Perkembangan teknologi menggunakan robot cepat mendapat tempat dalam dunia kedokteran. Teknnologi ini biasanya diaplikasikan dalam operasi invasif minimal dengan pengawasan dokter. Dalam beberapa kasus, robot juga dapat digunakan dalam prosedur tradisional bedah terbuka.

Pertama kalinya pada September 2017, sebuah operasi implan dilakukan oleh robot di kota Xian, provinsi Shaanxi, Tiongkok. Di bawah pengawasan staf medis, robot ini berhasil memasang dua gigi tiruan ke mulut pasien dalam waktu satu jam.

Pemrograman dan persiapan robot dokter gigi

Berbeda dengan operasi robotikal yang ada sebelumnya, kali ini robot melakukan tugas 'utama' sendiri. Maka dari itu, banyak persiapan yang harus dilakukan.

Pertama-tama, sebuah sistem penandaan khusus, yang difasilitasi oleh kerangka fisik cetak tiga dimensi, dikumpulkan menggunakan CT scan. Berisi data tengkorak dan rahang pasien.

Robot kemudian diprogram untuk bergerak ke posisi yang tepat dengan gerakan, sudut dan kedalaman yang disesuaikan dengan cetakan gigi tiga dimensi yang baru. Gerakan tersebut diuji, kemudian data dikumpulkan untuk melakukan penyesuaian yang relevan.

Kemudian, pasien yang ditutup matanya diberi anestesi lokal. Selanjutnya, robot akan melanjutkan prosedur – dalam operasi perintis.



Setelah implan terpasang, dokter gigi akan menyesuaikan dasar gigi dan mahkota gigi. Implan yang dipasang oleh robot berada dalam rentang kesalahan 0,2-0,3 mm, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Kemajuan ini menandakan awal yang baik bagi otomatisasi pekerjaan dokter gigi dengan bantuan robot. Hal terpenting adalah pasien menjalani prosedur ini dengan aman dan lancar.Teknologi yang diciptakan dari kolaborasi antara Fourth Military Medical University’s Stomatological Hospital dan Beihang University’s robot institute yang berbasis di Beijing, berpotensi untuk membantu mengatasi keterbatasan dokter gigi suatu hari nanti.

Peran robot dalam kedokteran gigi di masa depan

Meskipun perlu waktu bagi pasien untuk membiasakan diri dengan robot sebagai dokter gigi, tidak bisa dipungkiri bahwa robot memang memiliki kelebihan dalam bidang ini.

Bekerja dalam ruang tertutup, dokter gigi mengatakan bahwa robot dapat melakukan operasi gigi seperti implantasi dengan aman dan akurasi tinggi. Prosedur ini mungkin sulit dilakukan oleh manusia, namun robot dapat melakukannya dengan baik.

Robot juga bisa menghindari terjadinya kesalahan yang disebabkan manusia.

Dorongan untuk menggunakan teknologi dapat membantu manusia menjadi lebih produktif atau berkonsentrasi pada tugas yang lebih membutuhkan keilmuwan manusia. Akan tetapi, apakah peran tenaga kesehatan tertentu masih diperlukan saat robot mulai menggantikan pekerjaan kita?

Untuk saat ini, operasi dengan bantuan robot dipergunakan sebagai 'asisten'.

Di awal tahun 2017, FDA Amerika Serikat telah menyetujui penggunaan asisten robot dalam membantu dokter bedah memasang implan. Robot yang disebut Yomi menggunakan sistem panduan visual, mirip dengan GPS yang membantu pengemudi mencari jalan.

Meskipun butuh waktu yang lama sebelum robot mengambil alih pekerjaan manusia, pesatnya perkembangan teknologi dan perangkat lunak memungkinan hal ini untuk terjadi. MIMS

Bacaan lain:
6 robot untuk menjawab tantangan dunia kesehatan
Robot pil - penghantar obat dalam tubuh
Masker, tutup kepala, dan robot: Apakah memang diperlukan di ruang operasi?

Sumber:
http://time.com/4952886/china-world-first-dental-surgery-robot-implant/
http://www.scmp.com/news/china/article/2112197/chinese-robot-dentist-first-fit-implants-patients-mouth-without-any-human
http://www.dailymail.co.uk/news/article-4910326/Incredible-footage-shows-robot-fitting-dental-implants.html
http://www.mayoclinic.org/tests-procedures/robotic-surgery/basics/definition/prc-20013988