Selama lebih dari satu dekade, industri farmasetika banyak membiayai penelitian mengenai kontrol infeksi untuk menguji efikasi tissue antibakteri. Hubungan tersebut banyak terjadi dalam bisnis kontrol infeksi.

Meskipun demikian, banyak tenaga kesehatan percaya bahwa pembiayaan industri dalam penelitian klorheksidin oleh perusahaan seperti Sage Products telah mengotori tujuan penelitian sebenarnya. Keamanan dan efektivitas tissue klorheksidin dilebih-lebihkan agar penjualan produk bisa ditingkatkan.

"Kami tahu infeksi resisten antibiotik sudah tidak terkontrol. Kami memerlukan sesuatu yang bisa memberi efek," kata Martin Blaser, profesor di Departemen Mikrobiologi Universitas New York dan kepala Badan Penasehat Presidensial dalam Melawan Bakteri Resisten Antibiotik.

Penggunaan berlebih bisa memicu resistensi antibiotik

Di Pusat Medis Universitas Rush di Chicago, penelitian dibiayai oleh Sage Products untuk menguji efikasi tissue yang direndam dengan klorheksidin, senyawa kimia antibakteri yang kuat. Di tahun 2006, penelitian yang dipublikasikan mengonfirmasi efikasinya pada pasien rumah sakit, yang mengarahkan ke persetujuan Food and Drug Administration (FDA) mengenai penggunaan tissue untuk membersikan kulit sebelum operasi.

Sage Products sudah sejak lama mendukung penelitian yang dilakukan oleh Dr Robert A. Weinstein, seorang dokter spesialis penyakit infeksi di Rush dan pemimpin penelitian, dan koleganya, yang merekomendasikan penggunaan "off-label" untuk mencuci pasien dengan tissue berpaten setelah dilakukan beberapa percobaan.

Penggunaan produk klorheksidin sekarang menjadi lebih umum di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain dimana "superbug" resisten-obat merupakan satu masalah utama. Di tahun 2014, survey yang dilakukan oleh Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC) menemukan 63% rumah sakit rutin memandikan pasien dengan klorheksidin.

Meskipun demikian, masih tidak mungkin untuk menyimpulkan apakah mencuci pasien setiap hari dengan biosida poten tersebut merupakan langkah yang bijaksana atau efektif, menurut Blaser. Ia mengatakan bahwa penggunaan yang tidak bijaksana bisa memicu resistensi obat pada bakteri berbahaya atau membunuh bakteri baik, dengan konsekuensi yang berbahaya.

Hasil penelitian kontraindikasi dengan angka kejadian infeksi

Hasil menjanjikan dari penelitian yang dibiayai industri ini berkebalikan dengan angka infeksi bakteri resisten-obat di rumah sakit di Amerika Serikat. Faktanya, CDC telah menyebutkan lebih dari lusinan superbug yang mengancam kesehatan masyarakat dan menyebabkan infeksi.

Potensi risiko klorheksidin ditemukan ketika FDA mengeluarkan peringatan di bulan Februari tahun ini mengikuti laporan reaksi alergi, kasus kematian dan kejadian efek simpang lain yang berhubungan dengan kimia. Penelitian yang dilakukan di Universitas Cardiff juga menunjukkan bahwa penggunaan tissur basah menyebarkan superbug dari satu permukaan ke permukaan lain.

Selain itu, Sage Products dimina untuk menarik produk mereka di tahun 2008 dan tahun lalu karena infeksi patogen bisa ditemukan di tissue klorheksidine. Artikel yang dipublikasi tahun 2013, ditulis oleh Weinstein, dijelaskan bahwa penarikan di tahun 2008 terjadi karena "interupsi terapi", dan menyimpulkan bahwa tissue basah itu aman dan efektif tanpa menjelaskan mengenai infeksinya.

Penelitian sekarang banyak menerima kritik

Penelitian masih banyak yang dibiayai industri tanpa pembiayaan dari pemerintah. Salah satu penelitian terbaru yang dipimpin oleh Weinstein dilakukan untuk mengetahui apakah pencucian semua orang dewasa di unit perawatan intensif setiap hari dengan tissue klorheksidin bisa menurunkan angka infeksi superbug methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA).

Meskipun penelitian menyatakan pengelapan setiap hari bisa menurunkan infeksi hingga 44%, namun ada banyak kontroversi terhadap data dan hasilnya. Penelitian dikatakan tidak cukup mencatat keuntungan dari penggunaan klorheksidin harian atau risikonya.

"Ini bukan kasusnya," kata Dr Kevin Kavanagh, peneliti keamanan pasien, yang mempublikasikan kritikannya dalam artikel di tahun 2013. "Ketika Anda memeriksa datanya, mayoritas efek pencegahan infeksi hanya ditemukan dalam bakteri dan jamur kulit yang lebih jinak."

Meskipun demikian, Weinstein mengelak dari kritikan yang ada, mengatakan bahwa banyak penelitian membuktikan bahwa klorheksidin memang benar-benar bekerja dan banyak orang mendapat manfaat dengan menurunnya risiko infeksi.

"Selama orang-orang mendapat manfaat... Anda menggunakannya," kata Weinstein. "Jika resistensi muncul, mungkin akan ada produk baru." MIMS

Bacaan lain:

WHO mengumumkan 12 superbug yang bisa menjadi ancaman terbesar dalam kehidupan manusia
Satu-dua serangan obat bisa digunakan untuk melawan superbug
WHO ingin mengubah terapi Infeksi Menular Seksual (IMS) karena tingginya angka kejadian resistensi antibiotik
Apakah obat biosimilar benar-benar lebih murah?


Sumber:
http://uk.reuters.com/article/uk-usa-superbugs-research-specialreport-idUKKBN1791YN
http://www.bbc.com/news/uk-wales-33054489
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0196655316002005