Dalam dunia yang penuh dengan ketidakpastian ini, rahim merupakan tempat perlindungan bayi yang belum lahir. Namun, dalam tempat nyaman ini, terkadang gangguan pun bisa muncul.

‘Ada gangguan pada fetus’ merupakan informasi terburuk yang bisa dibayangkan calon ibu. Meskipun sudah ada berbagai kemajuan dalam dunia medis, namun ketakutan akan ketidakpastian dan trauma ibu hamil masih tetap ada.

Saat usia kandungan 21 minggu, Samuel Alexander Armas didiagnosis menderita spina bifida dan dokter mendiagnosis kemungkinan hidup bayi cukup rendah. Ibunya, Julie Armas yang berputus asa kemudian melakukan konsultasi dengan Dr Bruner dari Vanderbilt University Medical Center dan Samuel kecil pun akhirnya menjalani operasi pertama yang dramatis dan mengejutkan dunia.

Begitu Dr Joseph Bruner menyelesaikan operasi, ia merasakan ada tangan kecil yang terus meraih tangannya, dan ia menganggap momen tersebut sangat emosional. Dikatakan tangannya membatu – dengan penuh harapan – hampir seketika, dan momen ini berhasil tetangkap kamera dan disebut sebagai "tangan harapan". 

Dalam tangisan bahagia, ibu Samuel berkata, "Foto itu mengingatkan pada proses kehamilan bukan tentang kecacatan atau penyakit, ini tentang pertumbuhan dan perkembangan seorang bayi kecil dalam perut seorang ibu."

Operasi sebelum kelahiran untuk menyelamatkan kehamilan bermasalah, meski berisiko tinggi

Operasi sebelum kelahiran biasa dilakukan dalam keadaan dimana janin dianggap memiliki peluang bertahan hidup yang buruk setelah lahir.

Di AS, hanya terdapat sekitar 600 pasien yang menjalani operasi pra-kelahiran setiap tahun mengingat sebagian besar operasi ini masih bersifat eksperimental dan memiliki risiko tinggi. Operasi pra-kelahiran biasa dilakukan pada usia kehamilan antara 19 dan 26 minggu.

Dr Erika Werner, dari Johns Hopkins University, Gynecology and Obstetrics, memimpin penelitian berjudul evaluasi biaya dan dampak pada sistem perawatan kesehatan jika dokter mengoperasi bayi saat mereka berada di rahim atau setelah melahirkan.

Berdasarkan perhitungan matematika, diprediksi bahwa biaya pengobatan dapat dihemat hingga USD3.135.557 per setiap 100 bayi yang menjalani operasi sebelum kelahiran. Prosedur ini, meskipun cukup menjanjikan, tetap memiliki risiko bagi ibu hamil, seperti kelahiran dini, abrupsi plasenta, di mana plasenta lepas dari rahim, dan komplikasi penyakit di kehamilan selanjutnya.

Dokter dari Baylor College of Medicine dan Rumah Sakit Anak Texas di Houston saat ini sedang berusaha menyempurnakan metode eksperimental operasi janin untuk mengatasi kerusakan akibat operasi pada janin dalam rahim, namun rahim di keluarkan dari tubuh.

Intervensi sebelum kelahiran untuk menyembuhkan kanker pada bayi yang belum lahir

Baby born twice: It was a shock, for Margaret Boemer, at 16 weeks to learn of her daughter, LynLee’s rare birth defect. Photo credit: Paul Vincent Kuntz/CNN
Baby born twice: It was a shock, for Margaret Boemer, at 16 weeks to learn of her daughter, LynLee’s rare birth defect. Photo credit: Paul Vincent Kuntz/CNN

Operasi pra kelahiran sudah banyak dilakukan untuk mengangkat tumor saat janin masih berada dalam rahim. Teratoma zacrococcygeal (SCT) merupakan jenis tumor yang paling umum terjadi pada bayi baru lahir, terutama bayi perempuan, yaitu pada satu dari setiap 35.000-40.000 kelahiran.

Tumor ini berasal dari dasar tulang ekor dan berpotensi tumbuh menjadi besar. Dengan diagnosis dini, kebanyakan bayi SCT dilahirkan normal dan tumor diangkat setelah bayi lahir. Namun, terkadang tumor sudah tumbuh menjadi besar, keras, dan penuh pembuluh darah yang dapat menekan jantung janin. Dengan demikian, prosedur operasi pra-kelahiran dilakukan dengan tujuan untuk menghancurkan pembuluh darah tumor yang kemudian mencegah pertumbuhannya.

"Ini merupakan tumor yang paling umum yang kita lihat pada bayi baru lahir," kata Dr Darrell Cass, co-director Texas Children's Fetal Center dan profesor bedah, pediatri dan kebidanan dan ginekologi di Baylor College Medicine.

Lain cerita pada kasus yang dialami Boemer, ia mendapat kejutan di minggu ke-16 kehamilan. Suplai pembuluh darah terhambat tumor besar, menyebabkan kondisi janin semakin memburuk dari hari ke hari.

Boemer diberi pilihan operasi janin, meskipun diikuti oleh peringatan Dr Cass mengenai kecilnya peluang hidup bayi.

"LynLee tidak memiliki banyak kesempatan. Saat usia kandungan 23 minggu, tumor menghentikan fungsi jantungnya dan menyebabkan gagal jantung, sehingga pilihan yang tersisa adalah membiarkan tumor mengambil alih tubuhnya atau memberi kesempatan hidup," jelas Boemer.



Operasi selama 5 jam dilakukan oleh Cass dan dokter bedah Dr Oluyinka Olutoye pada usia kehamilan 23 minggu dan lima hari. Pada saat itu, tumor telah membesar pada janin.

"Operasi pada janin kami lakukan dengan secepat mungkin," kata Cass. "Hanya sekitar 20 menit atau lebih." Sebagian besar waktu dihabiskan untuk membuka rahim, yang digambarkan seperti "otot besar dilapisi membran.

"Meski mengalami trauma, Lynlee Hope lahir dengna bobot 2,4 kg."Operasi janin adalah satu dari sedikit operasi dengan risiko kematian 200 persen," ujar asisten bedah, Dr Oluyinka Olutoye. "Sangat sulit," kata Boemer, dan melihat senyum balita, "Itu sangat berharga," tambahnya. MIMS

Bacaan lain:
Komersialisasi fertilitas
Transplantasi rahim sekarang bisa dilakukan pada manusia
Memaksa istri hamil, salah satu bentuk kekerasan dalam rumah tangga

Sumber:
http://www.iflscience.com/health-and-medicine/doctors-remove-womans-womb-to-perform-pioneering-surgery-on-fetus-outside-the-body/
http://edition.cnn.com/2016/10/20/health/baby-born-twice-fetal-surgery/index.html
https://www.snopes.com/photos/medical/thehand.asp
http://www.healthofchildren.com/P/Prenatal-Surgery.html
https://www.medicineshoppe.com/news-article/spina-bifida-best-treated-surgery-uterus-baby-born