Ada banyak tokoh menarik wanita di dunia pengobatan Malaysia – namun hanya sedikit yang pernah mendengar kisahnya. Banyak dari wanita ini bekerja secara diam-diam, mengambil beban para tenaga kesehatan pria dan turut serta membela kaumnya.

Para wanita ini adalah dokter, perawat, apoteker, peneliti, bidan, teknisi kesehatan, dan lain sebagainya. Berikut cerita bagaimana hidup mereka mengubah kehidupan warga Malaysia.

1. Sybil Kathigasu (Perawat dan Bidan)

Sybil Medan Daly merupakan seorang perawat dan bidan terlatih yang bekerja dengan suaminya Dr Adson Clement Kathigasu. Saat Jepang menguasai Malaya di tahun 1948, beliau memberikan bantuan medis dan informasi ke tentara, di sebuah ruko kayu di Papan, Perak. Beliau kemudian tertangkap dan disiksa oleh tentara Jepang, tetapi kemudian berhasil selamat, meskipun menderita cedera serius. Majalah TIME menyebut Sibyl sebagai "Edith dari Malaya", dalam artikelnya yang dipublikasikan pada 8 Juni 1948.

Sibul meninggal pada 1948 karena efek dari siksaan (septikemia akut disebabkan fraktur rahang akibat tendangan sepatu tentara Jepang); tetapi setelah beliau menyelesaikan buku catatan kehidupannya "No Dram of Mercy", yang pertama kali dpublikasikan pada 1954. Miniseri drama, berdasarkan kehidupan nyata Sybil dirilis tahun 2010 dengan judul "Apa Dosaku", peran titular dimainkan oleh Mantan Miss Universe Malaysia 2003 dan pembawa acara TV, Elaine Daly, yang merupakan cucu Sybil.



2. Tan Sri Dr Jemilah Mahmood

An obstetrician and gynaecologist by training with more than 25 years of experience in the medical field, Dr Jemilah Mahmood founded MERCY Malaysia, a humanitarian organisation which provided emergency healthcare in more than 15 countries. Photo credit: International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC)
An obstetrician and gynaecologist by training with more than 25 years of experience in the medical field, Dr Jemilah Mahmood founded MERCY Malaysia, a humanitarian organisation which provided emergency healthcare in more than 15 countries. Photo credit: International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC)


Dr Jemilah terkenal sebagai pendiri Mercy Malaysia. Tetapi, bukan hanya itu saja, beliau sudah pernah merasakan neraka dan berhasil keluar dari dalamnya. Di tahun 2003, saat ikut dalam misi penyelamatan ke Irak, Dr Jemilah tertangkap berada di daerah perbatasan perang, dan tertembak di daerah panggul.

Saat itu, beliau juga menjadi saksi terbunuhnya dua dokter lain dan seorang apoteker. Bukannya merasa hancur, beliau kemudian menjahit luka tembaknya dan terus bekerja. Seiring berjalannya waktu, tidak ada tanda beliau akan berhenti dan sekarang menjabat sebagai sekretaris umum dari International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC).

3. Tun Dr Siti Hasmah Mohd Ali

Tun Dr Siti Hasmah is naturally friendly and gracious. Photo credit: Malaysia Tatler
Tun Dr Siti Hasmah is naturally friendly and gracious. Photo credit: Malaysia Tatler


Tun Dr Siti Hasmah terkenal sebagai istri Perdana Menteri terlama di Malaysia, Tun Dato’ Seri Dr Mahathir Mohamad. Meskipun demikian, tidak banyak yang tahu bahwa beliau merupakan seorang dokter medis, dan merupakan wanita pertama yang ditunjuk sebagai State Maternal and Child Healthcare Officer Kedah, di tahun 1936.

Beliau sudah menulis banyak artikel mengenai kelahiran dan kesehatan di Malaysia, sambil mengurus karir dan keluarganya. Selalu tampak sebagai seorang yang keibuan, sifatnya yang ramah dan rendah hati membuat beliau selalu berada dalam hati warga Malaysia.

4. Tan Sri Dato’ Seri Dr Robaayah Zambahari

With an illustrious career as a cardiologist spanning 40 years, Tan Sri Dato' Seri Dr Robaayah Zambahar has not shown any intention of retiring. Photo credit: The Star
With an illustrious career as a cardiologist spanning 40 years, Tan Sri Dato' Seri Dr Robaayah Zambahar has not shown any intention of retiring. Photo credit: The Star


Dikenal sebagai CEO dan direktur Institut Jantung Nasional atau IJN di tahun 2009, Tan Sri Dato’ Seri Dr Robaayah merupakan seorang konsultan kardiologi senior di IJN. Selama empat puluh tahun berkarir, beliau tidak pernah menunjukkan keinginan untuk berhenti.

Dr Robaayah masih terus menjadi mentor dokter kardiologi yang lebih muda sambil mengobati pasien yang menderita berbagai macam penyakit jantung.

5. Dr Felicia Chang

She may be walking with a limp – but her commitment as a doctor and friend to patients undergoing palliative care sees no boundaries: Photo credit: SAYS/The Star
She may be walking with a limp – but her commitment as a doctor and friend to patients undergoing palliative care sees no boundaries: Photo credit: SAYS/The Star


Dr Felicia mewakili ribuan dokter setiap harinya yang bekerja tanpa meminta balas jasa. Beliau merupakan seorang dokter perawatan paliatif dan mendedikasikan waktunya untuk memastikan pasien kanker menghabiskan waktu mereka senyaman mungkin.

Dr Felicia menderita poliomyelitis saat berusia satu tahun, dan membuatnya pincang – satu kakinya lebih pendek dan lemah dari kaki lainnya. Selain itu, beliau juga terdiagnosis sindrom paska poliio (PPS) yang berarti beliau rentan terhadap letargi. Meskipun demikian, hal ini tidak membatasinya dan terus mengutamakan kebutuhan pasien di atas kebutuhannya sendiri.

Dedikasi yang luar biasa ini membuatnya menerima banyak penghargaan, termasuk penghargaan The Malaysian Women’s Weekly Great Women of Our Time di tahun 2015 untuk kontribusinya terhadap kesehatan, olahraga, dan kesehatan.

Perempuan sudah sejak lama berada di garis depan dunia kesehatan, dan banyak juga yang baru melangkahkan kaki ke dalamnya. Kami menghormati keberanian para perempuan ini yang terus memecahkan halangan – dan membangun dunia kesehatan sebisa mungkin. MIMS

Bacaan lain:
Mengapa banyak wanita mulai memasuki dunia medis?
Bukan "Wonder Woman": Dokter yang hamil ini membantu melahirkan bayi wanita lain sebelum persalinannya sendiri
Penyakit langka menyebabkan seorang wanita mati kelaparan

Sumber:
http://says.com/my/news/extraordinary-malaysians-who-are-serving-a-greater-good-through-their-day-jobs
http://www.worldofbuzz.com/malaysian-doctor-stitched-gunshot-wound-save-patients/
http://www.thestar.com.my/travel/malaysia/2011/03/08/100-memorable-malaysian-women/
http://www.star2.com/people/2015/08/20/malaysias-foremost-female-cardiologist-finds-joy-in-the-sound-of-heartbeats/