Menato seringkali dianggap sebagai seni, dan biasanya tidak membutuhkan saran dari tenaga kesehatan untuk melakukannya. Meskipun demikian, beberapa penelitian terbaru menunjukkan mengapa dokter harus mulai memperhatikan tren ini.

1. MIT: Tinta tato berguna untuk pasien diabetes

Sebuah tim peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), dan Harvard Medical School berhasil mengembangkan tinta tato yang bisa berubah warna untuk membantu pasien diabetes.

"Konsep tato dengan sensor biologis menawarkan alternatif menarik untuk monitoring kesehatan in vivo untuk berbagai komplikasi kesehatan, termasuk diabetes, asidosis, alkalosis, ketidak seimbangan elektrolit, dan hipertensi," tulis peneliti.

This image shows the colour changes of each biosensing ink. Other tattoo inks developed by the team, from MIT, monitor the body's salt (a) and pH levels (b). The researchers' glucose-sensing ink is shown in column c. Photo credit: Xin Liu, Katia Vega/The Daily Mail
This image shows the colour changes of each biosensing ink. Other tattoo inks developed by the team, from MIT, monitor the body's salt (a) and pH levels (b). The researchers' glucose-sensing ink is shown in column c. Photo credit: Xin Liu, Katia Vega/The Daily Mail


Proyek yang disebut Dermal Abyss berhasil mengembangkan tiga tato berbeda yang berubah warna sesuai dengan nilai pH, kadar natrium, dan gula darah. Tinta ini bisa mendeteksi perubahan gula darah dengan mengubah warna biru menjadi coklat jika kadar gula darah meningkat.

Meskipun masih dalam tahap penelitian awal, namun penelitian dilakukan dengan tujuan untuk membantu pasien diabetes yang perlu terus-menerus mengukur kadar gula darah mereka dan juga karena potensinya dalam menyelamatkan nyawa pasien.

Sekarang, pasien diabetes mengukur kadar gula darah mereka dengan menggunakan alat yang akan menusuk jari mereka dan mengambil darah untuk ditempelkan ke alat yang akan menunjukkan kadar gula darah. Proses ini mungkin dianggap membutuhkan waktu lama.

Susan Babey, PhD, seorang peneliti senior di University of California, Los Angeles, Center for Health Policy Research mencatat bahwa "(teknologi) ini meningkatkan akses pasien terhadap metode monitoring yang nyaman dan membuat mereka patuh pada jadwal pemeriksaan gula darah mereka."

2. Nanopartikel dalam tinta tato bisa menyebabkan kanker

Kebalikan dari manfaatnya untuk pasien diabetes, penelitian lain menemukan bahwa tinta tato mungkin mengandung nanopartikel yang mengganggu nodus limpa – dan mungkin menyebabkan kanker.

Sebuah penelitian dari Hiram Castillo, European Synchrotron Radiation Facility di Perancis menyatakan bahwa senyawa kimia seperti titanium dioksida yang ditemukan dalam tinta tato mungkin menerobos masuk ke aliran darah – dan menetap di sana, kemudian bermigrasi ke nodus limpa, dan menyebabkan pembengkakan. Nodus limpa yang membengkak membuat penderita sulit melawan infeksi.

Microscopic particles found in tattoo ink can leak into lymph nodes, causing it to swell and affect the immune system.
Microscopic particles found in tattoo ink can leak into lymph nodes, causing it to swell and affect the immune system.


Senyawa kimia yang juga umum ditemukan dalam pengawet makanan dan tinta sudah banyak dihubungkan dengan tertundanya masa penyembuhan, menyebabkan gatal dan iritasi kulit.

"Kami sudah mengetahui bahwa pigmen dalam tato akan masuk ke nodus limpa karena adanya bukti visual yang menunjukkannya: nodus limpa menjadi berwarna sesuai dengan warna tato. Yang tidak kami ketahui sebelumnya adalah bahwa tinta ini masuk dalam bentuk partikel nano."

