Banyak sekali tantangan yang harus dihadapi mahasiswa buta warna di India agar bisa masuk fakultas kedokteran.

Di tahun 2015, dua mahasiswa ditolak dari Fakultas Kedokteran Tripura, meskipun mereka lolos tes masuk. Tidak mengejutkan lagi bahwa selama beberapa dekade, mahasiswa penderita defisiensi buta warna (CVD) tidak bisa masuk ke dalam industri medis di India.

Mahkamah Agung menyebut praktek ini "regesif"

Tidak ingin menyerah akan mimpinya, dua mahasiswa ini akhirnya memutuskan untuk membawa permasalahan ini ke pengadilan. Saat pembelaan mereka ditolak di Pengadilan Tinggi Tripura – mereka menyerahkan kasus ini ke Mahkamah Agung. Pada 7 Juli, pengadilan setuju dan keputusan sudah dibuat pada 31 Juli untuk membuka kesempatan dan mengakhiri praktek tradisional.

Badan Medis India (MCI), yang dituntut, menyatakan bahwa orang buta warna tidak bisa melakukan tugas mereka sebagai seorang dokter, inilah mengapa mereka melarang para penderita buta warna untuk mempelajari ilmu kesehatan. Menurut MCI, dokter buta warna tidak bisa menghasilkan keputusan yang adil dan membuat prognosis penyakit.

Penjelasan MCI tidak memuaskan Mahkamah Agung karena pengadilan menolak logika berpikir mereka dan menyebutnya sebagai "regresif". Mahkamah Agung kemudian memerintahkan komite baru untuk mempelajari masalah ini. Dengan dua dokter opthalmologi, seorang ahli genetik, psikiatrik dan psikologi dalam komite ini, kesimpulan yang dibuat adalah pelarangan ini tidak masuk akal dan harus dihapuskan.

Komite ini juga menggunakan Jepang sebagai contoh karena Jepang menggunakan pembatasan yang sama, yang kemudian dihilangkan beberapa dekade lalu. Negara lain di dunia juga tidak melarang mahasiswa kedokteran dengan tingkat buta warna berbeda. Komite ini menambahkan bahwa keputusan formal harus diambil dari pertemuan badan umum akademik, yang akan diadakan pada bulan Oktober.

Dokter berprestasi di India membela para mahasiswa ini

Ironisnya, dokter, yang dianggap dokter bedah gastrointestinal terbaik di India, merupakan penderita buta warna sebagian. Bercerita mengenai pencapaiannya sebagai dokter buta warna sebagian, Dr Samiran Nundy menjelaskan bahwa "Saya sudah melakukan lebih dari 25.000 operasi, mengajar dan melatih ratusan dokter, mempublikasikan 13 buku, 230 laporan penelitian dan mengedit empat jurnal.

Dr Nundy menyebutkan bahwa mahasiswa buta warna tidak boleh disepelekan; namun, harus diberikan kesempatan, sama seperti mahasiswa kedokteran lain. Pembicara MCi menyebutkan di pengadilan bahwa tes buta warna sebagai bagian dari pemeriksaan wajib sudah dihilangkan – dan mahasiswa hanya perlu melalui ujian masuk agar bisa memasuki fakultas kedokteran.

Panduan harus diberikan ke mahasiswa CVD

Menurut bukti penelitian dari penelitian yang dilakukan oleh Universitas College of Medical Sciences (UCMS) di Delhi, mahasiswa CVD harus dibantu dan diberikan konseling untuk praktek yang aman. Penelitian juga menambahkan bahwa mahasiswa CVD harus menerima konsultasi sehingga mereka bisa memahami batasan mereka.

Dalam laporannya, komite setuju bahwa CVD tidak boleh dijadikan alasan bagi mahasiswa untuk tidak masuk fakultas kedokteran. Ini merupakan masalah umum yang sering muncul di antara banyak orang, seharusnya tidak boleh ada pembatasan masuk, selesainya, dan pendaftaran untuk anak-anak ini.

Dalam laporan 35 halaman, komite juga menyebutkan, "Pertama, proses diagnosis dan terapi tidak hanya bergantung pada kemampuan untuk membedakan warna. Dokter CVD juga bisa mengatasi kesulitan mereka dengan melakukan pemeriksaan lebih mendetail dan meminta bantuan sejawat lain."

Komite meyakinkan pengadilan bahwa tidak ada praktek internasional yang menerima atau menolak calon mahasiswa disebabkan defisiensi warna visual mereka. Tidak ada peraturan yang mengatur hal ini dalam hal penerimaan dokter masuk praktek medis. MIMS

Bacaan lain:
Seorang anak menjadi buta akibat reaksi simpang obat bebas
Warna obat untuk meningkatkan kepatuhan pasien
Tiga wanita lansia menjadi buta setelah terapi sel punca yang tidak disetujui

Sumber:
http://www.indialegallive.com/top-news-of-the-day/news/now-colour-blindness-no-bar-studying-medicine-india-29850
http://timesofindia.indiatimes.com/india/mci-agrees-to-allow-colour-blind-students-in-medical-colleges/articleshow/59850459.cms
https://thewire.in/156211/colour-blind-medical-students-seeks-screening-counselling/