Obat baru yang sedang dikembangkan oleh tim peneliti dari AbbVie dan Genentech’s Melbourne campus berhasil memperoleh persetujuan dari U.S. Federal Drugs Advisory (FDA) untuk pengobatan kanker leukemia limpoblastik kronik (LLK). 

Leukaemia masuk ke dalam sepuluh penyebab kematian terbanyak di Singapura, dengan 942 laki-laki didiagnosis menderita leukaemia antara tahun 2010 dan 2014. Selain itu, leukaemia juga berada dalam peringkat sepuluh besar diagnosis kanker terbanyak pada laki-laki di Malaysia. Begitu juga dengan di Indonesia dimana leukemia menempati urutan teratas kasus kanker pada anak-anak antara usia nol hingga 17 tahun.

"Kanker mencair pada 20% orang"

Obat, yang disebut venetoclax, mendapat persetujuan untuk diberikan kepada pasien LLK yang kehilangan kromosom 17 dan telah menerima sedikitnya satu terapi sebelumnya. Persetujuan yang dipercepat ini dibuat berdasarkan tingkat respon keseluruhan dan FDA akan terus memantau efektivitas obat tersebut pada penelitian klinis selanjutnya.

"Obat tersebut berhasil mencairkan kanker pada 20% orang," tutur Profesor Andrew Roberts, seorang ahli hematologi klinis dan kepala pimpinan dari translasi klinis di Walter and Eliza Hall Institute of Medical Research.

Obat ini merupakan yang pertama dalam golongannya yang berhasil disetujui dan diindikasikan untuk konsumsi satu kali sehari. Venetoclax bekerja dengan mendeaktivasi protein BCL-2 secara selektif. Protein BCL-2 mencegah kematian sel, memengaruhi beberapa sel kanker, dan efeknya ditemukan meningkat pada sel leukemia limpoblastik kronik. Sebelum penggunaan, pasien perlu melakukan tes untuk konfirmasi hilangnya 17p menggunakan Vysis LLK FISH probe kit.

Pasien dengan mutasi kromosom 17p akan kehilangan gen penekan tumor TP53. Mutasi ini terdapat pada 3% hingga 10% pasien yang belum diobati dan 30% hingga 50% pada pasien yang mengalami kekambuhan setelah pengobatan. Sebelum mendapat persetujuan, pasien dengan mutasi kromosom jenis ini juga berisiko tinggi mengalami penyebaran penyakit dan berkurangnya angka harapan hidup menjadi dua hingga tiga tahun.

1 dari 5 pasien sekarang terbebas dari kanker, namun tidak dari komplikasi

Dalam penelitian klinis pada 116 peserta, efektivitas obat ini dilaporkan mencapai hampir 80% sementara 20% pasien dinyatakan sembuh dari LLK di akhir periode penelitian. Obat baru ini paling sesuai untuk pasien dengan prognosis buruk serta untuk tumor yang tidak memberikan respon terhadap obat kemoterapi fludarabine.

"Hasil penelitian klinis menunjukkan bahwa venetoclax memberi respon keseluruhan yang signifikan bagi pasien LLK dengan delesi 17p yang sudah diobati sebelumnya. Berdasarkan profil efektivitas dan keamanan selama penelitian klinis, venetoclax dapat menjadi obat tambahan yang penting dan unik dalam melawan kekambuhan LLK pada pasien dengan delesi 17p," tutur Matthew S. Davids, seorang dokter di Dana-Farber cancer institute, asisten profesor di Harvard Medical School, dan peneliti utama obat tersebut.

Meskipun demikian, bukan berarti pasien terbebas dari komplikasi. Tiga dari 56 pasien, dengan satu kasus kematian, yang menjalani penelitian klinis tersebut dilaporkan mengalami sindrom lisis tumor (SLT). Penyebabnya adalah proses penghancuran kanker yang terjadi sangat cepat, dan bisa menyebabkan gagal ginjal, perlunya dialisis, dan bahkan kematian. Pasien yang menggunakan venetoclax harus melakukan tes darah dan bahkan mengonsumsi obat untuk mencegah onset SLT. 

Gejala komplikasi meliputi demam, menggigil, mual, muntah, kebingungan, sesak napas, kejang, denyut jantung tidak teratur, urin berwarna gelap atau keruh, kelelahan parah, atau nyeri pada otot dan/atau sendi. Sekitar 20% pasien menderita efek samping umum seperti neutropenia, diare, mual, penurunan jumlah sel darah merah, trombositopenia, kelelahan, dan infertilitas pada laki-laki.

Lebih dari 40% pasien melaporkan bahwa mereka mengalami efek samping serius seperti pneumonia, neutropenia disertai demam, demam, anemia hemolitik autoimun, jumlah sel darah merah yang rendah, serta SLT sehingga mengakibatkan sekitar 8% pasien tidak melanjutkan penggunaan obat. MIMS

Bacaan lain:
Kanker darah: Terobosan terapi terbaru
3 terobosan baru dalam penelitian mengenai kanker
Hasil penelitian kanker terbaru: Langkah untuk meninggalkan metode yang telah usang

Sumber:
http://www.independent.co.uk/news/science/drug-melts-cancer-venetoclax-revolutionary-melbourne-cure-a7229401.html
http://www.cancer.gov/news-events/cancer-currents-blog/2016/venetoclax-cll
https://news.abbvie.com/news/abbvie-receives-fda-accelerated-approval-venclexta-venetoclax-tablets-first-bcl-2-inhibitor-in-relapsedrefractory-chronic-lymphocytic-leukemia-patients-with-17p-deletion.htm
http://www.pantaicancersupport.com/sign-and-symptoms-of-cancer-common-treatments-statistic-in-malaysia.php
http://www.singaporecancersociety.org.sg/learn-about-cancer/cancer-basics/common-types-of-cancer-in-singapore.html
https://www.nrdo.gov.sg/docs/librariesprovider3/default-document-library/cancer-trends-2010-2014_interim-annual-report_final-%28public%29.pdf?sfvrsn=0 
http://health.liputan6.com/read/2843653/leukemia-jadi-kanker-tertinggi-di-indonesia-yang-diderita-anak