Peneliti dari A*STAR, KK Women's and Children's Hospital dan National University Health System telah mempublikasikan penelitian yang bisa berguna untuk mengetahui hubungan antara volume lemak abdominal pada bayi yang baru lahir dan komplikasi kesehatan di usia selanjutnya.

Dalam penelitian yang dilakukan pada 300 bayi baru lahir dengan etnis Cina, Malay dan India di Singapura - yang merupakan bagian dari cohort kelahiran Growing Up in Singapore Towards Health Outcomes - peneliti menemukan perbedaan signifikan dalam proporsi lemak abdominal antar etnis.

"Hasil penelitian kami mengenai perbedaan etnis dalam adiposit abdominal saat kelahiran merupakan hal penting karena hasilnya bukan hanya merefleksikan pengaruh faktor geneik unik hingga kelompok etnis, tetapi juga pentingnya gaya hidup maternal spesifik-etnis dan nutrisi selama kehamilan," kata penulis Yung Seng Lee, dari A*STAR SIngapore Institute for Clinical Sciences.

Bayi dari etnis Cina memiliki distribusi abdominal terendah

Distribusi lemak abdominal telah banyak dihubungkan dengan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan metabolik, serta masalah kesehatan lain, di usia dewasa.

Ada tiga kompartemen jaringan adiposa berbeda di abdomen. Lapisan terluar merupakan jaringan abdominal subkutan terluar, berlokasi di bawah kulit mengelilingi lubang abdominal, dan diikuti oleh lapisan abdominal dalam jaringan subkutan, yang berbeda dari lemak terluar dan dipisahkan oleh lapisan jaringan fibrosa. Lapisan terdalam dari lemak adalah jaringan adiposa internal, yang mengelilingi organ.

Menggunakan scan magnetic resonance imaging di abdominal, peneliti bisa mengetahui perbedaan distribusi lemak di setiap lapisannya, dan menemukan bahwa bayi yang baru lahir dari etnis Malay dan India memiliki volume jaringan lemak subkutan lebih dalam dibandingkan bayi dari etnis Cina.

Dari hasil penelitian ini, peneliti masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi apakah perbedaan dalam risiko kardio-metabolik antar etnis dalam populasi ini merupakan hasil dari pengaruh in-utero.

"Beberapa laporan telah menemukan bahwa jaringan adiposa subkutan sangat berhubungan dengan resistensi insulin dan outcome kardiovaskular dalam dewasa diabetes tipe II," kata Mya Thway Tint dari Yong Loo Lin School of Medicine.

"Kemungkinannya besar, tetapi kami tetap harus mengikuti distribusi penyimpan lemak seiring berjalannya waktu untuk mengetahui signifikansinya."

Kesehatan maternal bisa memengaruhi distribusi lemak bayi

Untuk mengetahui efek perbedaan etnis pada adiposit, begitu juga dengan faktor maternal dan perkembangan pada risiko yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskular dan metabolik, peneliti melakukan penelitian untuk secara berkepanjangan mengetahui perubahan volume lemak abdominal ketika mereka bertumbuh hingga berusia empat tahun, dan kemudian berusia enam tahun.

Selain penemuan ini, penulis juga menggaris bawahi pentingnya kesehatan kandungan sebelum dan selama kehamilan, dengan menggaris bawahi pentingnya penelitian lanjutan untuk mengetahui hubungan antara gaya hidup calon ibu dan distribusi lemak abdominal pada bayi yang baru lahir.

"Ini bisa membantu membuat strategi intervensi awal spesifik-etnis seperti modifikasi gaya hidup dan panduan nutrisi untuk wanita [yang berencana hamil]," kata Tint. MIMS

Bacaan lain:
5 poin penting BPJS yang perlu diketahui oleh tenaga kesehatan
Hibrida manusia-babi pertama di dunia: Terobosan medis atau dilema etik?
Bahayanya menulis resep untuk bayi yang baru lahir
Menteri Kesehatan Singapura memonitor bayi dari ibu terinfeksi Zika hingga berusia 3 tahun
PBB: Hapuskan hukum anti-aborsi di dunia


Sumber:
https://medicalxpress.com/news/2017-01-ethnic-differences-abdominal-fat-birth.html 
http://ajcn.nutrition.org/content/103/5/1311