A.G. (29 tahun) merupakan seorang pasien Greystone Park Psychiatric Hospital sejak 2014 untuk menyembuhkan anoreksianya, namun pada akhirnya ia diizinkan menolak terapi berupa dipaksa makan dan diperbolehkan mendapat perawatan untuk meninggal oleh Hakim Agung di Amerika.

"Keputusan ini dibuat oleh A.G. (pasien) dengan memahami bahwa kematian bisa jadi merupakan kemungkinan outcome terapi ini," kata hakim.

Keinginan pasien vs otonomi

Anoreksia nervosa merupakan penyakit psikiatrik yang paling banyak terjadi pada wanita muda, dan berpotensi mengancam nyawa, dengan 5% hingga 20% kecepatan mortalitas - satu dari penyebab mortalitas tertinggi.

Dalam kasus ekstrem, Mental Health Act di Inggris mengizinkan dokter merujuk pasien ke rumah sakit untuk mendapat terapi wajib, untuk mengabulkan keinginan pasien dan mencegah malnutrisi hingga mati kelaparan.

A.G. telah menderita penyakit gangguan makan hampir sepanjang hidupnya, sejak temannya membandingkan pahanya ke paha anak perempuan lain di kelas dansa pada awal masa sekolahnya.

Pada usia 13 tahun, ia mulai memuntahkan makanan yang ia makan.

Masalahnya pertama kali dibawa ke meja hijau pada bulan Juni, setelah New Jersey Division of Law melaporkan bahwa ia tidak bisa memberi keputusan terapi medis untuk pasien ini.

Setelah dipaksa makan, berat badan A.G. berhasil naik sekitar 13 kg, tetapi ia juga menderita gagal jantung karena "sindrom kembali makan."

Psikiatrik: Dipaksa makan bisa menjadi hal yang "jahat dan kejam"

Setelah sekitar dua tahun dirawat di rumah sakit New Jersey, A.G. menyampaikan keinginannya untuk mendapat terapi paliatif, sehingga banyak yang mengatakan ia tidak kompeten dan tidak ingin menjalani terapi karena kesehatan mentalnya yang buruk, selain itu A.G. juga menderita depresi dan rasa takut dipaksa makan yang jika dibiarkan dapat menyebabkan bunuh diri.

Ia mengatakan bahwa anoreksia bukan kondisi parah yang perlu dibawa ke atas meja hijau hanya demi memberi keputusan terapi pemberian makan paksa, kata Department of Human Services.

Jika disetujui, A.G. akan dikontrol dan diberikan makanan secara paksa melalui tabung nasogastrik tiga kali sehari.

Namun, dokter yang merawat mengatakan bahwa ia didiagnosis anoreksia nervosa parah, dan pengacaranya, Edward D'Alessandro Jr., menambahkan bahwa ia bisa hidup beberapa bulan atau tahun lagi tanpa intervensi medis.

Masalah etika untuk mengabulkan harapan pasien

A.G. juga mengatakan bahwa ia sudah siap mati, tetapi dengan hidup yang bebas.

Menurut psikiatrisnya, Joshua Braun, dipaksa makan bisa dianggap sebagai sesuatu yang "jahat dan kejam," dan bahwa memaksa pasien, yang memiliki berat badan 30kg dan densitas tulang seperti orang berusia 92 tahun, bisa menyebabkan fraktur tulang.

Hakim Paul Armstrong mensitasi hak kasus pasien dimana "pasien, keluarga, dokter, dan institusinya perlu berkooperasi untuk membuat keputusan yang bernilai dan penting dalam mengarahkan pengobatan modern" dan memahami pendapat pasien, "terus terang, bertanggung jawab, penuh pemahaman, sukarela, tegar, dan penuh kredibilitas," yang kemudian dapat digunakan sebagai keputusan untuk menolak pemberian nutrisi dan perintah yang tidak sesuai dengan keinginannya.

Ibu pasien menyebutkan bahwa mereka sudah melakukan apa yang bisa selama lebih dari sepuluh tahun untuk membantu A.G. melawan anoreksia, tetapi ia menambahkan bahwa ia akan menerima keputusan anaknya.

"Anggapan proses ini akan sangat mengganggu dan ia tidak merasa damai,' kata ibu A.G.

"Ia tidak pernah bisa hidup tenang. Ia tersiksa." MIMS

Bacaan lain:
Perawat mengeluarkan laba-laba hidup dari telinga seorang wanita
Terkabulnya harapan seorang anak perempuan 14 tahun untuk diawetkan dengan cryonic
Penipuan kodein seharga S$524 pada dokter klinik oleh seorang wanita Singapura
Kesalahan diagnosis: 37 hari untuk menemukan sebuah koin tersangkut di tenggorokan seorang balita
Ketua Yayasan Ginjal Nasional Singapura dipecat karena "tindakan tidak senonoh" pada seorang karyawan pria


Sumber:
https://www.washingtonpost.com/news/morning-mix/wp/2016/11/22/anorexic-woman-weighing-69-pounds-has-a-right-to-starve-court-rules/
https://www.statnews.com/2016/11/23/anorexic-forced-feedings/
http://www.independent.co.uk/life-style/health-and-families/health-news/anorexia-right-to-starve-death-die-eating-disorder-force-feeding-compulsory-treatment-beat-new-a7433381.html 
https://www.nationaleatingdisorders.org/anorexia-nervosa