Peneliti dari Universitas Alicante di Spanyol menganalisis blan kelahiran dari hampir 30.000 orang dan menghubungkannya dengan penyakit kronis untuk memeriksa apakah bulan kelahiran memiliki pengaruh dengan kesehatan jangka panjang mereka.

Peneliti menemukan banyak hubungan antara kemungkinan penyakit tertentu dan bulan kelahiran - tetapi hasil penelitian ini ditolak oleh ahli statistik dan menyebutnya tidak valid secara saintifik dan menganggapnya hanya sebagai teori astrologi belaka.

Peneliti menyebut ada efek berbeda yang muncul berhubungan dengan bulan kelahiran

Peneliti menspekulasikan bahwa perubahan lingkungan, seperti paparan sinar ultraviolet, jumlah vitamin D dan virus (terutama di musim dingin) bisa memengaruhi perkembangan fetus, atau lebih spesifik lagi sistem imunitas fetus dan kesehatannya saat dewasa.

Professor Jose Antonio Quesada, yang memimpin penelitian, mencatat bahwa bulan kelahiran "bisa digunakan sebagai indikator periode paparan awal terhadap berbagai faktor, seperti paparan sinar ultraviolet, vitamin D, suhu, paparan musiman terhadap virus dan alergi yang bisa memengaruhi perkembangan uterus dan neonatus di bulan pertama kehidupannya."

"Diketahui terdapat perbedaan pola ketahanan tubuh berdasarkan jenis kelamin," tambahnya.

Dipublikasi di jurnal Medicina Clinica, penelitian menyebutkan bahwa secara keseluruhan, bayi yang dilahirkan di bulan September cenderung lebih jarang didiagnosis penyakit kronis.

Wanita yang dilahirkan di bulan Juli mengalami 40% peningkatan risiko ketidaknyamanan dan lebih dari seperempat (27%) cenderung didiagnosis dengan tekanan darah tinggi. Sedangkan pria yang dilahirkan di bulan yang sama cenderung mengalami masalah tiroid dibandingkan mereka yang dilahirkan di bulan Januari.

Pria yang dilahirkan di bulan Juni memiliki kecenderungan 34% lebih rendah mengalami depresi dan 22% lebih rendah kecenderungan didiagnosis nyeri punggung belakang; wanita yang dilahirkan di bulan Juni memiliki 33% lebih rendah risiko migraine dan 35% lebih rendah mengalami masalah disebabkan menopause.

Wanita osteoporosis lebih banyak pada wanita yang dilahirkan di bulan April, Mei, September dan Oktober, dan pria yang dilahirkan di bulan Maret, Juni dan Desember tampaknya cenderung akan menderita katarak.

Hubungannya tidak lebih valid dibandingkan ramalan bintang

Meskipun menarik, hasilnya tidak diterima dengan baik oleh ahli statistik. Kata Dr Robert Cuffe, ambasador Lembaga Statsitika Pemerintah, "Astrologi tidak bisa dibilang sebagai ilmu pengetahuan yang baik".

"Jika Anda memeriksa 12 bulan untuk setiap 27 kondisi dan dua jenis kelamin (629 hubungan yang mungkin ada), Anda akan melihat pola yang tampak luar biasa," katanya.

"Banyak kondisi yang diidentifikasi disini berbeda dengan penelitian serupa yang dilakukan dua tahun lalu, yang Anda tidak akan berharap menemukan hubungan sesungguhnya."

Penelitian yang dilakukan sebelumnya dilakukan oleh Universitas Columbia, New York, 2015. Penelitian ini memeriksa 55 penyakit, termasuk asma, ADHD dan masalah reproduksi, dan ditemukan adanya hubungan antara kecenderungan seseorang dengan penyakit dan musim kelahiran. Mudahnya, bayi yang dilahirkan di bulan Oktober cenderung akan mengalami masalah pernapasan, tetapi juga cenderung tidak mengalami masalah jantung.

Sebaliknya, dicatat juga bahwa selain bulan kelahiran, variabel lain juga bisa memengaruhi kemungkinan seseorang terpengaruh penyakit kronik, termasuk makanan, olahraga, dan tingkat stres. MIMS

Bacaan lain:
Manfaat asam folat saat hamil
Wanita yang mencegah epidemik defek kelahiran di AS
Peneliti Singapura menemukan adanya perbedaan distribusi lemak pada bayi dengan latar belakang etnis berbeda

Sumber:
http://www.independent.co.uk/news/health/health-month-born-diseases-probability-study-alicante-statisticians-ridicule-asthma-depression-a7800646.html
http://www.dailymail.co.uk/health/article-4623802/Your-birth-month-affect-diseases-likely-get.html