Peneliti di Harvard memeriksa tengkorak di Amerika Serikat demi memahami lebih jauh mengenai penyakit osteoartritis. Ian Wallace, seorang ahli paska doktoral di palaeoantropologi dan pemimpin penelitian, bersama dengan timnya menganalisis lebih dari 2.000 tengkorak – mulai dari tengkorak peninggalan zaman purbakala yang ditemukan ahli arkeologi hingga mayat tak bernama di kamar mayat dan kadaver di fakultas kedokteran. Peneliti secara umum tertarik untuk mempelajari pelapis permukaan sendi, disebut eburnasi, yang merupakan penyebab rusaknya kartilage dan tulang menggesek satu sama lain.

Setelah itu, penelitian melaporkan hasil dalam jurnal yang baru-baru ini dipublikasi di Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America (PNAS).

Risiko ganda di zaman modern

Osteoartritis memengaruhi satu dari lima orang Amerika berusia di atas 45 tahun. dalam 50 tahun terakhir, juga ditemukan adanya peningkatan kasus osteoartritis hingga dua kalinya jika dibandingkan dengan saat Perang Dunia II. Penyakit ini dianggap sebagai penyakit usia tua dan meningkatnya indeks massa tubuh. Meskipun demikian, penelitian ini berhasil membantah pola pikir ini – dan menunjukkan bahwa ada faktor lain yang menjadi penyebabnya.

Tengkorak ini dikelompokkan menjadi periode pre-industri, industri awal, dan paska-industri. Kerusakan tiap tengkorak dianalisis, usia dan indeks massa tubuh kadaver dicatat, sebisa mungkin. Kontrol matematika digunakan dan kesimpulannya, 18% tengkorak dari periode paska-industri terbaru memiliki tanda osteoartritis dibandingkan hanya 6% dan 8% dari periode pre-industri dan industri awal.

Ini menunjukkan bahwa usia dan berat badan bukan penyebab yang bisa disalahkan. Yang perlu dicatat adalah bahwa artritis juga bisa ditemukan pada mumi Mesir dan kaum Neanderthal. Ini berarti bahwa artritis sebenarnya bisa dicegah, dan dengan pemahaman lebih lanjut mengenai apa yang dilakukan para pendahulu, membuat banyak dari mereka yang tidak mengalami kondisi penyakit ini.

Lebih banyak bergerak

Usia dan obesitas masih merupakan penyebab osteoartritis. Manusia di zaman modern memiliki usia harapan hidup yang lebih panjang dari kaum Neanderthal – karena proses penuaan secara alami memecah jaringan penghubung, dan naiknya berat badan juga menekan sendi yang kemudian akan menjadi rusak. Meskipun peneliti memiliki teori yang baik dari pemain lain yang berkontribusi pada penyebabnya, namun masih dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk mengambil suatu kesimpulan.

Profesor Harvard Daniel Lieberman dan penulis laporan penelitian senior membangun hipotesis bahwa inaktivitas fisik mungkin merupakan penyebabnya. "Ini merupakan salah satu perbedaan besar antara manusia yang hidup sekarang dan di masa lampau dimana risiko artritis jauh lebih rendah – seperti pada kakek-nenek kita, yang cenderung jarang sekali duduk dan lebih banyak berdiri dibandingkan kita," ungkap Lieberman.

Profesor David Felson dari Fakultas Kedokteran Universitas Boston dan penulis penelitian menyatakan bahwa olahraga membuat sendiri menjadi lebih rentan terhadap tekanan dan bahwa "kartilage menjadi lebih tebal dan otot yang menyokong dan melindungi sendi juga akan menjadi lebih kuat. Dan sendi lebih kuat ketika Anda aktif. Jadi, tidak adanya aktif tidak baik untuk sendi manusia," sebutnya.

Lieberman melanjutkan, "osteoartritis sendi bukan merupakan konsekuensi dari usia tua. Kita harus menganggapnya sebagai penyakit yang sebenarnya bisa dicegah. Bukankah akan sangat luar biasa jika orang-orang bisa hidup hingga usia 60, 70, atau 80 tahun dan tidak pernah menderita osteoartritis? Sekarang, lingkungan kita tidak banyak berfokus pada cara, bentuk, atau bagaimana mencegahnya. Sehingga kita harus lebih banyak mengarahkan ketertarikan peneliti untuk mencegah hal ini dan penyakit lain yang berhubungan dengan usia tua. MIMS

Bacaan lain:
Orang overweight memiliki otak "10 tahun lebih tua" daripada orang normal
Hipotalamus, bagian kecil di otak yang mengontrol proses penuaan
'Perancang bayi' mungkin masih belum bisa ada sekarang – penelitian CRISPR

Sumber:
http://news.harvard.edu/gazette/story/2017/08/harvard-research-explores-post-wwii-rise-in-knee-arthritis/
http://www.newsweek.com/knee-arthritis-has-doubled-causes-obesity-aging-pain-sugar-650648
http://www.wbur.org/commonhealth/2017/08/14/skeleton-study-arthritis-harvard