Black Death dikenal sebagai sebuah bencana terbesar sepanjang sejarah. Black death disebut juga sebagai plak hitam atau plak pes, disebabkan banteri gram negatif coccobacillus Yersinia pestis.

Black death berasal dari China. Penyakit ini, melalui pembawanya, menyebar ke Konstantinopel dan Eropa. Abad ke-14 diketahui sebagai perang 100 tahun melawan pandemik penyakit ini, yang telah menginfeksi sepertiga populasi Eropa dalam jangka waktu 5 tahun.

Terinfeksi

Dengan periode inkubasi selama dua hingga enam hari, pasien biasa merasa demam, tidak enak badan dan lemas. Gejala paling signifikan atau tanda paling klasik adalah pembengkakan nodus limpa, terutama di daerah panggul. Disebabkan kualitas terapi yang buruk di masa itu, penyakit dapat tersebar luas, menyebabkan timbulnya diseminasi koagulasi intravaskular dan kemudian meningkatnya angka kematian. Catatan menunjukkan bahwa terdapat satu titik waktu ketika plak menjadi penyebab utama kematian sejumlah besar orang hingga yang berhasil selamat hanya tinggal sedikit yang pada akhirnya tidak sanggup menguburkan mereka yang meninggal.

Pentingnya pencegahan

Black Death merupakan cerita penting sejarah, dan menjadi pengingat mengenai pentingnya pencegahan. Meskipun merupakan cerita masa lalu, Yersinia pestis masih ada hingga sekarang dan manusia tidak akan dapat membasmi semua ancamannya seperti yang pernah terjadi selama perang Vietnam. Kasus penyakit ini masih ada hingga sekarang dan sebagian besar ditemukan di sub-Sahara Afrika dan Madagaskar.

Plak dan terorisme biologis

Dalam konteks yang lebih mengerikan, ketakutan terhadap plak akan lebih relevan sekarang, dengan kemungkinan menggunakan penyakit ini untuk terorisme. Cerita sejarah juga memberitahu kita mengenai hal ini: Bakteri dalam aerosol, kutu jatuh dari pesawat dan jazad terinfeksi dilemparkan melewati dinding pembatas. Hal ini menunjukkan bahwa penyakit banyak digunakan sebagai senjata perang dingin. Ketakutan akan kondisi ini muncul, dan menjadi sebuah tekanan, misalnya saja di tahun 1995, seorang ahili mikrobiologi Ohio ditangkap karena akuisisi illegal Yersinia pestis melalui surat.

Black Death telah banyak mengajarkan kita, terutama mengenai pencegahan dan terapi, yang berubah menjadi senjata, pertanyaan yang muncul: Jika Yersinia pestis sengaja disebar untuk tujuan jahat, apakah kita cukup kuat untuk mengatasi hal demikian? Mengingat besarnya efek plak pes, ini merupakan pertanyaan yang harus dijawab. MIMS

Sources: 
Riedel, "Plague: from natural disease to bioterrorism”, Proc (Bayl Univ Med Cent). 2005 Apr; 18(2): 116–124. 
https://en.wikipedia.org/wiki/Black_Death
http://www.cdc.gov/plague/index.html