Kolaborasi antara Yayasan Gates dan peneliti di Boston empat tahun lalu berhasil menemukan sebuah terobosan besar dalam peradaban manusia: kapsul multi-dosis yang bisa menyelesaikan masalah obat terbesar - obat oral yang bisa melepaskan zat aktif dalam waktu lama hanya dalam satu pil.

Mekanisme aksi yang unik

Kapsul ini, ketika ditelan, akan berubah menjadi bentuk bintang sehingga tidak masuk ke usus, tetapi makanan lain tetap bisa masuk usus. Mekanisme ini membuat pil melepas obat secara perlahan-lahan. Setelah melakukan hal ini, pil ini akan pecah dan masuk ke saluran pencernaan tanpa diabsorbsi.

Meskipun pil lepas lambat ini telah menurunkan frekuensi dosis, waktu yang dihabiskan dalam lambung pasien masih tidak berubah. Pil lepas lambat ini, merupakan solusi dalam bentuk patch dermal atau implan subdermal.

Penelitian awal yang menjanjikan

Meksipun alat transformatif ini telah berhasil diuji pada babi, tim peneliti masih perlu melalui beberapa langkah untuk mengadakan pengujian pada manusia.

Dr. Andrew Bellinger mengatakan, "Ada alasan tidak semua orang bisa melakukannya. Ini merupakan kondisi yang sangat menantang."

Bellinger merupakan penemu Lyndra, yang memiliki paten teknologi kapsul dari Massachusetts Institute of Technology dan Brigham dan Rumah sakit wanita, dimana ia berpraktek sebagai dokter spesialis jantung.

Penemuan ini sangat berguna dalam sistem penghantaran obat, terutama menjawab permasalahan kerja lambung. Lambung mengosongkan isinya beberapa kali sehari, sehingga pasien harus menggunakan obat konvensional beberapa kali sehari juga.

Mengeliminasi lupa

Pil ini tidak hanya menjawab permasalahan dalam sistem penghantaran obat, tetapi juga masalah terbesar dalam sejarah pengobatan, yaitu kepatuhan pasien. Penelitian mengestimasi bahwa lebih dari setengah pasien di dunia tidak patuh akan pengobatannya.

Alasannya sederhana, yaitu lupa atau tidak mau - tergantung kondisi sosial pasien, seperti takut menggunakan obat karena stigma penyakit mereka. Beberapa pasien juga melaporkan masalah mental, seperti tidak ingin diingatkan akan penyakit mereka.

Industri farmasi semakin mendorong pasien agar patuh akan jadwal terapi mereka - karena keuntungan mereka menurun, sekitar milliaran di dunia ketika pasien tidak membeli, atau membeli lagi, resep obat mereka. Namun, mereka menyatakan bahwa dukungan tersebut terutama dilakukan demi kesehatan publik.

Sebaliknya, tidak mengonsumsi obat malah akan semakin memperburuk kondisi pasien.

Beberapa implikasinya adalah seperti memfasilitasi bakteri berevolusi menjadi resisten akan antibiotik, meningkatkan pengeluaran untuk kesehatan karena mereka tidak sembuh. Amerika Serikat sendiri mengalami kerugian sebesar $300 miliar karena alasan demikian.

Pil unik ini sedang menunggu persetujuan pemerintah untuk penelitian klinis, tetapi sebelum itu, mereka harus mengadakan penelitian pre-klinis terlebih dahulu. Penelitian pre-klinis pada manusia penting dilakukan untuk menunjukkan bahwa pil ini tidak akan berbahaya ke lambung.

Peneliti juga berencana menginvestasi beberapa penelitian untuk mengetahui efikasinya untuk obat yang bisa berinteraksi dengan asam lambung. MIMS

Bacaan lain:
Dilarangnya krantom menghambat penemuan painkiller baru
Mengapa apoteker perlu berhenti memberikan gelas dan sendok ukur
Penelitian antibodi tidak selalu bisa diandalkan
Penyakit langka dan obatnya: Apa yang harus diketahui apoteker


Sumber:
https://www.statnews.com/2016/02/04/big-pharma-medication-adherence/
https://www.statnews.com/2016/11/16/popup-pill-drug-release/
http://stm.sciencemag.org/content/8/365/365ra157.full
http://www.telegraph.co.uk/news/2016/11/16/end-of-the-daily-pill-as-scientists-find-way-to-administer-dose/
https://futurism.com/videos/this-star-shaped-pill-is-changing-drug-delivery/