Organisasi keternagakerjaan internasional (ILO) mengestimasikan ada sejumlah besari 20,9 juta korban perdagangan manusia di seluruh dunia. Dari angka ini, 68% dari mereka terperangkap dalam kerja paksa; 26% adalah anak-anak, dan 55% adalah wanita dan anak-anak perempuan.

Meskipun lebih tampak sebagai suatu masalah sosial daripada masalah kesehatan, World Health Organization (WHO) menyadari perlunya keterlibatan pelayanan kesehatan di waktu tertentu – dan dalam kondisi tertentu.

Juga dinyatakan bahwa sektor kesehatan memiliki peran penting dalam pencegahan perdagangan manusia, dan perawatan serta rujukan korban karena pada umumnya penjual manusia banyak berinteraksi dengan sistem kesehatan.

"Selain penanggung jawabnya, dokter juga selalu ada di sana," catat Dr Sharuna Verghis, penemu dan Direktur Inisiatif Penyamarataan Kesehatan, NGO non-profit dan Organisasi Berbasis Komunitas di Malaysia, pada Kongres Persatuan Obstetrik dan Ginekologi ke-25. Ia menyatakan bahwa dokter, khususnya, berada di posisi terdepan untuk mengidentifikasi korban perdagangan manusia.

Meskipun demikian, banyak dokter dan tenaga kesehatan tidak mengetahui cara mengidentifikasi tanda dan apa yang harus dilakukan. Para ahli juga menyatakan bahwa kesadaran sebaiknya tidak hanya terbatas pada tenaga kesehatan saja – tetapi juga pada staf administratif.

Definisi perdagangan manusia

"Definisi sangat penting karena seperti diagnosis. Defisini bisa digunakan untuk membantu secara akurat dan dengan benar mengidentifikasi kasus dan menggunakannya untuk pengobatan yang sesuai," jelas Dr Verghis.

"Saat kita membicarakan mengenai perdagangan manusia, definisinya bisa jadi berbeda dari Protocol to Prevent, Suppress and Punish Trafficking in Persons, yang merupakan salah satu dari tiga protokol yang dibuat dalam United Nations Convention against Transnational Organised Crime (UNTOC)," ungkapnya.

Protokol ini didefinisikan oleh tiga elemen penting: The Act, The Means and The Purpose. Ini merupakan alat yang pertama kali disetujui untuk definisi perdagangan manusia.

The Protocol to Prevent, Suppress and Punish Trafficking in Persons is defined by three constituent elements: The Act, The Means and The Purpose. Photo credit: UNODC
The Protocol to Prevent, Suppress and Punish Trafficking in Persons is defined by three constituent elements: The Act, The Means and The Purpose. Photo credit: UNODC


Tujuan di balik definisi kooperasi global adalah untuk menyelidiki dan pengusutan perdagangan manusia. Selain itu, juga untuk melindungi dan membantu korban sesuai dengan hak mereka.

Meskipun demikian, kritikan akan protokol ini juga banyak berfokus pada kelemahan perlindungan atas korban; karena pelanggaran ini tidak disebutkan dalam hak asasi manusia atau konvensi tertentu – khususnya dalam hal kesehatan. Selain itu, banyak kerangka legislasi lebih berfokus pada korban setelah pelanggaran terjadi.

"Pemerintah Malaysia menggunakan definisi internasional dari perdagangan manusia ini, dan menjelaskan kelebihan dan kekurangannya – sesuai dengan standar internasional; tetapi kelemahan pada hukum internasional juga bisa ditunjukkan dalam hukum nasional," kata Dr Verghis.

Pertanyaan dasar "Apakah Anda baik-baik saja?"

Banyak ahli dan sarjana mencatat cerita korban perdagangan manusia dan mencatat bahwa korban setidaknya pernah datang ke tenaga kesehatan saat proses jual-beli.

"Tetapi tidak satupun yang bertanya 'Apakah Anda baik-baik saja?'" ungkap Dr Verghis. "Bahkan saat terjadi beberapa kali aborsi dan melayani 30-40 klien setiap harinya; tidak satupun yang menanyakan 'Apakah Anda merasa aman? Apakah Anda baik-baik saja?'"

Ia kemudian meminta tenaga kesehatan untuk mempelajari pemahaman mengenai peran dokter medis dalam mengidentifikasi orang-orang yang pernah diperjual-belikan.

