Tahun ini, Feng Zhang, seorang pengembang CRISPR/Cas9 – penemuan yang mengguncang dunia ilmu pengetahuan – mendapat penghargaan sebesar USD500,000 dari Hadiah Lemelson-MIT. Meskipun demikian, menurut direktur penyelenggara di fakultas, Michael Cima dari Massachussets Institute of Technology (MIT) Koch Institute, Zhang bukan hanya dianugerahi hadiah tersebut.

Dilahirkan di Cina pada 22 Oktober 1982 – dari orangtua yang merupakan ahli komputer – Zhang pindah ke Iowa, Amerika dengan ibunya saat ia berusia 11 tahun. Ia kemudian masuk ke dalam Research Science Institute (RSI) dimana kepintarannya mengantarnya ke peringkat tiga Intel Science Talent Search. Ia juga mendapat gelar dari Universitas Harvard dan Stanford – dan di Stanford ia berhasil mengembangkan teknologi di balik optogenetik.

Lemelson diberikan "sebagai penghargaan atas inovasinya dan karena membangun ide yang mengubah ranah medis," ungkap Cima. "Zhang merupakan salah satu individu yang menggerakkan sekelompok orang bertalenta. Tampaknya dukungannyalah yang memimpin lonjakan inovasi mereka."

Image of Feng Zhang. Photo credit: Katherine Taylor/STAT
Image of Feng Zhang. Photo credit: Katherine Taylor/STAT


Perjalanan Zhang hingga menemukan CRISPR/Cas9

Sekarang ini, seorang profesor neuroscience dari Institut McGovern untuk Penelitian Otak dan dalam departemen ilmu pengetahuan otak dan kemampuan kognisi dan teknik biologi di MIT, lab Zhang sedang berfokus untuk mengembangkan teknologi genomik untuk mempelajari beberapa dari penyakit otak terparah pada model sel punca hewan dan manusia.

Ia sangat tertarik pada penyakit kompleks yang disebabkan oleh faktor risiko genetik dan lingkungan dan sulit untuk dibentuk modelnya. Pekerjaannya pada edit genom dimulai pada tahun 2010 saat ia menemukan TALENS, metode pertama untuk menargetkan gen spesifik. Di tahun 2012, ia berhasil mempublikasikan teknologi edit genom terprogram – CRISPR/Cas9.


Di tahun 2015, ia memperbaharui teknologi untuk mengembangkan /Cas9-Cpf1; dan di tahun 2016, ia menemukan CRISPR/C2c2 untuk menargetkan RNA. Kemampuannya untuk menemukan solusi berasal dari kemampuannya untuk menggunakan semua informasi dari berbagai area. "Saat saya mendengarkan seseorang atau membaca sesuatu, saya selalu berpikir, apakah ada cara untuk mengaplikasikan apa yang saya dengar atau baca menjadi satu pertanyaan?" ungkapnya.

Feng Zhang: Bukan hanya seorang peneliti, ia juga seorang penuh kasih

Salah satu alasan mengapa Zhang mendapat banyak penghargaan, adalah karena ia memberikan semua hasil kerjanya secara cuma-cuma. Dukungan Zhang untuk ilmu pengetahuan terbuka berarti ia membagikan informasi dari penelitiannya secara gratis untuk peneliti lain dan tidak meminta imbalan darinya – Addgene. Informasi ini meliputi salinan genetik dan materi biologis lainnya. "Jika Addgene tidak ada, laboratorium kami mungkin tidak bisa menemukan informasi ini," tutur Zhang.

Tetap saja, Zhang merupakan salah satu anggota Addgene yang paling populer. Dari 208 bagian informasi yang sudah ia tambahkan ke dalam platform, 42.000 salinan telah dikirim ke peneliti di 65 negara. Faktanya, bahkan Jennifer Doudna dari Universitas California, Berkley, yang bersama Zhang memperjuangkan hak paten, menemukan plasmid yang ditambahkan oleh Zhang kepada Addgene saat mereka mencoba membuktikan bahwa CRISPR/Cas9 dapat menargetkan RNA juga.

Before Addgene, Zhang and his team really struggled to send DNA research to labs around the world. Photo credit: Broad Institute/STAT
Before Addgene, Zhang and his team really struggled to send DNA research to labs around the world. Photo credit: Broad Institute/STAT


Selain itu, Zhang juga secara teratur mengadakan workshop untuk edit genom. "Ia bukan hanya mempublikasikan laporan dan memberikan [detail mengenai apa yang ia lakukan] dalam bagian metode," tutur Cima. Zhang juga mengatakan ia ingin menggunakan sebagian dari hadiahnya untuk investasi pendidikan sains.

Lemelson hanya satu dari sejumlah besar penghargaan yang diperoleh Zhang. Ia juga dianugerahi penghargaan tertinggi dari National Science Foundation in America, Alan T Waterman Award, Gairdner Foundation International Award dan National Institutes of Health Director’s Pioneer Award di Amerika. Dengan kerja kerasnya, semua penghargaan ini memang sudah sepantasnya menjadi milik Zhang. MIMS

Bacaan lain:

Terobosan medis: Dua alat edit genetik baru
Peneliti Amerika menggunakan CRISPR untuk memodifikasi embrio manusia
Ilmuwan Cina memimpin edit gen-CRISPR pada manusia untuk pertama kalinya di dunia

Sumber:
https://www.statnews.com/2017/09/19/lemelson-prize-feng-zhang/
https://mcgovern.mit.edu/principal-investigators/feng-zhang 
https://en.wikipedia.org/wiki/Feng_Zhang