Dengan sistem pengelompokkan, pemolaan, pengurutan, dan penghubungan, permainan sederhana diciptakan – dan mulai diterapkan melalui beberapa program di rumah sakit lokal – untuk membantu meningkatkan ingatan pasien lansia dan meningkatkan kemampuan kognisi mereka. Meskipun demikian, penting untuk memahami bahwa permainan ini bukan untuk menyembuhkan demensia; namun, untuk menguatkan otak dan mencegah penurunan ingatan.

Inisiatif Singapura untuk membantu pasien demensia

Demensia merupakan sindrom klinis yang meliputi berbagai penyakit organik otak dan mengakibatkan penurunan memori, fungsi kognitif, dan perilaku secara progresif. Gejala-gejala yang ditimbulkan penyakit ini bukan hanya menghambat kemampuan seseorang untuk merasakan dan menginterpretasikan lingkungan di sekitar mereka, tetapi juga kapasitas fungsional seseorang dalam semua aspek kehidupan. Akibatnya, pasien lansia penderita demensia cenderung membutuhkan bantuan seseorang yang bisa mendampingi mereka melakukan kegiatan sehari-hari – kondisi yang sebenarnya malah memperburuk kondisi mereka, mengingat lebih rendahnya kebutuhan untuk menggunakan otak.

Philip Yap, seorang Profesor Asosiasi dari Khoo Teck Puat Hospital (KTPH) yang juga menjabat sebagai konsultan senior dan direktur pusat lansia KTPH, serta Ms Chionh Hui Ling yang merupakan spesialis program perawat dan demensia, menyebutkan bahwa satu sesi permainan kecil untuk pasien lansia penderita demensia sudah mulai diterapkan sejak tahun 2006 melalui program perawatan yang telah terorganisasi.

Sementara di Ng Teng Fong General Hospital (NTFGH), sesi permainan yang mirip juga dilakukan oleh pasien demensia. Melalui kolaborasi dengan tiga mahasiswa dari Nanyang Technological University’s (NTU) School of Art, Design and Media, pasien lansia sekarang dapat menikmati permainan seperti "Jiak Ba Buay" dan "Tangram Zoo" untuk menyentak memori pasien.

A myriad of games featuring witty names, attractive visuals and texture to give a boost to the brain power among our elderly patients. Photo credit: Chew Seng Kim, Sue-Ann Tan, Gin Tay/The Straits Times
A myriad of games featuring witty names, attractive visuals and texture to give a boost to the brain power among our elderly patients. Photo credit: Chew Seng Kim, Sue-Ann Tan, Gin Tay/The Straits Times

Ikut dilibatkan untuk memperlambat perparahan demensia

Permainan sederhana yang melibatkan aspek visual lansia, sekaligus sensasi sentuhan, bau, dan pendengaran  dapat membantu memperbaiki ingatan para lansia. "Aktivitas bermain dapat melibatkan seseorang secara keseluruhan dari segi fisik tubuh, pikiran, dan emosi sehingga memberikan kesempatan bagi seseorang untuk terlibat penuh," tutur Prof Yap.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari proyek 10 bulan yang dilakukan oleh mahasiswa NTU. Menurut Asisten Profesor Michael Tan Koon Boon yang memimpin proyek tersebut, "Proyek ini menggunakan sisi lain dari desain, yaitu dengan ikut memikirkan nilai sosial proyek ini... Melihat bagaimana pasien memberi respon terhadap hasil kerja mereka dan sensasi yang nyata bagaimana ide mereka dapat dimulai."

Satu dari 10 orang berusia 60 tahun ke atas di Singapura menderita Demensia. Dengan demikian, dedikasi dan usaha yang terus-menerus diperlukan untuk melawan demensia. Menurut National Institutes of Health di Amerika Serikat, latihan otak (dalam bentuk permainan ringan) dapat membantu memperlambat kemunduran mental hingga sekitar 33%-48%.

Tekstur, Visual, Persepsi: Segudang permainan untuk merangsang kreativitas

Games like “Matchlink” requires players to identify the textures in 24 boxes and group them according to the texture, colours or numbers. Photo credit: Michael Tan Koon Boon
Games like “Matchlink” requires players to identify the textures in 24 boxes and group them according to the texture, colours or numbers. Photo credit: Michael Tan Koon Boon

Permainan seperti "Matchlink" membuat pemain mengidentifikasi tekstur dalam 24 kotak dan mengelompokkan setiap kotak berdasarkan tekstur, warna, atau angka, yang akan merangsang kemampuan kognitif pemain. Sementara pada permainan "Jiak Ba Buay", pemain harus membuat resep makanan mereka sendiri dengan mencocokkan magnet bahan makanan. Permainan ini melibatkan persepsi pasien dan merangsang interaksi sosial saat mereka menceritakan pengalaman pribadi mereka tentang makanan.

Selain itu, ada juga permainan "See Shape", puzzle yang terdiri dari balok berwarna-warni untuk konstruksi berdasarkan instruksi yang telah diberikan. Permainan ini berfungsi untuk melatih kemampuan pasien dalam aspek visual-spasial dan penyelesaian masalah. "See Me" merupakan serangkaian kartu bergambar yang disusun berdasarkan kategori tertentu yang dapat melatih ingatan pasien. Sementra "Tangram Zoo", merupakan puzzle dengan balok kayu geometrik yang disusun membentuk karakter zodiak Cina untuk merangsang kemampuan pasien dalam berpikir kreatif.

Buku aktivitas juga digunakan unruk membantu pasien lansia dengan demensia. Buku aktivitas tersebut meliputi latihan mengubungkan titik-titik, teka-teki silang, atau menemukan perbedaan. Pasien disemangati untuk bermain dan berinteraksi satu sama lain melalui dorongan teman sebaya dan aktivitas permainan yang dapat meningkatkan kemampuan bersosialisasi mereka.

Aktivitas permainan tersebut disesuaikan dengan kondisi pasien atau tingkat keparahan penyakit demensia (ringan atau sedang). Selain itu, tingkat kesulitan permainan juga disesuaikan dengan kemampuan pasien. Misalnya untuk pasien dengan gangguan kognitif ringan sebagai gejala awal demensia, mereka mungkin mengalami penurunan memori ringan sehingga permainan akan lebih rumit dibandingkan permainan untuk pasien dengan tingkat demensia lebih berat. Selain itu, pasien juga dapat dikelompokkan agar dapat bertanding secara seimbang berdasarkan kemampuan mereka. MIMS

Bacaan lain:
3 cara tenaga kesehatan mencegah onset demensia digital
Tua dan kecanduan: Mengungkap epidemi tersembunyi penyalahgunaan zat pada lansia
Sensor gerakan untuk meningkatkan kualitas home care pada lansia Singapura dalam penelitian skala pilot

Sumber:
http://www.straitstimes.com/singapore/health/games-help-patients-not-to-forget-to-remember
http://www.straitstimes.com/singapore/health/creating-fun-and-games-to-stir-up-memories
http://www.straitstimes.com/singapore/health/back-to-fun-and-games-to-keep-dementia-at-bay
http://www.straitstimes.com/sites/default/files/attachments/2017/10/10/ST_20171010_SAGAMESZ_3477464.pdf