Pada 12 Juni, National Dental Centre Singapore (NDCS) melaporkan ada sejumlah 72 set alat kesehatan gigi tidak disterilisasi total sebelum kemudian digunakan untuk mengobati pasien pada minggu lalu 5 dan 6 Juni.

Semua alat digunakan untuk terapi gigi sebelum akhirnya ditarik, meskipun risiko infeksi pasien dikatakan "sangat rendah" karena tahap awal proses sterilisasi sudah bisa menghilangkan hampir 100% organisme penyebab masalah, kata NDCS.

NDCS mengatakan instrumen sudah melewati proses disinfeksi pencucian dalam suhu thermal, tetapi belum mencapai tahap akhir sterilisasi uap sebelum akhirnya digunakan oleh dokter spesialis di gedung NDCS tingkat 2, 4, dan 6.

NDCS sekarang sedang berusaha mengontak 714 pasien yang diterapi pada 5 dan 6 Juni setelah penemuan kasus. 72 pasien mendapatkan terapi menggunakan alat yang tidak steril ini.

Proses akhir sterilisasi tidak dilakukan

Menteri Kesehatan diinformasikan pada 9 Juni dan pembicaranya mengatakan, "Menteri Kesehatan sudah memerintahkan SingHealth dan NDCS untuk melakukan kajian mendalam dari insiden ini dan proses yang tercakup didalamnya, dan melaporkan penemuannya dan proses pengerjaan ke Menteri Kesehatan."

Menteri Kesehatan mengatakan ia akan mengkaji laporan dan mencaritahu jika ada peraturan yang dilanggar NDCS. Pembicara juga mengungkapkan bahwa prioritas Menteri Kesehatan adalah keamanan dan kesehatan pasien.

NDCS melakukan kajian mendalam dari insiden ini dan mengimplementasikan kontrol tambahan untuk mencegah kembalinya kasus ini.

NDCS juga membagikan tiga tahap proses sterilisasi dari alat gigi, dimana dua yang pertama akan menghilangkan dan menginaktivasi organisme, termasuk virus.

1. Instrumen dicuci dengan mesin untuk menghilangkan cacat fisik.
2. Instrumen didisinfeksi dengan suhu panas.
3. Terakhir, instrumen diletakkan untuk mendapat sterilisasi uap untuk menghancurkan spora bakteri.

Sterilisasi akhir bisa membuang spora bakteri - terutama Clostridium perfringens, yang memengaruhi lambung, dan Clostridium tetani, yang menyebabkan tetanus - tidak dilakukan.

NDCS meminta maaf dan bertanggung jawab

Kesalahan diketahui pada 5 Juni karena set ini tidak memiliki tanda yang menunjukkan bahwa alat tersebut sudah melalui sterilisasi total. Beberapa bahkan terus digunakan di hari selanjutkan karena saat "usaha untuk mengumpulkan dan menarik semua alat medis" dilakukan, tidak semua alat berhasil dikumpulkan hingga hari selanjutnya.

"Karena ini merupakan klinik rawat jalan dan penyelesaian tahap sebelumnya yang bisa membunuh hampir 100% organisme, risiko infeksi ke pasien bisa dikatakan sangat rendah," ungkap NDCS.

Direktur NDCS Poon Choy Yoke meminta maaf karena insiden ini dan menyatakan ke pasien bahwa mereka berada di posisi yang aman dan mereka menjadi prioritas utama NDCS.

"Kami sudah mengambil langkah tegas dalam menjaga pemrosesan dan memastikan keamanan semua pasien," katanya. MIMS

Bacaan lain:
14 pasien mengalami infeksi serius akibat buruknya praktek medis di Cina
Anak perempuan berusia 10 tahun meninggal karena infeksi herpes tidak terdeteksi oleh dokter
Infeksi kulit semakin tidak bisa diterapi karena penggunaan steroid yang berlebihan

Sumber:
http://www.straitstimes.com/singapore/health/ndcs-contacts-patients-over-use-of-tools-not-fully-sterilised?login=true
http://www.straitstimes.com/singapore/health/72-packs-of-dental-instruments-not-sterilised-completely-used-for-patient-care-at?login=true
http://www.channelnewsasia.com/news/singapore/dental-instruments-which-were-not-fully-sterilised-used-on-8938572
http://www.todayonline.com/singapore/72-national-dental-centre-patients-treated-incompletely-sterilised-instruments