Inisiatif sudah dimulai di seluruh dunia. Di Amerika, banyak institusi dan organisasi membentuk video pelatihan, disediakan oleh petugas di rumah sakit dan mengikuti panduan untuk mengidentifikasi dan membantu korban perdagangan manusia.

"Kami mencari tanda-tanda kekerasa, tanda-tanda penyekapan, tidak mau menjawab pertanyaan dari orang lain, dan saat kami menemukan pasien dengan kondisi demikian, bendera peringatan akan mulai naik," ungkap Carlton Hall, seorang koordinator klinis di Dignity Health, sebuah korporasi non-profit yang mengoperasikan rumah sakit dan fasilitas perawatan di Arizona, California dan Nevada di Amerika.

Mengatasi masalah lain seperti kekerasan domestik dan kekerasan seksual 

By educating healthcare professionals to identify human trafficking victims, there is an indirect benefit of the identification of other forms of abuse, such as domestic violence and sexual assault.
By educating healthcare professionals to identify human trafficking victims, there is an indirect benefit of the identification of other forms of abuse, such as domestic violence and sexual assault.


Inisiatif dan panduan ini bukan hanya memberikan keuntungan untuk identifikasi korban perdagangan manusia – sebagaimana yang bisa dilihat dalam program skrining skala pilot dalam beberapa rumah sakit tertentu di Allegheny Health Network, di Barat Daya Pennsylvania. Setelah lima bulan penelitian, 38 pasien diidentifikasi sebagai korban perdagangan manusia; tetapi ternyata hanya satu yang benar-benar merupakan korban.

"Menariknya, kami menemukan bahwa bukan hanya pendidikan formal dan metode terapi yang merupakan strategi efektif untuk meningkatkan kesadaran dan penyelamatan korban – tetapi, mereka juga meningkatkan identifikasi bentuk penyiksaan lain, seperti kekerasan domestik dan kekerasan seksual," kata Amber Egyud, R. N., kepala petugas perawat dan wakil presiden dari pelayanan perawatan pasien di Allegheny Health Network dalam Rumah Sakit Forbes.

Dengan demikian, beberapa institusi menjelaskan pentingnya topik ini untuk dibahas. Misalnya, Fakultas Keperawatan Universitas Massachusetts (UMass) di UMass Amherst yang menawarkan pelatihan online baru untuk perdagangan manusia.

"Pelatihan akan meliputi pengenalan kepada mahasiswa mengenai apa itu perdagangan manusia, bagaimana mengidentifikasi korban, masalah kesehatan yang berhubungan dengan populasi ini, pertimbangan khusus saat bekerja dengan korban dan bagaimana memberikan akses ke pelayanan kesehatan yang ada," jelas UMass dalam jumpa pers, dengan menjelaskan struktur pelatihan.

"Saya harap mereka bisa lulus dengan pemahaman yang jelas mengenai apa itu perdagangan manusia, termasuk siapa, apa, kapan, mengapa dan bagaimana – dan apa itu – dan bagaimana mengidentifikasi dan menawarkan dukungan yang sesuai kepada korban perdagangan manusia," simpul Donna Sabella, seorang ahli di industri perdagangan manusia yang akan mengajarkan dalam kelas ini. MIMS

Bacaan lain:
Apakah dokter Indonesia sudah merdeka?
Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) – Terobosan baru Kementerian Kesehatan
Kredibilitas jurnal saintifik: Apa makna dari faktor R?

Sumber:
http://dailycollegian.com/2017/09/11/umass-college-of-nursing-offers-new-course-on-human-trafficking/
http://sacramento.cbslocal.com/2017/04/28/fight-human-trafficking-hospitals/
https://polarisproject.org/facts
http://www.who.int/reproductivehealth/topics/violence/vaw_series/en/
http://www.fiercehealthcare.com/population-health/er-staff-should-be-trained-to-recognize-signs-human-trafficking
http://www.abc12.com/content/news/Training-doctors-and-nurses-to-identify-human-trafficking-victims-440402253.html
http://www.hhnmag.com/articles/8159-human-trafficking-how-americas-hospitals-can-help
https://www.unodc.org/unodc/en/treaties/CTOC/index.html
https://www.unodc.org/unodc/en/human-trafficking/what-is-human-trafficking.html