Sepanjang sejarah manusia, sudah banyak penyakit yang berhasil diatasi hingga sekarang. Sayangnya, bakteri dan virus juga mampu bermutasi dan beradaptasi terhadap obat dan terapi yang sudah dikembangkan.

Penyakit infeksi merupakan ancaman utama kelangsungan hidup manusia, karena saat wabah muncul – banyak sumber dibutuhkan untuk mengatasi dan memusnahkan wabah. Tanpa perlu dipertanyakan lagi, tanpa perencanaan dan tindakan, satu wabah tunggal saja bisa menciptakan krisis dalam dunia kesehatan.

Berikut ini adalah beberapa penyakit paling mematikan sepanjang sejarah.

Malaria 

Malaria merupakan salah satu penyakit tertua di dunia, yaitu sejak 20 juta tahun lalu. Penyakit ini sekarang terdapat pada hampir 100 negara dan hampir separuh populasi manusia di dunia memiliki risiko untuk terinfeksi.

Pada tahun 2012, malaria menginfeksi 207 juta orang di dunia dan hampir 0,3% yang terinfeksi meninggal dunia. Walaupun sudah banyak langkah yang diambil oleh organisasi kesehatan di dunia, namun jumlahnya masih tetap konsisten, dan di tahun 2015 sendiri, tercatat ada 212 juta kasus malaria, yang mayoritasnya berasal di Afrika bagian Sub-Sahara. Di tahun yang sama, 303.000 anak-anak Afrika meninggal sebelum berusia lima tahun.

Meskipun demikian, jumlah kasus malaria sebenarnya sudah berhasil diturunkan sebanyak 29% dari seluruh kelompok usia dan 35% untuk anak-anak yang berusia kurang dari lima tahun sejak tahun 2010. Penggunaan jaring insektisida berdurasi kerja panjang dan penyemprotan ruangan dengan insektisida terbukti efektif dan direkomendasikan oleh WHO untuk mencegah penyebaran penyakit ini.

Namun terdapat beberapa masalah yang masih muncul akibat adanya laporan resistensi terhadap Artemisinin di Myanmar, Thailand, Vietnam, Laos, dan Kamboja. Selain itu, terdapat juga laporan mengenai resistensi terhadap pyrethroid yang selama ini digunakan untuk mengendalikan jumlah vektor nyamuk. Untungnya resistensi ini jarang berhubungan dengan berkurangnya efektivitas dari jaring insektisida berdurasi kerja panjang.

HIV

Kasus HIV pertama dilaporkan pada tahun 1981, yaitu pada lima pria di Los Angeles. Pada akhir tahun tersebut, tercatat ada 121 kematian dari 270 kasus. Sejak pertama kali ditemukan, HIV telah menginfeksi 75 juta orang di dunia dan menyebabkan 36 juta kematian. 

Banyak obat antivirus kuat ditemukan sehingga pasien dapat hidup normal seperti orang lainnya. Walaupun demikian, obat untuk menyembuhkan penyakit ini belum ditemukan. Pada kebanyakan kasus, pasien HIV meninggal karena infeksi akibat sistem kekebalan tubuh mereka yang lemah.

Campak

Campak merupakan penyakit disebabkan virus yang sangat infeksius. Pada tahun 1980, campak menyebabkan 2,6 juta kematian setiap tahunnya. Namun berkat usaha keras vaksinasi sejak tahun 2000 hingga 2015, jumlah angka kematian menurun sebanyak 79% dari 651.000 menjadi 134.200.

Walaupun telah tersedia vaksin yang aman, efektif, dan tidak mahal, campak masih menjadi penyebab utama kematian pada anak-anak di dunia. Penyakit ini umum dijumpai di negara berkembang, terutama Afrika dan Asia. Selain itu, kebanyakan kematian akibat campak terjadi di negara dengan pendapatan rendah dan daerah dengan infrastruktur kesehatan yang lemah.

Kusta

Kusta pertama kali ditemukan pada tahun 1873 oleh Dr. G.A. Hansen sehingga dikenal sebagai penyakit Hansen. Sepanjang tahun tersebut, penyakit masih membuat pasien dikucilkan oleh lingkungan sosial akibat karakteristik penyakit ini walaupun orang-orang sudah tidak lagi menganggap bahwa penyakit ini berhubungan dengan agama.

Pada tahun 2015, sebanyak 210.758 kasus kusta dilaporkan di 106 negara. Kebanyakan kasus tersebut berasa; dari India, Brazil, dan Indonesia. Tahun lalu, WHO telah berusaha keras untuk mengurangi beban penyakit ini.

Sejak ditemukan multidrug therapy (MDT) pada tahun 1995, lebih dari 16 juta pasien telah diobati. MDT merupakan pengobatan sederhana namun efektif, namun dapat menyembuhkan semua jenis kusta. Walaupun pengobatan ini telah terbukti efektif, namun masih terdapat masalah deteksi dini dan pencegahan transmisi penyakit.

SARS

SARS atau severe acute respiratory syndrome pertama kali muncul di provinsi Guangdong, Cina pada bulan November tahun 2002. Namun sayangnya, keterlambatan penyebaran informasi penyakit memicu lambatnya respon dunia terhadap penyakit.

Sebelum berhasil dikendalikan, penyakit ini telah tersebar di lebih dari 26 negara di Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, dan Asia. Transmisi antar manusia terakhir berhasil dihentikan pada tanggal 5 Juli 2003. Dalam waktu lebih dari satu tahun, SARS berhasil menginfeksi 8.098 orang di seluruh dunia dan membunuh 774 orang.

Epidemi SARS dianggap sebagai salah satu dari empat wabah terbesar di abad ini. Walaupun penyakit ini telah sepenuhnya dimusnahkan, transmisi yang mudah dari penyakit ini menyebabkan organisasi kesehatan tetap waspada terhadap kemungkinan kembalinya penyakit ini. MIMS

Bacaan lain:
101 Etimologi: Asal mula penamaan setiap penyakit
9 penyakit yang sudah hampir punah
Misteri medis: Penyakit langka yang membingungkan para dokter

Sumber:
http://list25.com/25-deadliest-diseases-in-human-history/
http://www.who.int/features/factfiles/malaria/en/
http://www.medicaldaily.com/deadliest-diseases-3-worlds-most-terrifying-illnesses-and-you-thought-ebola-was-bad-305822
http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs286/en/
http://abcnews.go.com/Health/SwineFluNews/story?id=8321392&page=1
http://www.who.int/csr/disease/ebola/ebola-6-months/myths/en/
http://www.who.int/neglected_diseases/news/WHO_urges_robust_global_efforts_to_end_transmission_leprosy/en/
https://www.cdc.gov/sars/index.html
http://www.nytimes.com/2003/04/06/weekinreview/the-nation-sars-is-new-and-it-kills-but-how-dangerous-is-it.html