Peneliti menemukan bahwa orang-orang yang kesepian dan terisolasi memiliki risiko penyakit jantung dan stroke lebih tinggi. Laporan ini dipublikasi dalam jurnal online, Heart.

Penelitian sebelumnya juga telah banyak menghubungkan kesepian dengan sistem imunitas yang buruk, tekanan darah tinggi, dan kemudian, kematian. Meskipun demikian, tidak ada indikasi jelas mengenai pengaruh kesepian terhadap penyakit jantung dan stroke.

Analisis yang dilakukan oleh peneliti tidak membuktikan bahwa kesepian dan isolasi bisa menyebabkan penyakit jantung dan stoke. Tetapi ditunjukkan ada hubungan.

Bukti penelitian pada lebih dari 7.000 kasus

Untuk analisis ini, peneliti melakukan pencarian di 16 database penelitian untuk menemukan penelitian relevan, dipublikasi hingga Mei 2015. Peneliti bisa menemukan 23 penelitian yang memenuhi kualifikasi.

Penelitian ini juga meliputi 181.000 partisipan dewasa, termasuk 4.628 kasus penyakit jantung koroner, termasuk serangan jantung, serangan angina dan kematian. Termasuk juga 3.002 kasus stroke. Data ini dikumpulkan selama periode monitoring dari waktu tiga hingga 21 tahun.

Kombinasi data menemukan bahwa kesepian dan isolasi sosial sangat berhubungan dengan 29% peningkatan risiko serangan jantung atau serangan angina. Di sisi lain, ada 32% peningkatan risiko stroke juga.

Menurut pimpinan peneliti, Nicole Valtorta, seorang peneliti senior di departemen sains kesehatan di Universitas Yok, "jika kita menggunakan penemuan penelitian, apa yang kita dapatkan bisa dibandingkan dengan ukuran efek faktor risiko psikososial seperti rasa gelisah dan kelelahan bekerja."

Penemuan juga menemukan bahwa tenaga kesehatan harus mulai memperhatikan rasa kesepian dan isolasi untuk pencegahan penyakit jantung dan stroke.

Dalam jurnal editorial yang bersangkutan, penulis Dr Julian Holt Lunstand dan Dr Timothy Smith dari Univeritas Brigham Young mencatat bahwa faktor sosial harus diperhitungkan dan diselesaikan, baik melalui edukasi medis, pemeriksaan risiko setiap individu dan panduan populasi dan penyampaian pelayanan kesehatan.

Memanfaatkan media sosial

Banyak orang menyadari bahwa kehidupan sosial bisa jadi cukup menantang, bersama dengan kemajuan teknologi, berhubungan dengan orang-orang melalui internet dan media sosial bisa jadi merupakan suatu ide yang bagus.

Di sisi lain, Dr Holt-Lunstad mencatat bahwa ada beberapa penelitian yang menyarankan jenis komunikasi ini bisa jadi tidak memberi manfaat yang sama dengan interkasi empat mata.

Meskipun demikian, Drs Holt-Lunstad dan Smith menyimpulkan bahwa, "dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan sosial untuk menjaga, mencegah dan melakukan intervensi kesehatan." MIMS

Bacaan lain:
5 poin penting BPJS yang perlu diketahui oleh tenaga kesehatan
4 kesalahan komunikasi yang harus dihindari dalam praktek medis
Internet dijadikan ‘jalan pintas’ oleh para wanita yang membutuhkan aborsi, akibat pandangan negatif masyarakat


Sumber:
http://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=195058
https://www.sciencedaily.com/releases/2016/04/160419214147.htm