Sekretaris PBB Ban Ki-moon, mengumumkan penolakan terhadap 'serangan yang membabi-buta' ke tenaga dan fasilitas kesehatan di Siria. Beliau meminta Dewan Keamanan untuk mengambil keputusan tegas demi menghentikan kriminalitas.

Ada setidaknya enam orang yang terbunuh dalam pengeboman udara dan serangan tentara di rumah sakit terbesar di Aleppo. Serangan ini menyebabkan kematian 400 orang dan 1.700 orang luka-luka.

Ia menyatakan bahwa serangan membabi-buta pada rumah sakit merupakan kriminalitas perang dan kemudian menambahkan bahwa menyerang fasilitas kesehatan merupakan pelanggaran hukum internasional.

Asosiasi kedokteran mengatakan bahwa sekarang hanya tersisa enam rumah sakit dan mereka sudah terkepung oleh pengeboman udara dan serangan tentara.

Larangan: "Serangan membabi-buta ke rumah sakit merupakan kriminalitas perang"

"Mencegah akses ke fasilitas kesehatan merupakan pelanggaran hukum internasional," kata Mr. Ban, menggarisbawahi tiga rekomendasi sikap ke Dewan Keamanan PBB.

Pertama, negara anggota harus menunjukkan respek ke fasilitas kesehatan meskipun sedang berada dalam kondisi berperang. Mereka tetap harus mematuhi hukum internasional.

Kedua, negara anggota dan pihak yang berperang harus menjaga keamanan fasilitas dan tenaga kesehatan ketika mereka merencanakan dan melakukan operasi militer, termasuk perintah militer, lokasi target, memberikan peringatan dan mengadakan evakuasi terlebih daulu.

Ketiga, akuntabilitas merupakan hal terpenting. Orang-orang yang melanggar hukum harus dihukum, dan reparasi dan dukungan harus diberikan ke orang-orang yang terpengaruh oleh serangan tersebut.

Hanya tersisa 5% tenaga kesehatan di Aleppo

Dalam pernyataan 5 anggota Dewan Kemanan selama perdebatan akan perlindungan dan fasilitas kesehatan di daerah konflik, sekretaris PBB juga menyatakan bahwa "Kegagalan untuk beraksi merupakan penghinaan akan hukum kemanusiaan. Kondisi ini merusak peraturan dan sistem pemerintahan secara keseluruhan."

Ia mencatat bahwa hampir 600 serangan di antara 2014 dan 2015 berhasil membunuh 959 orang dan melukai lebih dari 1.500 orang.

Serangan demikian merupakan serangan yang membabi buta dan menyebabkan penderitaan, diaspora, dan krisis kemanusiaan. Ia menyatakan bahwa hukum internasional membuat jelas bahwa tenaga, fasilitas, dan transportasi kesehatan harus dilindungi dan tidak peduli status yang terluka, baik itu korban dan tentara semua harus diperlakukan sama.

Kota Aleppo telah menghadapi kondisi ini selama lima tahun. Rumah sakit, klinik, ambulans dan staf medis semuanya diserang. Yang mengagetkan, 95% tenaga kesehatan yang sebelumnya ada di kota ini sebelum perang dilaporkan telah meninggalkan kota, ditahan atau dibunuh.

Rumah sakit tetap menjadi sasaran tanpa mempedulikan Konvensi Jenewa

Pemimpin International Committee of the Red Cross (ICRC), Peter Maurer menggarisbawahi pentingnya mengabadikan hukum yang melindungi akses ke fasilitas kesehatan dan memastikan penyerangan ini akan dihukum.

"Dibutuhkan perjanjian yang lebih ketat terhadap bagaimana mengubah komitmen menjadi realitas, untuk melindungi orang-orang yang menderita selama perang. Saya ingin Anda terus memperbaharuinya (legislasi yang lebih ketat)," katanya, dengan mengarahkan bahwa Dewan Keamanan perlu memberi perlindungan lebih baik lagi ke tenaga kesehatan, ke pasien yang sakit dan terluka, rumah sakit dan klinik dalam daerah konflik.

"(Pada September 28) dua rumah sakit terbesar di Aleppo diserang. Pasien banyak yang terbunuh. Tenaga kesehatan banyak yang terluka. Dan di seluruh negara, banyak rumah sakit tidak lagi berfungsi, sehingga orang-orang yang cedera hanya memiliki sedikit harapan akan bantuan tenaga kesehatan. Tidak adanya akses ke listrik dan suplai air serta tidak adanya obat-obatan semakin mempersulit mereka menjangkau pertolongan medis," katanya. MIMS

Bacaan lain:
Langka namun mematikan: Amoeba pemakan otak
Cryotherapy: Membekukan kanker payudara
Membunuh yang satu demi menyelamatkan yang lain: Tantangan etika dan medis pada kembar siam
Penyakit langka dan obatnya: Apa yang harus diketahui apoteker


Sumber:
http://www.un.org/apps/news/story.asp?NewsID=55149#.V-yrYZGd5PN
http://www.aljazeera.com/news/2016/09/air-strikes-put-aleppo-hospitals-service-160928102656036.html