Umumnya, dokter akan memberi fokus khusus pada kesehatan mental pasien sebagai bagian dari pemeriksaan kehamilan.1 Fokus ini berhasil meningkatkan identifikasi dan diagnosis penyakit psikiatrik pada wanita hamil dan yang sudah melahirkan, yang pada akhirnya meningkatkan angka penggunaan obat antipsikotik selama kehamilan dan kebanyakan obat yang digunakan merupakan antipsikotip atipikal.2 Namun, disamping banyaknya dan meningkatnya pengunaan antipsikotik selama kehamilan, banyak dokter masih menginformasikan potensi bahaya penggunaan obat pada fetus.3

Gabungan masalah ini menimbulkan kebutuhan untuk mengevaluasi hubungan penggunaan antipsikotik selama kehamilan dan malformasi kongenital. Namun, penelitian menunjukkan ada hubungan tidak konsisten antara keduanya, meski tidak cukup mewakili populasi karena ukuran sampel yang kecil.4

Dua penelitian epidemiologi terbesar pada 570 dan 561 partisipan, secara berurutan melaporkan ada peningkatan 1,5 hingga 2 kali lipat risiko malformasi kongenital. Hasil penelitian ini berkebalikan dengan penelitian kecil sebelumnya yang melaporkan tidak ada risiko malformasi kongenital.5 Maka bagaimana kita memutuskan dan menggunakan informasi ini untuk mengarahkan pasien?

Antipsikotik atipikal memiliki kecenderungan meningkatkan risiko malformasi kongenital

Di bulan September 2016, JAMA Psychiatry mempublikasi penelitian skala besar dimana peneliti mengevaluasi apakah ada hubungan antara penggunaan antipsikotik di trimester pertama kehamilan dan risiko malformasi kongenital. Penelitian kohort6 dilakukan oleh peneliti dari Rumah Sakit Wanita Brigham menggunakan data dari database nasional pada lebih dari satu juta wanita pengguna Medicaid di Amerika Serikat, yang merupakan wanita hamil pengguna terapi dari Januari 2000 hingga Desember 2010.

Dalam database ini, 9258 wanita (0,69%) menebus resep antipsikotik atipikal di trimester pertama, dan 733 wanita (0,05%) menebus resep antipsikotik tipikal. Malformasi kongenital kemudian dibandingkan di antara pasien yang menggunakan antipsikotik dan yang tidak.

Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata, 38% kelahiran dari ibu pengguna antipsikotik tipikal selama trimester pertama kehamilan mengalami malformasi kongenital, sedangkan 44% kelahiran dari ibu pengguna antipsikotik atipikal mengalami malformasi kongenital. Meskipun hubungan penggunaan antipsikotik dan risiko malformasi kongenital menjadi lebih lemah ketika peneliti mengontrol kondisi psikiatri ibu dan variabel lain seperti ras dan usia. Penelitian menyimpulkan bahwa risiko malformasi cukup kecil, tetapi tetap secara signifikan ditingkatkan pada penggunaan obat antipsikotik atipikal. Hasil penelitian ini perlu menjadi pertimbangan bagi dokter saat meresepkan obat ini.

Penelitian tunggal skala besar mengenai hubungan antipsikotik dan perkembangan anomali kongenital

Penelitian tunggal skala besar berhasil memberi bukti dengan kredibilitas tinggi dengan menunjukkan hubungan minimal antara asupan antipsikotik dan perkembangan anomali kongenital, hubungan yang sampai sekarang masih belum jelas. Penelitian ini dianggap sebagai penelitian dengan metode dan desain yang baik.

Hasil dari penelitian ini6 menunjukkan bahwa penggunaan antipsikotik atipikal tidak secara signifikan meningkatkan risiko malformasi kongenital kecuali risperidone, yang menurut peneliti membutuhkan penelitian tambahan untuk mengambil kesimpulan.

Penyebab paling sering dari keguguran adalah abnormalitas kongenital di trimester pertama, hubungan antara penggunaan antipsikotik dan risiko anomali kongenital masih harus diteliti lebih jauh, karena hasil penelitian dapat membantu mengurangi angka kejadian keguguran. Tetapi untuk sekarang, dengan dukungan hasil penelitian, dokter disarankan untuk mempertimbangkan penggunaannya berdasarkan semua faktor ini. MIMS

Bacaan lain:
Mengapa Anda perlu hidup teratur untuk menjadi seorang dokter?
Dokter: Bagaimana Anda dapat membicarakan mengenai kematian ke pasien
Ketika pasien meninggal: Apakah seorang tenaga kesehatan perlu datang ke prosesi pemakaman pasien?
4 kesalahan komunikasi yang harus dihindari dalam praktek medis
Ketika pasien tidak memahami maksud dokter


Sumber:
1. Satyanarayana, V. A., Lukose, A. & Srinivasan, K. Maternal mental health in pregnancy and child behavior. Indian J. Psychiatry 53, 351–61 (2011).
2. Toh, S. et al. Prevalence and trends in the use of antipsychotic medications during pregnancy in the U.S., 2001–2007: a population-based study of 585,615 deliveries. Arch. Womens. Ment. Health 16, 149–157 (2013).
3. Johnson, M. et al. Measuring perinatal mental health risk. Arch. Womens. Ment. Health 15, 375–86 (2012).
4. Galbally, M., Snellen, M. & Power, J. Antipsychotic drugs in pregnancy: a review of their maternal and fetal effects. Ther. Adv. drug Saf. 5, 100–9 (2014).
5. Iqbal, M. M. et al. The potential risks of commonly prescribed antipsychotics: during pregnancy and lactation. Psychiatry (Edgmont). 2, 36–44 (2005).
6. Huybrechts, K. F. et al. Antipsychotic Use in Pregnancy and the Risk for Congenital Malformations. JAMA Psychiatry 73, 938 (2016).