Berikut 5 ringkasan berita menarik yang dapat berguna sebagai sumber informasi Anda.

1. OCD dapat menurunkan prestasi seseorang

Penderita obsessive compulsive disorder (OCD) seringkali dianggap sebagai orang yang aneh. Meskipun demikian, penelitian di Eropa pada 15.000 subjek uji menemukan bahwa anak-anak dan remaja penderita OCD cenderung memiliki prestasi yang rendah di sekolahnya.

"Saat dibandingkan dengan kelompok kontrol, kami menemukan bahwa penderita OCD cenderung memiliki prestasi yang lebih rendah apapun mata pelajarannya," ungkap Dr Ana Perez-Vigil, penulis utama studi tersebut.

Hubungan ini ditemukan lebih kuat pada individu yang terdiagnosis di masa kanak-kanak dan remaja. Namun, pasien dengan tingkat keparahan tinggi cenderung mengalami penurunan prestasi yang lebih parah.

"Kami juga mengamati bahwa sulit bagi mereka untuk kembali sekolah bahkan meskipun mereka telah mendapat penanganan yang berhasil. Dibutuhkan upaya besar dari keluarga, sekolah dan ahli kesehatan mental agar anak-anak ini bisa kembali ke kehidupan normalnya," tutur Perez-Vigil, ia berharap data ia temukan dapat meningkatkan kesadaran mengenai dampak OCD terhadap anak muda.

2. Cacing sebagai media penelitian penyebaran kanker

A still from a video of an invading cell in the lab worm C. elegans shows a fleeting protrusion that may help explain how cancer spreads. Photo credit: Kaleb Naegeli/Duke University.
A still from a video of an invading cell in the lab worm C. elegans shows a fleeting protrusion that may help explain how cancer spreads. Photo credit: Kaleb Naegeli/Duke University.

Kanker banyak disebut sebagai penyakit mematikan karena kemampuannya untuk bermetastasis dan menginvasi berbagai sel tubuh manusia. Dengan demikian, peneliti hingga sekarang masih merasa tertantang akan penyebaran sel kanker.

Baru-baru ini sekelompok peneliti dari Universitas Duke berhasil menemukan cara sel kanker menyebar. Dengan mempelajari cacing transparan, Caenorhabditis elegans (C. elegans), peneliti memvisualisasikan penyebaran sel kanker melalui penggunaan sistem fotografi khusus. Dalam lingkungan yang tidak diatur, sel kanker menyebar dengan melakukan penetrasi pada satu lapis jaringan padat sebelum kemudian menyebar lebih jauh. Fungsinya sama seperti kateter balon.

Tim peneliti juga berhasil mengidentifikasi jalur pensinyalan yang meregulasi aktivitas tersebut. Jalur ini diketahui diregulasi pada kebanyakan tumor otak invasif, dan kanker kulit dan kanker yang paling mematikan seperti kanker pankreas. Kelompok ini sekarang sedang berusaha untuk menciptakan sinyal tanda ‘stop’ untuk penyebaran sel kanker.

3. Resistensi antibiotik meskipun tidak ada paparan antibiotik

Superbug sering dianggap sebagai sebuah ancaman bagi kehidupan manusia, mengingat semakin sedikitnya stok antibiotik yang masih memberi efek di dunia. Baru-baru ini, peneliti dari Departemen Teknik Biomedis, Universitas Duke menemukan bukti bahwa bakteri dapat menukar resistensi antibiotik, baik saat terdapat paparan antibiotik atau tidak.

Saat terdapat bakteri resisten, bakteri sensitif (resisten non-antibiotik) ditemukan juga akan mengalami resistensi – meskipun tanpa paparan antibiotik. Kekuatan resistensi dalam koloni antibiotik paling jelas ditunjukkan melalui transfer horizontal gen, dimana data genetik (resistensi antibiotik) diturunkan dari satu bakteri ke bakteri lain.

Temuan dari peneliti menunjukkan bahwa, dalam menangani superbug, dengan hanya menurunkan ketergantungan antibiotik mungkin tidak cukup. Namun, dibutuhkan strategi untuk mencegah penyebaran bakteri resisten.

