Peneliti dari Universitas California, Los Angeles baru-baru ini memverifikasi regimen herbal Cina dengan nama TSY-1 (Tianshengyuan-1) yang memiliki mekanisme aksi anti-kanker dan mungkin berguna dalam mengobati defisiensi sel darah.

TSY-1 sudah banyak digunakan dalam manajemen anemia aplastik di Cina selama beberapa tahun sebelum penemuannya. Penemuan ini menambahkan daftar panjang obat herbal Cina yang memiliki fakta medis.

Obat herbal Cina sudah banyak digunakan di lebih dari 100 negara

Obat Tradisional Cina (Traditional Chinese Medicine/TCM) sudah banyak digunakan sejak lebih dari 2.500 tahun lalu dan memiliki sumber dari kaum Taoisme. Obat herbal Cina sudah sejak lama menjadi bagian penting daerah Asia.

Meskipun demikian, efikasi terapi demikian banyak dipertanyakan karena tidak adanya fakta penelitian dan banyaknya penggunaan senyawa berbahaya dalam obat Cina. Meskipun demikian, banyaknya penelitian pada TCM dalam beberapa tahun belakangan membuktikan kekeliruan asumsi ini.

Sekarang, Cina berhasil memproduksi lebih dari 8.000 varian TCM yang sudah diekspor ke lebih dari 100 negara. Cina sudah menginvestasikan banyak waktu, uang, dan keringat dalam meningkatkan kualitas penelitian dan perkembangan TCM.

Di tahun 2007, Cina mengumpulkan 3563 ekstrak, 64.715 komposisi, dan 5.000 senyawa tunggal dari 3.000 herbal Cina, bersamaan dengan sekitar 130 jenis obat kimia yang diperoleh dari bahan TCM atau derivatnya.

Keberhasilan dan kegagalan obat herbal Cina

TCM memiliki beberapa keunggulan utama. Keunggulan pertamanya adalah saat menemukan bahwa apsintus manis (Artemisia annua) bisa menyembuhkan malaria. Ms. Youyou Tu, yang pertama kali menemukan hubungan ini dalam dokumen berusia 2000 tahun adalah peneliti Cina pertama yang menerima Hadiah Nobel dalam kategori Fisiologi/Pengobatan.

Di waktu yang sama, ada sejumlah besar laporan yang meragukan kandungan TCM. Sebuah penelitian di Australia menemukan bahwa 61% TCM mengandung sejumlah besar arsenik, kadmium dan timah. Toksin lain seperti pestisida, herbisida, mycotoksin dan serangga juga banyak ditemukan dalam produk TCM.

Cina berusaha membentuk standarisasi obat tradisional Cina

Untuk menemukan satu obat mungkin akan dibutuhkan waktu hingga satu dekade dan membutuhkan biaya hingga USD800 juta. Selain itu, industri kesehatan juga terus memeriksa kesempatan produk obat baru untuk menghasilkan terapi yang lebih baik, murah, dan dengan efikasi lebih baik. TCM berpotensi menjadi sektor yang besar, namun belum banyak dimanfaatkan – negara seperti Cina, India, Amerika dan bahkan Nigeria mulai lebih banyak mengadakan investasi pada penelitian dalam pengobatan herbal tradisional.

Hingga bisa ditemukan bukti yang lebih kuat, produk TCM harus ditangani dengan hati-hati. Konsumen sebaiknya hanya membeli produk tersebut dari penyedia yang berizin dan tidak mengonsumsi melebihi jumlah yang direkomendasikan.

Dokter, di sisi lain, perlu bekerja sama untuk mengedukasi publik mengenai bahaya penggunaan TCM tidak berizin dan melaporkan produk yang kemungkinan memiliki risiko keamanan tertentu. MIMS

Bacaan lain:
Memilih terapi alternatif meningkatkan risiko kematian menjadi dua kali lipat, ungkap penelitian
Teknik mikroskop cryo-elektron berhasil memenangkan Hadiah Nobel untuk kategori kimia
Hadiah Nobel 2017: Dianugerahkan kepada penemu mekanisme molekular pengontrol ritme sirkadian

Sumber:
https://www.sciencedaily.com/releases/2016/12/161215081238.htm
https://nccih.nih.gov/health/whatiscam/chinesemed.htm
https://www.hindawi.com/journals/ecam/2016/9123103/
https://www.hindawi.com/journals/ecam/2011/403709/
http://www.pbs.org/newshour/rundown/chinese-herbal-therapy-malaria-wins-part-nobel-prize-medicine/
https://www.mja.com.au/journal/2017/206/2/what-risks-do-herbal-products-pose-australian-community#13
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2649468/