Pasien yang terlibat dalam program tahap akhir oleh Kita Pharma dari obat CAR-T KTE-C19 meninggal karena edema cerebral, kondisi pembengkakan otak yang sama yang juga membunuh lima pasien dalam penelitian klinis Juno Therapeutic tahun lalu.

Kedua perusahaan ini sedang mengembangkan jenis imunoterapi kanker yang sama, disebut CAR-T. Kite telah menginformasikan kepada FDA bahwa tidak ada pemberhentian atau penundaan penelitian.

Kematian terjadi pada bulan April akhir dan memicu waspada akan penggunaan obat imunoterapi yang menjanjikan harapan besar bahkan meskipun ada efek samping berbahaya yang membayanginya. Kite sebelumnya berhasil memberi terapi kepada ratusan pasien tanpa kejadian edema cerebral.

"Memburuknya kondisi neurologis hanya terjadi dalam waktu dua hari," kata KITE CMO Dr David Chang. "Dalam periode waktu, kondisi kesehatan pasien semakin menurun."

Munculnya kekhawatiran karena obat Kite serupa dengan Juno

Pasien yang dievaluasi untuk mengetahui pengamanan obat dalam penelitian tahap akhir, menderita limfoma non-Hodgkin refraktori yang merupakan "tumor eksplosif" dan "tumor yang cepat berkembang dan menunjukkan beragam gejala," kata Dr Chang. Pasien juga mengalami demam - tetapi pengujian untuk infeksi yang melatar belakangi menjadi tampak negatif - dan ikut menyerang berbagai organ bersamaan dengan pembengkakan otak dan mati pada April akhir.

Tetapi banyak investor dan skeptis menyebutkan bahwa meskipun ukuran subjek uji tergolong kecil untuk menarik satu kesimpulan, namun KTE-C19 hanya memiliki perbedaan dalam daerah ikatan dari JCAR015. Penyebab pasti edema cerebral masih belum diketahui dengan jelas.

Meskipun demikian, pembicara Kite mencatat bahwa "kami tidak melihat adanya masalah keamanan" dan perkembangan penelitian akan terus dilanjutkan. Kite juga mencatat bahwa semua kejadian efek simpang tingkat 5 yang berhubungan dengan KTE-C19 hanya muncul pada 2% dari sekitar 200 pasien - 300 dari pasien dalam penelitian NCI diikutsertakan - yang diterapi dalam penelitian, mendukung manfaat imunoterapi.

Hal ini bisa dijadikan sebagai bahan pengkajian oleh Kite dan menunda usaha Kite untuk mencari persetujuan FDA di akhir tahun ini. Kite Pharma, bersama dengan kompetitor Novartis dianggap sebagai pemimpin terapi setelah Juno dimina untuk menarik program mereka setelah ada kematian lima partisipan penelitian mereka.

Pemeriksaan keamanan untuk terapi CAR-T

Untuk mengembangkan terapi CAR-T, sel imun pasien ditanam dan dimodifikasi untuk menyerang sel kanker mereka. Hasil yang lebih awal menunjukkan hasil menjanjikan tetapi banyak peneliti menunjukkan tanda waspada dengan menyatakan bahwa mereka baru mencapai pemahaman awal di lapangan. Beberapa pasien mengalami gangguan sitokin yang kemudian berubah menjadi letal. Tidak ada terapi CAR-T yang sudah disetujui hingga saat itu.

Dokter dari semua penelitian klinis menggaris bawahi bahwa pasien yang meninggal selama eksperimen sudah memiliki kondisi sangat sakit dan sudah banyak mencoba beragam terapi tradisional. Termasuk pasien yang meninggal bulan lalu, Kite menyatakan bahwa "pasien yang terlibat dalam intervensi merasa bahwa CAR-T merupakan pilihan terakhir yang ada."

Tidak ada industri yang menguji cara baru untuk menghindari efek samping toksik. Dr Chang mengatakan mereka akan lanjut memperhatikan efikasi dan keamanan obat sebagaimana yang diproses dalam penelitian, seperti penambahan obat antikonvulsan dan imunosupresif. MIMS

Bacaan lain:
Terobosan kanker: Respon 100% dari terapi CAR-T untuk multiple myeloma
Hibrida manusia-babi pertama di dunia: Terobosan medis atau dilema etik?
Terapi gen bisa menurunkan beban penderita diabetes

Sumber:
http://www.fiercebiotech.com/biotech/investors-spooked-by-kite-car-t-death-but-biotech-remains-confident
http://www.xconomy.com/national/2017/05/08/kite-car-t-death-an-unwelcome-mystery-as-fda-mulls-approval/#
https://endpts.com/one-of-kites-car-t-patients-died-from-cerebral-edema-triggering-a-safety-alarm/
https://www.statnews.com/2017/05/08/patient-dies-kite-car-t-therapy/