Penelitian besar yang dilakukan pada lebih dari 500.000 orang dewasa di Cina menunjukkan bahwa dewasa diabetes kehilangan sekitar 9 tahun kehidupan mereka. Sejumlah total 3,64 juta orang dianalisis, dengan data pasien dikumpulkan antara 2004 hingga 2008, dan diteliti hingga 2014.

Penemuan yang membingungkan adalah bahwa banyak pasien meninggal karena diabetik ketoasidosis dan penyakit ginjal kronis. "Ini merupakan indikasi manajemen klinis yang buruk," komentar Dr Margaret Chan, MD dari World Health Organisation (WHO).

Penyebab kematian pada pasien diabetes di Cina berbeda dengan negara Barat

Penelitian menggaris bawahi bahwa populasi diabetes di Barat cenderung mengalami penyakit jantung iskemi daripada stroke. Namun, Cina menunjukkan data sebaliknya.

Selain itu, 16% pasien pedesaan dilaporkan meninggal karena diabetik ketoasidosis, meskipun sudah mengonsumsi obat diabetes. Dari laporan sebelumnya di Amerika Serikat, hanya ada sekitar 1% pasien yang tercatat meninggal karena penyebab tersebut.

"Masalahnya adalah karena kebanyakan pasien tidak ditangani dengan baik. Inilah mengapa kita melihat risiko kematian substansial karena penyakit, termasuk penyakit jantung," kata Dr Zhengming Chen, dari Departemen Kesehatan Masyarakat Nuffield di Oxford, UK dan pemimpin penulis penelitian.

Populasi pedesaan di Cina ditemukan memiliki angka mortalitas lebih tinggi

Penelitian ini berhasil menemukan perbedaan angka mortalitas antara populasi diabetes di daerah perkotaan dan pedesaan. Populasi pedesaan memiliki risiko tinggi meninggal secara signifikan (rasio risiko 2,17 vs. 1,85) dibandingkan populasi perkotaan.

"Hal ini merefleksikan kegagalan menyampaikan manajemen diabetes... penting untuk menggaris bawahi jarak yang dibutuhkan untuk berfokus di masa depan," kata Dr Chen.

Tempat tinggal sudah banyak diketahui memiliki pengaruh kesehatan. Data ini merefleksikan penelitian sebelumnya yang mencaritahu kesenggangan antara daerah perkotaan dan pedesaan di Cina yang menemukan bahwa populasi pedesaan memiliki angka mortalitas 30% lebih tinggi.

10% dewasa Cina hidup dengan diabetes

Diabetes merupakan masalah besar di Cina. "Angka pengidap diabetes tipe 2 di Cina meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Di tahun 1980, kurang dari 5% pria Cina menderita diabetes. Sekarang, lebih dari 10% (110 juta orang) menderita diabetes," kata representatif WHO di Cina, Dr Bernhard Schwartländer.

Ia mencatat nilai yang meninggi ini karena gaya hidup sedenter dan makanan kaya lemak dan gula. Bahkan yang lebih mengejutkan lagi adalah fakta bahwa 500 juta orang dewasa di Cina dikatakan prediabetes.

Satu juta kematian di Cina terjadi setiap tahun sebagai akibat dari komplikasi diabetik - dengan 40% dari mereka meninggal di bawah usia 70 tahun.

Survey di tahun 2010 mengestimasikan hanya 25% pasien diabetes menerima terapi yang dibutuhkan. Diabetes bertanggung jawab pada 13% pengeluaran medis Cina, dan hingga US $25 miliar dihabiskan dalam waktu satu tahun untuk manajemen diabetes.

Di Hong Kong, diabetes merupakan 10 penyebab kematian tertinggi. Negara Asia bertanggung jawab pada 60% populasi diabetes di dunia. Kombinasi predisposisi genetik dan penurunan toleransi untuk faktor risiko lingkungan menyebabkan orang Asia lebih banyak menderita diabetes dibandingkan negara Barat. Dengan demikian, sektor kesehatan harus berusaha untuk memperkuat program pencegahan dan berusaha menangkis epidemik yang sedang berkembang ini. MIMS

Bacaan lain:
5 poin penting BPJS yang perlu diketahui oleh tenaga kesehatan
Golongan darah non-O memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi kesehatan
Gangguan jantung merupakan penyebab satu per tiga kematian di dunia

Sumber:
http://journals.plos.org/plosmedicine/article?id=10.1371/journal.pmed.1002279
http://www.medscape.com/viewarticle/874587#vp_1
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2920340/pdf/nihms-225589.pdf
http://www.wpro.who.int/china/mediacentre/releases/2016/20160406/en/
http://www.chp.gov.hk/en/content/9/25/59.html
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3382707/