Menggunakan pengukuran fluorosensi X-ray, peneliti berhasil mengidentifikasi partikel dalam kulit dan nodus limpa. Hasil menunjukkan bahwa hanya partikel nano yang bisa masuk ke nodus limpa dan terus ada di sana hingga waktu yang tidak tertentu.

Tim peneliti juga menambahkan bahwa dengan perkembangan dari hasil penelitian, tahap selanjutnya yang bisa dilakukan adalah mencari bukti efek simpang, termasuk inflamasi.

3. Dokter anak (pediatrik) mengeluarkan panduan menato

Di awal bulan September silam, American Academy of Paediatrics (AAP) mengeluarkan rekomendasi pertama mengenai tato dan tindikan dalam laporan klinis di jurnal Pediatrics. Laporan ini dikeluarkan mengingat semakin banyaknya remaja dan anak muda yang menato tubuhnya dan memiliki berbagai jenis seni di tubuhnya – tiga dari sepuluh warga Amerika dilaporkan memiliki setidaknya satu tato.

The Harris Poll result in 2015 revealed that three out of 10 Americans have at least one tattoo. Source: The Harris Poll
The Harris Poll result in 2015 revealed that three out of 10 Americans have at least one tattoo. Source: The Harris Poll


Dr Cora Breuner, seorang anggota divisi pengobatan anak muda di Rumah Sakit Anak Seattle yang juga merupakan ketua Komite AAP untuk anak muda – juga merupakan penulis rekomendasi – mengatakan ia ingin dokter dan tenaga kesehatan lain mampu memandu pasien dan orangtua mereka saat mereka mendiskusikan mengenai tato atau tindikan.

Salah satu rekomendasi yang dikeluarkan oleh AAP meliputi mengadakan diskusi antara dokter anak dan pasien muda mengenai pentingnya praktek higienitas saat menindik atau menato. Praktek higienitas ini harus meliputi penggunaan sarung tangan sekali pakai, jarum dari kantung yang tertutup rapat (baru) dan tempat penyimpanan steril, serta tinta baru yang masih segar dalam wadah sekali pakai yang masih baru untuk setiap pelanggan.

Dokter juga perlu mengedukasi pasien mengenai obat yang bisa menghambat sistem imun dan memengaruhi proses penyembuhan luka, seperti steroid untuk menghindari tato dan tindikan pada tubuh.

Pasien yang memilih untuk mengikuti prosedur ini harus memperhatikan tanda infeksi seperti kemerahan yang menyebar melalui tato atau tindikan, meningkatnya rasa sakit, atau demam dan mengadakan konsultasi dengan dokter langsung jika hal tersebut terjadi. AAP menyimpulkan bahwa penelitian mendalam harus dilakukan sebelum menato tubuh. "Jasa tato sudah ada sejak lama, dan dinyatakan aman; tetapi tetap lebih baik mencegah daripada mengobati," saran Breuner. MIMS

Bacaan lain:
Mengapa apoteker perlu mempertimbangkan instruksi penggunaan gelas dan sendok ukur
Robot pil - penghantar obat dalam tubuh
Berbagi jadwal periksa: Tren baru saat konsultasi pasien

Sumber:
https://www.healthline.com/health-news/tattoos-could-help-with-diabetes#4
https://www.theguardian.com/fashion/2017/sep/12/tattoo-ink-contaminants-lymph-nodes
https://www.inquisitr.com/4492794/tattoos-may-cause-cancer-due-to-chemicals-in-ink-getting-into-the-bloodstream-and-lymph-nodes-says-new-study/
http://www.the-scientist.com/?articles.view/articleNo/50307/title/Tattoo-Ink-Nanoparticles-Persist-in-Lymph-Nodes/
http://time.com/4941937/tattoos-body-piercing-kids/
http://www.npr.org/sections/health-shots/2017/09/18/551212312/teen-wants-a-tattoo-pediatricians-say-heres-how-to-do-it-safely
https://www.fastcodesign.com/90127275/these-tattoos-change-colors-based-on-the-health-of-your-body