Evolusi mikroba yang resisten antibiotik meningkat dalam dekade terakhir, membuat pencarian obat baru menjadi keharusan yang sangat mendesak. Meskipun demikian, perkembangan untuk menemukan antibiotik baru berjalan lambat bahkan cenderung stagnan.

Kini, diperkirakan sekitar 700.000 orang di seluruh dunia meninggal setiap tahunnya karena infeksi yang resisten terhadap obat bahkan jika situasinya tidak membaik, para ahli mengatakan bahwa infeksi tersebut akan membunuh 10 juta jiwa per tahun pada tahun 2050.

Tapi masih ada harapan, karena beberapa ahli abad pertengahan dan ilmuwan berpendapat bahwa ada beberapa petunjuk dalam sejarah yang berguna untuk mencari antibiotik baru.

Obat abad pertengahan dianggap sebuah kemunduran

Pengobatan abad pertengahan selalu diabaikan karena pada masa tersebut dianggap tidak sesuai ilmu pengetahuan serta tidak masuk akal.

Menurut Profesor Hélène Cazes, direktur program Studi Abad Pertengahan di University of Victoria, periode abad pertengahan umumnya kaya secara kultural dan intelektual, namun kata "abad pertengahan" digunakan untuk menggambarkan keterbelakangan atau kebiadaban karena pada masa itu tradisi dinilai terlalu maju.

Oleh karena itu, abad pertengahan tidak diminati sebagai tempat untuk mencari petunjuk tentang pengobatan. Namun, tim ahli abad pertengahan, ahli mikrobiologi, ahli obat kimia, ahli parasitologi, apoteker dan ilmuwan data dari berbagai universitas dan negara membuktikan bahwa teori tersebut salah.

Tim yang dijuluki AncientBiotics, percaya bahwa dengan bantuan teknologi modern, peneliti seharusnya bisa menentukan apakah pengobatan abad pertengahan benar-benar berkhasiat. Jika terbukti efektif, pengobatan tersebut bisa diterjemahkan menjadi obat baru yang berpotensi melawan resistensi antibiotik pada mikroba.

Oleh karena itu, tim mengumpulkan data resep obat abad pertengahan dan bermaksud menguraikan pola dalam praktik medis abad pertengahan. Dengan memanfaatkan alat ilmu data yang umum digunakan, seperti analisis jaringan, mereka berharap dapat menginformasikan penelitian laboratorium di masa depan mengenai materi yang digunakan untuk mengobati infeksi di masa lalu.

Salep mata Bald, resep abad pertengahan terbukti berhasil

Pada tahun 2015, AncientBiotics menerbitkan sebuah studi percontohan pada resep berusia 1.000 tahun yang disebut salep mata Bald dari "Bald's Leechbook", sebuah catatan medis Inggris Kuno. Salep mata biasanya digunakan untuk mengobati "wen", yang dapat diartikan sebagai bisul atau infeksi pada folikel bulu mata.

Bakteri Staphylococcus aureus adalah penyebab umum bisul/timbil dan versi yang resisten antibiotik, MRSA resisten terhadap banyak antibiotik yang ada saat ini. Keduanya merupakan penyebab dari banyak infeksi berat dan kronis.

Salep mata Bald terbuat dari wine, bawang putih, sejenis allium seperti daun bawang atau bawang merah, dan empedu lembu jantan. Resep dari catatan abad pertengahan menyatakan bahwa setelah salep selesai dibuat, harus disimpan dalam bejana kuningan selama sembilan malam sebelum digunakan.

Medieval medicine has been thought to be backward or barbaric.
Medieval medicine has been thought to be backward or barbaric.

Ketika AncientBiotics mencobanya, salep tersebut menunjukkan aktivitas sebagai antistaphylococcal yang manjur, berulang kali membunuh biofilm S. aureus pada percobaan infeksi secara in vitro. Pada model luka kronis tikus, MRSA juga mati.

Mungkinkah metode abad pertengahan dapat dijadikan solusi klinis?

f.36v and f.37r of Cotton MS Vitellius C III Photo credit: British Library
f.36v and f.37r of Cotton MS Vitellius C III Photo credit: British Library

Dibandingkan dengan farmakope tradisional yang ada di belahan dunia lain, seperti Cina, pengobatan Eropa abad pertengahan atau pra-modern tidak terlalu diketahui, terutama karena mitos bahwa masa tersebut tidak layak untuk dipelajari.

Tentunya, ada beberapa takhayul dan pengobatan dari abad pertengahan yang tidak boleh diaplikasikan saat ini, seperti membersihkan tubuh pasien dengan cairan patogenik.

Seperti penelitian yang telah dilakukan AncientBiotics, ditemukan bahwa dengan mengikuti langkah-langkah yang sama persis dari resep salep mata Bald, khasiatnya meningkat secara drastis. Hal ini membuktikan bahwa terdapat metodologi yang digunakan para praktisi abad pertengahan untuk meramu obat-obatan, berdasarkan tradisi pengamatan dan eksperimen.

Mungkinkah salep mata Bald menjadi representasi resep abad pertengahan lainnya yang dapat mengobati infeksi? Adakah semacam metodologi "ilmiah" untuk membuat ramuan obat yang efektif secara medis?

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa beberapa obat-obatan di abad pertengahan hanya bersifat plasebo atau paliatif tidak untuk menyembuhkan, namun salep mata Bald membuktikan bahwa "antibiotik kuno" telah digunakan sebelum antibiotik modern ada.

Potensi obat abad pertengahan

Saat ini AncientBiotics sedang mempelajari sebuah catatan medis abad pertengahan, "Lylye of Medicynes", terjemahan bahasa Inggris abad ke-15 dari bahasa Latin "Lilium medicinae", dari tahun 1305.

Catatan tersebut berisi sekitar 360 resep obat. Tim bermaksud untuk memeriksa pola pengobatan dan kekuatan hubungan bahan untuk menentukan apakah resep tersebut terbuat dari beberapa kombinasi bahan antimikroba.

Hal ini akan membuka kemungkinan penelitian baru mengenai agen antimikroba yang terdapat dalam bahan tersebut pada tingkat molekuler.

"Penelitian kami masih berada pada tahap awal, namun memiliki potensi menarik untuk masa depan," kata Dr Erin Connelly, pimpinan tim AncientBiotics. MIMS

Bacaan lain:
Efek samping antibiotik seringkali dibiarkan oleh para dokter - catat penelitian
Semakin memburuknya kasus resistensi antibiotik di Indonesia
Menghabiskan antibiotik tidak mencegah resistensi antimikroba, sebut penelitian baru

Sumber:
https://theconversation.com/medieval-medical-books-could-hold-the-recipe-for-new-antibiotics-74490
http://www.timescolonist.com/life/medieval-gathering-looks-at-lessons-of-medicine-in-middle-ages-1.9631774
https://penncurrent.upenn.edu/features/ancientbiotics-team-tests-medieval-treatments-for-modern-ailments
https://hyperallergic.com/371023/peruse-1000-year-old-medical-remedies-from-ox-bile-to-mandrake-root/