Tahun 2015, dua obat berhasil disetujui oleh FDA untuk obat penurun lipoprotein berdensitas rendah (LDL), mencegah serangan jantung dan stroke. Dua obat baru, evalocumab dan alirocumab, banyak diperdebatkan karena obat ini dibuat berdasarkan ilmu pengetahuan dasar.

Obat ini bisa menstimulasi variasi generik dan menunjukkan adanya penurunan angka kolesterol buruk. Tidak seperti statin, obat ini diberikan melalui injeksi satu atau dua kali sebulan.

Meskipun demikian, obat ini sudah disetujui sebelum dilakukan penelitian klinis skala besar, hanya karena kemampuan penurunan LDL - yang belum tentu berguna bagi pasien. Untuk membuktikan efek obat, industri yang memproduksi obat ini juga melakukan penelitian klinis untuk mengetahui apakah obat ini bisa meningkatkan outcome.

Risiko serangan jantung dan stroke diturunkan 15%

Penelitian pertama, dikenal sebagai FOURIER, dilakukan pada evolocumab dari Amgen, dengan 27.564 partisipan internasional yang mengidap penyakit kardiovaskular dan sudah mengonsumsi statin. Partisipan ini memiliki nilai LDL sekitar 90 mg/dl ketika mereka pertama kali ikut penelitian.

Di akhir periode penelitian (2 tahun), nilai LDl mereka turun hingga 30 mg/dl, dan risiko serangan kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke, menurun sebesar 15%. Satu dari 66 individu terhindar dari serangan penyakit kardiovaskular ini. Namun tidak ada profil keamanan yang jelas mengenai obat ini, tetapi tidak ada penurunan risiko kematian.

Profesor Peter Sever dari Imperial College London, yang memimpin cabang penelitian di Inggris, mengatakan: "Ini merupakan salah satu penelitian penurun kolesterol terpenting sejak penelitian statin pertama, yang dipublikasi 20 tahun lalu."

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa golongan obat baru dan sangat potein ini bisa menurunkan kadar kolesterol secara drastis, dan bisa memberikan efek baik ke semua orang yang berisiko penyakit jantung dan stroke."

Dokter sekarang memiliki pilihan terapi lain yang bisa ditawarkan ke pasien, khususnya pada pasien dengan nilai kolesterol terkontrol.

Dr. Marc Sabatine, pemimpin penelitian dari Rumah Sakit Brigham and Women di Boston mengatakan mengatakan bahwa jutaan obat berpenyakit atau berisiko tinggi terkena penyakit jantung, "obat ini sangat berguna bagi mereka."

Apakah harganya pantas?

Tetapi Dr. Donald Lloyd-Jones, kepala pengobatan preventif di Universitas Northwestern dan Pembicara dari Asosiasi Jantung Amerika, menyebabkan efeknya tidak terlalu signifikan dan "tidak seperti yang kita harapkan."

Harapan bahwa penyakit kardiovaskular bisa dieliminasi dengan obat ini hilang karena hanya ada sedikit penurunan nilai LDL. Risiko kematian juga berhasil diturunkan oleh obat.

Mark Hlatky, seorang ahli kardiologi Universitas Stanford dan peneliti biaya obat, mengatakan, "Orang-orang berharap ada terobosan baru, hasil yang lebih besar dari 20%."

Seharga lebih dari USD14.000 per tahun, organisasi asuransi juga ragu untuk membayar tanpa ada bukti bahwa obat ini bisa menurunkan risiko kematian.

Bagi pasien seperti Susan Goodreds, yang membayar asuransi USD356 per bulan, ini bukan suatu keputusan sederhana.

"Ini merupakan obat yang mahal, sangat mahal," kata wanita Florida yang berusia 74 tahun. "Anda harus membuat keputusan apakah Anda akan terus menggunakan obat ini."

"Inilah masalah terbesarnya - apakah harganya pantas," kata Hlatky. Ia juga menyebutkan: jika dihargai 50 kali lebih mahal daripada statin, "apakah efeknya 50 kali lebih baik? Saya pikir tidak."

Hingga sekarang, "kita hanya memberikan obat ini ke pasien dengan risiko sangat tinggi, saat statin sudah tidak lagi memberi efek cukup - setidaknya di harga yang sekarang ditawarkan," ungkap Lloyd-Jones.

Hasilnya terbukti, tetapi harus tetap dikontrol

Amgen mengatakan bahwa efek obat pantas dengan biaya yang ada dan bahkan lebih besar manfaatnya, mereka juga mengatakan bahwa mereka memberi garansi pengembalian uang jika pasien mengalami serangan jantung atau stroke setelah menggunakan evolocumab setidaknya selama enam bulan.

Kesimpulannya, obat ini merupakan agen yang efekif dan penurunan risikonya bisa dibilang cukup berarti, tetapi efek manfaatnya masih sama dengan yang bisa dicapai dengan statin.

Tetapi masih banyak yang dipertanyakan terutama mengenai penurunan risiko dalam populasi lain dan apakah obat injeksi akan memberikan outcome lebih baik karena tidak terlalu bergantung pada kepatuhan pasien. Meskipun demikian, partisipan juga harus diikuti perkembangannya karena efek samping jangka panjang masih belum diketahui.

Untuk sekarang, obat ini merupakan pilihan obat yang bisa ditawarkan ke pasien dan dokter, organisasi asuransi dan pemegang tanggung jawab pembayaran lain karena sekarang mereka sudah bisa memahami apa saja efek obat dan apakah harganya pantas untuk setiap individu. MIMS

Bacaan lain:
6 alat yang mengubah dunia kesehatan
7 makanan probiotik untuk usus sehat
Satu-dua serangan obat bisa digunakan untuk melawan superbug
Apakah WHO secara tidak sengaja tidak memasukkan TB dari daftar prioritas?


Sumber:
http://www.dailytelegraph.com.au/news/breaking-news/new-drug-found-to-prevent-heart-attacks/news-story/cde268bbff343f96b0287806a88c4e13
http://www.npr.org/sections/health-shots/2017/03/17/520516314/pricey-new-cholesterol-drugs-effect-on-heart-disease-is-more-modest-than-hoped
http://www.apnewsarchive.com/2017/A-long-acting-cholesterol-medicine-cut-the-risk-of-having-a-heart-attack-or-some-other-serious-problems-by-15-to-20-percent-in-a-big-study/id-4d357724d25540d581a03d949d78c6a5
https://www.sciencedaily.com/releases/2017/03/170317132012.htm