fakultas Keperawatan memiliki strategi pengajaran dan pembelajaran berbeda untuk mengembangkan cara berpikir kritis mahasiswanya, dan dengan pendekatan ini akan membantu Anda mengembangkan cara berpikir kritis.

Catatan harian

Menulis catatan harian akan membantu Anda mengetahui dan menggarisbawahi pengalaman klinis Anda. Dengan mencatat setiap pengalaman, Anda dapat mengembangkan persepsi dan pemahaman sehingga Anda dapat meningkatkan kemampuan menerapkan teori ke praktek.2 Mencatat pengalaman merawat pasien membuat Anda memahami bagaimana cara membuat keputusan.3

Anda dapat mulai menulis catatan harian dengan mendeskripsikan secara mendetail mengenai apa yang Anda rasakan, pikiran dan lakukan. Kemudian, analisis pengalaman berdasarkan apa yang Anda rasakan, pikikan dan kemungkinan artinya. Kemudian, tantang diri Anda untuk membentuk ide baru yang mungkin dapat diterapkan dalam pekerjaan Anda dan deskripsikan signifikansi dari setiap pengalaman. Jika Anda menghadapi pasien dengan kondisi serupa, gunakan jurnal Anda ketika memberi pelayanan ke mereka.

Peta konsep

Terkadang Anda perlu merawat pasien dengan beberapa diagnosis penyakit berbeda. Peta konsep akan sangat berguna jika digunakan untuk menggambarkan hubungan masalah dan intervensi yang berikan ke pasien. Dengan membuat peta konsep, Anda belajar mengatur atau menghubungkan informasi dengan cara yang unik sehingga Anda dapat membentuk pola dan konsep yang berguna.4 Ketika Anda menemukan hubungan antara diagnosis dengan data pendukung, Anda bisa memperoleh pemahaman tambahan mengenai situasi klinis pasien. Seiring berjalannya waktu, peta konsep akan menjadi semakin detail, terintegrasi, dan komprehensif bersamaan dengan semakin banyaknya kasus yang Anda temui. Peta konsep memudahkan Anda mengetahui kemiripan dan perbedaan antar pasien yang kemudian akan memengaruhi keputusan Anda.

Diskusi dan membuat keputusan bersama para ahli atau senior

Cobalah untuk melakukan diskusi mendalam bersama para senior ketika mencari perubahan klinis pasien. Misalnya, seorang pasien yang didiagnosis menderita hipotiroidisme mengeluhkan tanda dan gejala berupa sering merasa lelah, intoleransi dingin dan kram otot. Ketika merawat pasien ini, Anda mungkin menemukan ada tanda perubahan fisik seperti muka pucat, kulit kering, penambahan berat badan, penurunan kemampuan berbicara, dan gerakan yang lambat. Dengan mendiskusikan hal ini dan mengikuti panduannya, Anda akan terbantu untuk menemukan perubahan fisik pasien dan membantu memberi pilihan terapi yang sesuai untuk pasien.

Secara keseluruhan, cara berpikir kritis akan membantu Anda mengetahui kapan Anda membutuhkan lebih banyak informasi, kapan Anda mendapat informasi yang salah, dan menyadari batasan pengetahuan Anda. Ini merupakan proses yang membutuhkan Anda untuk merefleksikan dan menganalisis cara berpikir, sikap dan pengetahuan Anda sendiri.1 Untuk menjadi orang yang berpikir kritis, Anda perlu memiliki dedikasi dan keinginan untuk berkembang. Dengan demikian, penting bagi setiap universitas untuk mengembangkan cara berpikir kritis pada mahasiswanya yang merupakan hal penting yang dibutuhkan dalam praktek klinis. MIMS

Sumber:
1. Kataoka-Yahiro, M., & Sailor, C. (1994). A critical thinking model for nursing judgement. J Nurs Educ. 33(8):351.
2. Di Vito-Thomas, P. (2005). Nursing student stories on learning how to think like a nurse. Nurs Educ. 30(3):133.
3. Kessler, P.D., & Lund, C.H. (2004). Reflective Journaling: developing an online journal for distance education. Nurs Educ. 29(1):20.
4. Ferrario, G.C.(2004). Developing nurses’ critical thinking skills with concept mapping. JNSD. 20(6):261-267.