Sejak tahun 2014, Fakultas Kedokteran Keck dari Universitas California Selatan (USC) sudah menjadi pusat medis pertama di dunia yang menggunakan teknologi robotik dalam prosedur terapi pasien kanker ginjal.

Dokter bedah yang dipimpin oleh Inderbir Gill, profesor urologi dan dekan asosiasi inovasi klinis di Fakultas Kedokteran Keck USC, berhasil menyelesaikan operasi kanker ginjal kompleks pertama menggunakan robot daVinci Xi.

Tahun ini, tim bedah multidisipliner berhasil melakukan operasi pembuangan tumor kanker ginjal invasif minimal pertama di dunia, dan menjadi terobosan baru dalam dunia medis.

"Kerja sama yang menarik ini membuat definisi baru dunia bedah melalui kemampuan, kolaborasi, dan teknologi," kata Gill.

Pasien selamat dari risiko kematian mendadak

Menurut Asosiasi Kanker Amerika, sekitar 64.000 kasus baru kanker ginjal didiagnosis setiap tahunnya. Namun hanya 10% pasien yang kankernya menyebar melalui pembuluh darah, dan sebagian dari mereka memiliki risiko kematian mendadak ketika kanker ginjal sudah mendapai vena kava dan masuk ke jantung.

Secara umum, pembedahan untuk trombus tumor tahap IV, atau penggumpalan darah, merupakan prosedur yang berisiko dan menyebabkan trauma karena ini merupakan prosedur operasi mayor. Meskipun demikian, dengan teknik invasif minimal, risiko ini bisa dihindari.


Caption: Animated 3-D imaging of the patient’s organs was used to plan the complex procedure. Image credit: Inderbir Gill/USC

Prosedur ini dilakukan selama 10 jam, yang membutuhkan presisi dari tiga dokter bedah, seorang radiologis dan anestesiologis. Prosedur operasi berhasil menurunkan risiko kematian mendadak pasien dari tumor yang menyebar ke jantung dan paru-paru.

Dengan bantuan teknik robotik, trauma pasien bisa diturunkan dan kehilangan darah bisa diminimalkan hingga lima kalinya. Setelah operasi, pasien biasanya harus dirawat inap selama dua hingga tiga minggu. Namun, pasien ini hanya membutuhkan rawat inap sebentar, yaitu hanya enam hari dan ditunjukkan cepat sehat kembali.

"Harapan kami adalah sekarang kami bisa menerapkan operasi robotik ke standar perawatan lini pertama," kata Gill.

Koordinasi dengan dokter lain merupakan hal yang penting

Sebelum operasi, Vinnay Duddalwar, profesor asosiasi dari radiologi klinis, membentuk peta 3D dari dada dan abdomen pasien sehingga dokter bedah bisa merencanakan strategi mereka dalam presisi milimeter. Setelah itu, Namir Katkhouda, profesor bedah, melakukan manuver pembedahan untuk mengontrol aliran darah ke hati pasien.

Prosedur ini diikuti dengan Gill yang memotong tumor di ginjal menggunakan robot daVinci Xi generasi terbaru dan mengakses vena kava inferior dimana kanker sudah menyebar. Selanjutnya, Mark Cunningham, profesor asosiasi dari pembedahan, memasukkan mesin bypass jantung-paru ke pasien untuk emnciptakan lingkungan tanpa darah saat pengeluaran tumor.

Dengan demikian, Gill dan Cunningham bekerja bersamaan untuk membuang trombus tumor dari jantung dan vena kava inferior. Selama operasi, Duraiyah Thangathurai, profesor anestesiologi klinis dan kepala penanganan penyakit kritis, memonitor fungsi organ pasien untuk memastikan prosedur ini berjalan lancar. MIMS

Bacaan lain:
Realita etika pada bayi yang dilahirkan dari inseminasi buatan
Penelitian menunjukkan angka kejadian kanker pada anak-anak semakin meningkat
Tikus tidak sama dengan manusia: Evaluasi penggunaan hewan uji dalam penelitian klinis
FDA menyetujui obat pertama untuk terapi diskinesia tardif


Sumber;
http://news.usc.edu/120252/doctors-perform-worlds-first-robotic-surgery-to-remove-kidney-cancer-extending-into-the-heart/
http://www.keckmedicine.org/usc-surgeon-becomes-first-in-world-to-use-fda-cleared-advanced-robotic-technology-to-remove-kidney-tumor-in-outpatient-procedure/
https://news.usc.edu/72010/usc-surgeons-first-to-perform-high-level-kidney-cancer-surgery-using-robot%E2%80%A8/