Sebagai seorang tenaga kesehatan, kita sangat memahami pentingnya makan sehat. Faktanya, kita seringkali menjadi orang yang mengedukasi pentingnya nutrisi dan diet ke pasien kita.

Tetapi mungkinkah obsesi pola makan yang benar malah menimbulkan efek buruk?

Bagaimana keinginan makan sehat berubah menjadi sebuah obsesi?

Orthorexia nervosa merupakan obsesi makan makanan yang dianggap sehat. Anda mungkin mulai mengubah pola makan untuk gaya hidup yang lebih sehat, namun jika berlebihan pola makan ini bisa merusak kualitas dan kemurninan makanan sehingga menjadi tidak sehat.

Berlawanan dengan kepercayaan umum, orthorexic juga tidak sehat, meskipun penderitanya hanya memakan makanan sehat. Karena pilihan makanannya sangat terbatas, orthorexic biasa mengeluhkan tidak mendapat cukup asupan kalori dan kurangnya variasi makanan, terutama karena mereka cenderung tidak mengonsumsi sejumlah kelompok makanan tertentu yang dianggap tidak sehat seperti produk susu. Dengan demikian, kondisi ini menyebabkan semakin banyaknya pasien usia muda yang didiagnosis osteoporosis - penyakit yang berhubungan dengan bertambahnya usia.

Tekanan untuk makan makanan sehat juga bisa mengganggu kesehatan mental mereka, menimbulkan rasa bersalah, stress, dan kecemasan. Di saat yang sama, obsesi mereka ke makanan sehat bisa menganggu hubungan mereka dengan teman yang lain, dan kemudian menyebabkan deteriorasi di lingkungan sosial.

Bagian terburuk dari orthorexia nervosa adalah banyak dari penderitanya tidak sadar akan kondisi ini. Mereka percaya bahwa mereka melakukan hal yang benar demi kesehatan dengan terobsesi akan apa yang mereka makan, dan terus menolak kenyataan bahwa mereka tidak bahagia dari obsesi demikian.
Salah persepsi mengenai makanan sehat
"Orthorexia muncul karena ini hanya merupakan bentuk lain dari neurosis atau kecemasan terhadap makanan, tetapi dalam bentuk penyamaran - dan dalam kebanyakan kasus dipromosikan melalui buku, suplemen dan prosuk lain - sebagai cara hidup sehat," kata Dr Ciara Kelly, seorang pembicara kesehatan dan dokter umum.

Namun, di tengah obsesi makan sehat, banyak orthorexic tidak menyadari bahwa banyak makanan yang dianggap makanan sehat adalah mitos belaka. Faktanya, beberapa jenis makanan sehat seperti yoghurt, makanan mentah, dan susu almond ditunjukkan gagal menunjukkan keunggulannya.

Di sisi lain, beberapa jenis makanan "tidak sehat", seperti keju dan susu, juga memiliki manfaat ke kesehatan manusia. Penderita orthorexia nervosa yang menolak memakan makanan ini telah kehilangan banyak manfaat baik darinya.

Keseimbangan pola makan

Yang penting, kita perlu menyadari pentingnya membuat keseimbangan antara makan sehat dan terobsesi dengan makanan sehat.

Ketika merekomendasikan rencana diet ke pasien Anda, mungkin Anda perlu memastikan terlebih dahulu bahwa kita tidak melebih-lebihkan manfaat dari makanan sehat. Dan di saat yang sama, kita perlu membantu pasien memahami bahwa ada juga manfaat dari makanan "tidak sehat".

Jadi, kandungan makanan "tidak sehat" juga bisa memberi manfaat baik bagi tubuh manusia. MIMS

Bacaan lain:
Pasien anoreksia diizinkan mati kelaparan di Amerika
Susu kecoa - Makanan sehat terbaru
Apa manfaat bakteri baik?
Perawat mengeluarkan laba-laba hidup dari telinga seorang wanita
Terkabulnya harapan seorang anak perempuan 14 tahun untuk diawetkan dengan cryonic


Sumber:
http://www.independent.ie/life/health-wellbeing/mental-health/dr-ciara-kelly-on-orthorexia-nervosa-is-it-really-about-being-healthy-or-is-it-actually-about-control-35112827.html
https://www.nationaleatingdisorders.org/orthorexia-nervosa