4. Menangani "perintah" dengan terapi


Skizofrenia adalah gangguan mental serius yang memengaruhi kehidupan jutaan orang di dunia. Salah satu gejalanya adalah pasien mendengar "suara perintah", yang memberi instruksi dan perintah tidak masuk akal.Untuk mengatasinya, tim peneliti dari King's College London, mengadopsi penggunaan program komputer sebagai bentuk terapi untuk membantu mengatasi suara. "Terapi avatar", pertama kali ditemukan pada tahun 2008, membantu pasien menghadapi perintah dengan menciptakan avatar virtual dari suara yang mereka dengar. Lengkap dengan detail wajah, gerakan, bahkan ucapan, pasien belajar menaklukkan avatar mereka secara bertahap dengan membangun kepercayaan diri melawan suara di kepala mereka.

Namun, "Bukan berarti semua orang bisa menggunakannya," ungkap psikolog sosial Profesor Tom Craig di King's College London, yang melakukan dan meneliti terapi avatar. "Beberapa orang merasa terlalu takut untuk menjalani terapi." Di sisi lain, bagi mereka yang telah mengikuti terapi, hasilnya positif.

5. Mengontrol kejang pada anak-anak epilepsi dengan pola makan

The ketogenic diet is recommended to help children reduce the frequency of seizure attacks.
The ketogenic diet is recommended to help children reduce the frequency of seizure attacks.

American Epilepsy Society
telah menyetujui pola makan baru sebagai alat untuk mengendalikan serangan kejang pada anak-anak epilepsi. Pola makan, yang disebut diet ketogenik, adalah pola makan yang memanfaatkan kemampuan tubuh untuk memecah lemak sebagai sumber energi, bukannya karbohidrat.

Sejauh ini, dua penelitian telah dilakukan dan menemukan bahwa diet jenis ini cukup efektif untuk mengendalikan kejang pada anak-anak.

"Meskipun terapi medis merupakan andalan terapi kejang, namun diet ketogenik bisa menjadi pilihan yang sangat efektif," kata Dr James Wheless, juru bicara American Epilepsy Society.

Meskipun terdengar sederhana, namun sebenarnya diet jenis ini membutuhkan perencanaan yang sangat baik. Semua makanan perlu ditimbang dan makanan kaya lemak yang tinggi gula, seperti kue, permen dan makanan pencuci mulut, tidak boleh dikonsumsi. Selain itu, asupan karbohidrat juga harus diatur secara ketat, dengan tambahan suplemen vitamin untuk mencegah defisiensi.

Dengan panduan ketat tersebut, diet ketogenik bisa jadi sangat sulit dilakukan dan bahkan, tidak terjamin akan memberi efek ke semua anak. Rekomendasi ini menyarankan untuk mencoba mengikuti diet ketogenik selama enam bulan sebelum memutuskan untuk melakukannya dalam jangka waktu panjang. MIMS

Bacaan lain:
Menghadapi krisis penggunaan obat
Konsensus antibiotik: Menerima dan merespon ketidak yakinan dalam dunia kesehatan
Semakin memburuknya kasus resistensi antibiotik di Indonesia

Sumber:
https://www.statnews.com/2017/11/27/cancer-spread-cells-worm/ 
http://www.cell.com/developmental-cell/fulltext/S1534-5807(17)30867-5 
https://www.statnews.com/2017/11/22/antibiotic-resistance-bacteria/
https://www.nature.com/articles/s41467-017-01532-1
https://doctor.ndtv.com/living-healthy/obsessive-compulsive-disorder-may-lead-to-educational-underachievement-1780912 
https://jamanetwork.com/journals/jamapsychiatry/article-abstract/2661815 
http://edition.cnn.com/2017/11/23/health/avatar-therapy-schizophrenia-voices-study/index.html 
http://www.bbc.com/news/health-42097781 
http://www.thelancet.com/journals/lanpsy/article/PIIS2215-0366(17)30427-3/fulltext?elsca1=tlpr 
https://medicalxpress.com/news/2017-12-diet-epilepsy-meds.html 
https://www.charliefoundation.org/explore-ketogenic-diet/explore-1/introducing-the-diet