Menurut sebuah survey yang dilakukan oleh Global Alliance for Arts and Health di tahun 2009, hampir setengah dari institusi kesehatan AS - terutama rumah sakit - memiliki program seni, termasuk pertunjukkan seni permanen, pertunjukkan di publik dan lain sebagainya.

Meskipun seni tidak bisa menyembuhkan penyakit secara total, namun "penelitian telah membuktikan bahwa seni bisa membantu membuat pasien merasa lebih sehat," ungkap Sharon Woodworth, seorang arsitek dan anggota badan Aliansi Global.

Contoh di bawah menunjukkan dukungan signifikan dari berbagai jenis seni dan kemanusiaan yang diberikan ke pasien secara fisik dan psikologis.

1. Menari berguna untuk pasien Parkinson

Di Stanford Neuroscience Health Centre, program yang disebut Menari untuk Penyakit Parkinson, juga banyak disebut sebagai Menari untuk PD, diadakan untuk membantu para pasien Parkinson. Kegiatan ini di mulai tahun 2001 oleh Olie Wstheimer, seorang direktur eksekutif dari kelompok Parkinson Brooklyn. Ia ingin pasien melakukan suatu hal positif dan bermanfaat bukan hanya menghabiskan waktu untuk meratapi penyakitnya.

Sherry Brown, 74, merupakan salah satu dari 20 siswa yang menemukan bahwa komunitas ini merupakan komunitas yang menyambut. Ia mengatakan bahwa kelas ini tidak memberikan efek terapeutik secara fisik tetapi memberikan dukungan psikologis.

"Menari memiliki elemen dimana bisa bermanfaat bagi pasien Parkinson, misalnya dari: ekstensi dan fleksibilitas dan bergerak dengan penuh perhatian," kata Damara Ganley, seorang penari profesional dan pelatih Menari untuk PD. "Penari biasanya dilatih untuk menggerakkan tubuh mereka secara sadar, dan pasien Parkinson juga belajar untuk menggerakkan tubuh mereka secara sadar."

Faktanya, penelitian telah menunjukkan bahwa pasien parkinson yang melakukan beberapa tarian akan mengalami kemajuan di bidang fisik dan psikologis. Lebih dari belasan penelitian telah menunjukkan bahwa kelas menari dua kali seminggu bisa meningkatkan keseimbangan, kemampuan motorik, kebebasan dan ketahanan dalam bergerak.

2. Gambar visual bisa membantu pasien demensia

Penelitian juga menunjukkan bahwa terapi gambar bisa meningkatkan komunikasi, fungsi otak dan interaksi sosial untuk pasien demensia. Selain itu, gambar visual bisa memicu ingatan dan emosi, serta memotivasi pasien yang seringkali merasa kesulitan menggambarkan dirinya sendiri, untuk menginisiasikan sebuah percakapan.

Pasien demensia tidak hanya melihat gambar tetapi juga menggambar sendiri, dengan demikian mereka bisa menstimulasi keseluruhan otak menggunakan kemampuan motorik mereka. Alzheimer's Foundation of America menyetujui bahwa menggambar, dalam pengaturan komunitas atau di rumah, bisa "memuaskan imaginasi seorang penderita demensia."

Dr. Daniel C. Potts menemukan program terapi seni setelah ayahnya, Lester, meninggal akibat Alzheimer. Lester menggunakan gambar warna sebagai bagian dari terapi penyembuhannya.

"Keterbatasan untuk berkomunikasi secara verbal membuat pasien demensia memiliki proses artistik di otak mereka, dan mereka bisa mengekspresikan hal tersebut melalui sebuah gambar. Konsentrasi dan perhatian bisa meningkat dan pasien seringkali merasa lebih mudah di rawat bahkan ketika terapi sudah selesai dilakukan," ungkap Potts.

Ia menambahkan bahwa ada "bukti" bahwa terapi ini bisa bekerja lebih baik dalam kombinasi - misalnya, terapi gambar ditambah musik dan menari. Alternatifnya adalah menulis kreatif dan membuat pantun, atau sesi terapi drama yang bisa digunakan untuk menuliskan dan mengungkapkan kata, gambar dan musik yang bisa dikombinasikan menjadi satu sesi terapi seni.

"Yang pasti adalah semua hal ini akan bekerja lebih baik jika dikombinasikan dengan baik dan pasien bisa mengekspresikan dirinya sendiri, sehingga perawatan tidak hanya membuat pasien bisa mengingat, tetapi juga membuat pasien sadar bahwa apa yang ada sekarang adalah realitas."

3. Seni untuk anak-anak penderita kanker

Sebuah rumah sakit anak di Boston disebut sebagai kuil pediatrik, karena memberikan perawatan medis terbaik di negara tersebut. Jason Springer, seorang pengajar dari Museum of Fine Arts, Boston mengadakan kunjungan tetap ke rumah sakit ini untuk membawa barang-barang seni ke pasien muda, termasuk koleksi museum.

Riley Román, 8 tahun, menderita tumor otak. Ia mengikuti kegiatan seni dan budaya yang tersedia di rumah sakit, kata ibunya, Andrea. "Semuanya," katanya. "Saya pikir semuanya sangat berguna."

Andrea menjelaskan bagaimana Riley mengalami kelemahan di bagian kanan tubuhnya tetapi fungsi tangannya sudah hampir kembali sepenuhnya. "Saya merasa kegiatan ini sangat membantu kesembuhannya."

Untuk kebanyakan pasien muda, ini merupakan suatu pengalih perhatian - kesempatan untuk tidak memperhatiakn penyakitnya, tetapi lebih mengutamakan imajinasi dan kemampuan - yang merupakan aspek penting dari kegiatan tersebut.

"Saya pikir memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan seseorang yang bukan dokter, membuat mereka bisa merasakan bahwa mereka hanyalah seorang anak-anak," kata Springer. "Seni merupakan media yang sangat baik untuk menjadi pusat percakapan."

Selain contoh di atas, seni seperti musik, menyanyi dan menulis juga bisa membantu pasien untuk menurunkan tingkat kegelisahan dan mengalihkan fokus pasien. MIMS

Bacaan lain:
Konsumsi sirip ikan hiu bisa meningkatkan risiko penyakit Alzheimer
Klinik mempekerjakan dokter palsu yang salah mendiagnosis pasien
5 sumber bahan edukasi yang bisa jadi berguna untuk pasien Anda
5 gangguan mental yang jarang ditemukan


Sumber:
http://med.stanford.edu/news/all-news/2017/02/magazine-looks-at-what-arts-humanities-bring-to-medicine.html
http://stanmed.stanford.edu/2017winter/dance-for-parkinsons-disease-at-the-stanford-neuroscience-health-center.html
http://www.nytimes.com/2012/03/15/arts/artsspecial/using-art-to-help-young-patients-in-hospitals.html 
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2804629/
http://health.usnews.com/health-news/patient-advice/articles/2014/05/27/paint-write-sing-how-the-arts-help-heal-patients
http://www.huffingtonpost.com/brooke-seidelmann/art-can-help-patients-hea_b_1878729.html
http://edition.cnn.com/2013/07/05/health/arts-in-medicine/
http://www.aplaceformom.com/blog/2013-8-3-art-therapy-dementia/
http://www.alzheimers.net/2014-04-29/art-therapy-for-alzheimers/