Meskipun Menteri Kesehatan Malaysia telah menjanjikan panduan mengenai penjualan dan distribusi e-rokok dan vape setahun lalu, belum ada keputusan yang sudah terdengar hingga sekarang.

Penelitian yang dilakukan oleh Public Health England menunjukkan bahwa vape dan e-rokok sebagai alternatif rokok, bisa menurunkan efek samping rokok. Dinyatakan bahwa e-rokok 95% lebih aman dibandingkan rokok konvensional dan bahwa ada penurunan jumlah perokok karena sudah tersedianya alternatif ini. Namun, penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat memberi hasil sebaliknya.

Jauhi nikotin cair rasa stroberi

Penelitian terbaru oleh Roswell Park Cancer Institute di Buffalo, New York, menunjukkan bahwa nikotin cair rasa stroberi yang digunakan dalam e-rokok, merupakan rasa paling toksik di antara rasa e-rokok lain - tembakau, pina colada, mentol, dan kopi.

Perasa yang ditambahkan ke nikotin cair dibakar dalam alat penghasil uap bisa menyebabkan sejumlah masalah kesehatan serius seperti inflamasi dan kerusakan sel. Peneliti mengetes uap yang dilepaskan oleh beberapa rasa nikotin berbeda, asap tembakau dan udara tanpa asap ke sel paru manusia.

Seperti yang diharapkan, asap rokok yang sebenarnya lebih toksik dibandingkan uap dari e-rokok, kata penulis peneliti senior Maciej Goniewicz, tetapi e-rokok lebih toksik dibandingkan udara bebas asap, khususnya ketika alat membutuhkan energi atau voltase lebih tinggi.

Sel yang terpapar uap e-rokok bereaksi serupa dengan saat terpapar asap rokok, tetapi dalam skala yang lebih rendah - ditemukan penurunan aktivitas metabolik dan peningkatan output kimia penyebab-inflamasi.

Penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa e-rokok bervoltase tinggi banyak digunakan oleh individu yang ingin berhenti merokok, tetapi ternyata e-rokok juga bisa memiliki risiko kecanduan paparan kimia berbahaya lain seperti formaldehid.

Nikotin cair rasa kayu manis atau campuran rasa manis dan buah juga tidak aman

Dalam penelitian terpisah, dilakukan penelitian mengenai cinamaldehid yang digunakan dalam nikotin cair rasa kayu manis. 39 kartrid refill rasa kayu manis dan campuran rasa manis dan buah juga diuji, peneliti menemukan 20 kartrid mengandung cinamaldehid tinggi yang bisa menyebabkan kerusakan sel.

Sebelumnya, kelompok yang sama menunjukkan bahwa cinamaldehid sangat toksik ketika beragam sel in vitro dipaparkan terhadapnya.

"Dalam penelitian baru, kami menemukan bahwa cinamaldehid banyak didistribusikan dalam produk e-rokok dibandingkan yang diperkirakan dan muncul dalam rasa manis dan buah, yang juga sangat populer," kata penulis penelitian senior, Prue Talbot dari University of California, Riverside.

Dengan demikian, kapan menteri kesehatan mengeluarkan panduan mengenai hal ini?

Pemerintah Malaysia menunggu keputusan WHO?

Sebelumnya di Bulan Mei, Menteri Kesehatan Datuk Seri Dr S. Subramaniam mengumumkan bahwa hukum regulasi industri vape akan siap sebelum akhir tahun. Secara bersamaan, ini merupakan periode waktu saat setelah World Health Organization (WHO) mengeluarkan keputusan di bulan November - karena opini publik terbagi ke promosi, regulasi dan pelarangan produk tembakau ini.

Hukum Malaysia akan meliputi beberapa aspek vape dan produk dan asesoris dan juga distribusi. The European Union sendiri memiliki regulasi mengenai e-rokok, memastikan kualitas dan keamanan untuk konsumen.

Apa yang sudah dilakukan Malaysia, hingga kini adalah mengambil langkah proaktif untuk membuat garansi regulasi bukan pelarangan total, setelah WHO baru-baru ini mempublikasikan laporan yang menyatakan potensi manfaat e-rokok, vape dan produk panas-bukan-bakar, dan menjelaskannya sebagai alat "penurun kerusakan".

Meskipun demikian, WHO memperbaharui keputusannya setiap beberapa tahun dan jika mengubah keputusannya untuk melarang e-rokok dan vape disebabkan efek kesehatan, akankah Malaysia mengikuti keputusan tersebut?

Dengan estimasi lima juta perokok di Malaysia, dan banyak orang mencari alternatif, mungkin pemerintah Malaysia harus cepat-cepat mengeluarkan panduan untuk regulasi. MIMS

Bacaan lain:
Peneliti dalam misi untuk membuktikan nilai terapeutik karbon monoksida
Dehidrasi parah membuat seorang anak menghisap tissue basah dan meninggal
Efek samping penelitian klinis biasanya tidak dilaporkan di jurnal
5 peneliti Singapura mencari cara eradikasi penyakit di tingkat genetik