Meskipun arthroscopy lutut, merupakan prosedur paling banyak dilakukan di dunia, namun ternyata prosedur ini tidak direkomendasikan pada hampir semua pasien penyakit degeneratif lutut.

Menurut forum ini, meskipun arthroscopy lutut dilakukan dua juta kali dalam satu tahun, namun prosedur ini tidak memberi pengaruh apapun dan tidak memberikan penyembuhan jangka panjang dalam hal rasa sakit dan fungsi lutut pada pasien penyakit degeneratif lutut. Panduan baru ini tidak hanya terbatas pada artritis tetapi juga untuk pasien meniscus tear, onset nyeri tiba-tiba dan gejala mekanik.

"Kami sangat menolak rekomendasi penggunaan arthroscopy untuk semua pasien penyakit degeneratif lutut, berdasarkan pengkajian sistematik. Penelitian lebih lanjut cenderung tidak bisa mengubah rekomendasi ini," tulis laporan penelitian.

Penelitian membuktikan bahwa operasi terlalu banyak dilakukan

Tim ahli terdiri dari dokter bedah tulang, psikoterapis dan dokter klinis yang menganalisis data dari lebih dari 1,8 juta pasien dengan pengalaman penyakit degeneratif lutut. Peneliti mengkaji 13 penelitian acak terkontrol dan 12 penelitian observasional untuk mengetahui kelayakan operasi lutut arthroscopic.

Berdasarkan penemuan penelitian yang dilakukan di tahun 2016, kajian ini menyatakan bahwa pasien dengan meniscus tear medial degeneratif tidak mengalami perbaikan kondisi setelah dua tahun operasi dibandingkan pasien yang melalui manajemen konservatif, seperti terapi olahraga fisik atau pengobatan.

Sementara itu, penelitian sebelumnya di tahun 2013 juga menemukan bahwa membuang bagian meniscus melalui operasi tidak memberikan manfaat apapun. Meskipun demikian, operasi arthroscopic masih menjadi prosedur yang umum dilakukan pada pasien dengan gejala penyakit lutut degeneratif hingga sekarang.

"Amerika Serikat sendiri menghabiskan uang sebesar USD3 miliar dalam waktu satu tahun untuk melakukan prosedur ini," kata penulis Dr Reed Siemieniuk, peneliti kesehatan di Universitas McMaster, Toronto, Kanada.

Alasan dilakukannya prosedur ini

Sebagaimana yang dicatat oleh forum, beberapa faktor bisa jadi dihubungkan dengan tingginya angka operasi tersebut. Siemieniuk mengatakan penggunaan berlebih arthroscopy lutut banyak terjadi di banyak negara industri dimana tenaga kesehatan dibayar oleh pemerintah.

Meskipun demikian, mungkin bukan hanya untuk tujuan finansial, tambah Siemieniuk, penggunaan berlebih ini juga bisa mengindikasikan bahwa ada kegagalan pengaplikasian prosedur baru dalam praktek klinis.

Selain itu, Dr David Jevsevar, pemimpin badan organisasi penelitian dan kualitas menyatakan bahwa kebanyakan dokter bedah melakukannya karena ingin membantu pasien mereka. "Saya pikir mayoritas dokter bedah tidak melakukan sesuatu karena uang," katanya. "Mereka melakukannya karena mereka pikir mereka sedang bekerja."

Siemieniuk mengatakan, "Dan ada ekspektasi tertentu dari pasien saat mereka memutuskan bertemu dokter bedah, dokter bedah pasti memiliki solusi penyakit mereka."

Selain itu, frustasi pasien dengan pendekatan konservatif dan penundaan dalam mengembangkan prosedur baru dalam praktek klinis bisa menyebabkan dilakukannya prosedur yang tidak penting.

"Setelah dikeluarkan panduan praktek baru, dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengimplementasikan hal ini," kata Siemieniuk. "Kami pikir ini terlalu lama. Dalam komunitas medis, seharusnya ini bisa dilakukan lebih cepat."

Panduan tidak selalu bisa diterapkan

Meskipun ada penolakan besar terhadap arthroscopy lutut, dokter dalam American Academy of Orthopaedic Surgeons mengatakan ada pengecualian dalam semua panduan meskipun organisasi sangat setuju dengan penemuan ini.

"Pasien bisa jadi salah jika mereka menganggap 100% intervensi ini merupakan intervensi yang salah," kata Jevsevar. "Akan ada skenario tertentu dimana hal ini bisa dilakukan."

Dr Kevin Shea, seorang pembicara dari akademi dan profesor bedah orthopedi di Universitas Connecticut, mengatakan operasi arthroscopy masih bisa dilakukan untuk membantu pasien dengan masalah pergerakan sendi disebabkan meniscus tear yang belum parah dan menyebabkan osteoarthritis sedang atau parah.

"Pasien ini pertama-tama harus diberikan obat penghilang nyeri ringan dan terapi olahraga, tetapi operasi masih menjadi pilihan terapi untuk mereka," tambah Shea. Dengan demikian, pasien disarankan untuk ikut proses pengambilan keputusan dengan dokter bedah untuk konfirmasi pentingnya arthroscopy lutut. MIMS

Bacaan lain:
Kerontokan gigi bisa jadi berhubungan dengan masalah kesehatan lain
Penelitian menunjukkan angka kejadian kanker pada anak-anak semakin meningkat
Hubungan antibiotik dengan perubahan tingkah laku
Lebih dari 20% pasien penderita kondisi serius pernah mengalami salah diagnosis


Sumber:
https://www.statnews.com/2017/05/10/knee-surgery-unnecessary/
http://www.aol.co.uk/living/2017/05/10/keyhole-knee-surgery-not-recommended-for-those-with-degenerative/
http://www.dailymail.co.uk/health/article-4494092/Keyhole-knee-surgery-arthritis-pain-pointless.html
http://www.standard.co.uk/news/health/keyhole-knee-surgery-commonly-performed-on-arthritis-patients-achieves-nothing-says-study-published-a3536081.html
http://tucson.com/lifestyles/health-med-fit/new-guidelines-say-no-to-most-keyhole-knee-surgeries/article_949463e7-3356-5ab2-a8cd-78f79bf39fa8.html
https://medicalxpress.com/news/2017-05-experts-surgery-patients-degenerative-knee.html