"Lima gigitan bisa menginfeksi Anda 100%," kata Dr. Sean Murphy, seorang peneliti di Malaria Clinical Trials (MCTC) di Seattle Biomedical Research Institute, yang, bagian dari pekerjaannya, dengan sengaja menginfeksi sukarelawan ke malaria untuk menguji efikasi vaksin dan obat berbeda.

Sukarelawan, meskipun diberi terapi sebelum diinfeksi, mereka pada akhirnya tetap akan sakit.

Namun, "Satu dari alasan [penelitian] malaria telah banyak berkembang adalah karena kita memiliki model ini," jelas Murphy.

Apakah tidak harapan untuk melakukan eradikasi secara global?

Kesehatan dan pendidikan yang dibiayai oleh Yayasan Bill and Melinda Gates telah menargetkan eradikasi malaria di tahun 2040. Menurut World Health Organisation (WHO), manusia telah membuat banyak kemajuan dalam melawan malaria sejak tahun 2000, dengan 60% penurunan angka kematian. Mengartikan enam juta nyawa di seluruh dunia berhasil diselamatkan.

Hal ini mungkin dilakukan karena adanya pembiayaan besar dalam melawan penyakit, dengan $2,7 miliar dikeluarkan tahun 2015. Namun, ahli mengatakan bahwa usaha dan pengeluaran akan perlu dinaikkan lagi demi melakukan eradikasi malaria secara global.

Meskipun telah banyak mengalami kemajuan, malaria menyebabkan 438.000 kematian tahun lalu, dan nyamuk sekarang telah resisten terhadap jala insektisida, dan obat anti-malaria, sehingga membuat apa yang sudah diusahakan sekarang menjadi sia-sia.

Dibutuhkan usaha untuk melawan penyakit ini

"Kita perlu mengembangkan alat baru yang bisa menemukan dan mengeluarkan semua parasit di setiap orang," kata Martin Edlund, pemimpin kampanye Malaria No More. "Satu-satunya cara mengeradikasi malaria adalah inovasi baru>"

Sekarang sudah banyak penemuan baru, mulai dari modelisasi data dan modifikasi genetik, hingga obat dosis tunggal dan perangkap gula, untuk melawan malaria.

"Tantangannya adalah cara membuat metode pemeriksaan menjadi lebih sensitif, tetapi tetap sederhana untuk digunakan," kata Kevin Nichols pebisnis handal, yang bekerja bersama Gates dalam inisiatif global yang baik.

Inovasi untuk melawan pembawa asimptomatik juga sedang dikembangkan. Peneliti berusaha memperbaharui tes pemeriksaan diagnosis yang cepat, dengan hanya membutuhkan satu tetes darah dan waktu 20 menit untuk membangun diagnosis.

Pendekatan ambisius lain juga sedang dilakukan oleh peneliti, dengan secara genetik memodifikasi nyamuk yang menghambat parasit malaria. Keduanya dilakukan untuk mengeradikasi nyamuk, tetapi tentu saja membutuhkan biaya yang besar.

"Ada pertanyaan etikal mengenai mengubah DNA nyamuk," kata peneliti yang namanya tidak ingin disebutkan karena pekerjaannya. "Kita harus berhati-hati, karena kita bukan Tuhan."

Munculnya nyamuk yang resisten

Solusi ketiga adalah vaksin malaria, yang sedang dikembangkan.

Peneliti berharap bahwa vaksin dosis tunggal dapat menggantikan terapi obat kombinasi artemisinin, yang sekarang tidak efektif lagi melawan malaria resisten di Kamboja.

"Resistensi semakin tersebar luas," kata Dr Roberto Amato dari Welcome Trust Sanger Institute. "Masalahnya adalah saat penelitian gagal, nyamuk dapat mengakselerasi penyebaran resistensi obat ke negara lain, khususnya Afrika," tambahnya - yang bisa menjadi katastropik karena 88% kasus malaria terjadi di benua ini.

Beberapa ahli kesehatan khawatir jika malaria tidak bisa lagi disembuhkan, usaha tenaga kesehatan, peneliti, organisasi dan pemerintah akan menjadi sia-sia.

Namun, orang-orang seperti Kayode Ojo, peneliti di Amerika Serikat yang pernah tinggal di Nigeria mengatakan bahwa ia terinfeksi malaria selama lebih dari 50 tahun, dan masalah demikian tidak pernah muncul.

"Ketika saya terinfeksi malaria yang keempat puluh atau lima puluh kalinya, saya sadar, penyakit ini tidak pernah membaik," katanya.

"Kondisi ini membuat saya sadar bahwa kita perlu membuat inovasi dan tidak membatasi usaha kita pada terapi atau mengontrol penyakit saja, tetapi juga menyelesaikannya." MIMS

Bacaan lain:
Malpraktek oleh apoteker: Kekeliruan, kelalaian dan penyalahgunaan
Peran perawat pada manajemen kaki penderita diabetes
Aplikasi untuk manajemen eksim
4 kesalahan komunikasi yang harus dihindari dalam praktek medis
3 sumber jurnal gratis yang bisa dimanfaatkan oleh tenaga kesehatan


Sumber:
http://www.iol.co.za/scitech/science/news/from-gene-editing-to-death-traps-the-race-to-end-malaria-2087080
http://www.bbc.com/news/health-37859264
http://www.businessinsider.my/malaria-challenge-trials-research-seattle-gates-2016-11/?r=US&IR=T#ichhQiSvfQVwsjOe.97
http://www.phnompenhpost.com/national/genetic-marker-found-drug-resistant-malaria-parasiteshttp://www.gatesfoundation.org/What-We-Do/Global-Health/Malaria