MSD Malaysia baru-baru ini mengumumkan persetujuan untuk ATOZET, kombinasi ezetimibe dan atorvastatin di Malaysia, pada 26 Juli – melalui peluncuran dengan media di Ruyi & Lyn, Bangsar, KL. Acara ini diisi oleh dokter kardiologi, Dr Jeyamalar Rajadurai dan Dr David Quek, yang membagikan pendapat pribadinya mengenai prevalensi hiperkolesterolemia, komplikasi penyakit dan saran manajemen hiperkolesterolemia.

Kombinasi tablet satu kali sehari menawarkan mekanisme aksi ganda, memberikan intervensi ke dua sumber kolesterol utama dalam darah. Ezetimibe menghambat absorpsi kolesterol dalam saluran pencernaan, sedangkan atorvastatin menghambat produksi kolesterol di hati. ATOZET diindikasikan untuk menurunkan risiko gangguan kardiovaskular pada pasien dengan penyakit jantung koroner (CHD) dan riwayat sindrom koroner akut (ACS), baik yang sebelumnya pernah menggunakan statin atau tidak.

Juga diindikasikan sebagai terapi tambahan dalam pola makan untu digunakan pada orang dewasa dengan hiperkolesterolemia atau campuran hiperlipidemia turunan homozigot dan primer (heterozigot turunan dan non-turunan) pada pasien yang tidak dikontrol dengan statin, atau sudah pernah diterapi dengan statin dan ezetimibe.

"Penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian pada pria dan wanita. Selain itu, penyakit ini merupakan penyakit kedua dan lebih umum dibandingkan semua jenis kanker dalam lebih dari sepuluh tahun terakhir. Ini merupakan penyebab paling penting dari mortalitas prematur pada bayi dan ibu dan wanita di bawah usia 70 tahun. Dan penyebab paling penting dari penyakit jantung adalah kolesterol tinggi," kata Dr Jeyamalar.

Senior consultant cardiologist, Dr Jeyamalar Rajadurai explaining the cause and burden of hypercholesterolemia during an interactive forum at the launch. Photo credit: MSD
Senior consultant cardiologist, Dr Jeyamalar Rajadurai explaining the cause and burden of hypercholesterolemia during an interactive forum at the launch. Photo credit: MSD


Tingginya angka hiperkolesterolemia pada masyarakat Malaysia

Menurut Survey Kesehatan dan Morbiditas Nasional, keseluruhan prevalensi hiperkolesterolemia – yang diketahui dan tidak didiagnosis – pada dewasa muda berusia 18 tahun dan di atasnya adalah 47,7% di Malaysia. Ada tren peningkatan umum seiring dengan peningkatan usia: dari 22,0% di kelompok usia 18-19 tahun, dan puncaknya dengan angka 68,8% pada kelompok usia 55-59 tahun.

"Dari di atas 30 tahun, ada lonjakan tinggi dalam prevalensi hiperkolesterolemia. Faktanya, dalam survey yang dilakukan pada siswa berusia 13 tahun... diketahui bahwa 23% dari siswa ini memiliki kadar kolesterol tinggi. Satu dari empat siswa berusia 13 tahun menderita penyakit dengan kolesterol tinggi, atau lebih dari 5,2 mmol," jelasnya.

Penelitian Asia REALITY yang memeriksa pola terapi, tujuan dan faktor yang memengaruhi terapi di antara pasien dalam enam negara Asia yang menggunakan statin, juga melihat lebih dari setengah partisipan (biasanya pasien dengan risiko tertinggi penyakit kardiovaskular, termasuk mereka yang menderita CHD atau diabetes) tidak memenuhi nilai rekomendasi untuk LDL-C.

Menurunkan nilai LDL-C hingga 27%

"Panduan terbaru menyatakan bahwa ada bukti yang menyarankan bahwa nilai LDL-C yang menurun berhubungan dengan lebih sedikitnya gangguan kardiovaskular: semakin banyaknya penurunan LDL-C, semakin banyaknya penurunan risiko penyakit kardiovaskular. Manfaat ini berhubungan dengan penurunan LDL-C yang tidak spesifik ke terapi statin. Dengan demikian, tampaknya cocok untuk menurunkan LDL-C serendah mungkin, setidaknya pada pasien dengan risiko kardiovaskular sangat tinggi," jelas Dr David Quek.

Senior consultant cardiologist, Dr David Quek emphasising the need to think beyond statin monotherapy in treating hypercholesterolemia. Photo credit MSD
Senior consultant cardiologist, Dr David Quek emphasising the need to think beyond statin monotherapy in treating hypercholesterolemia. Photo credit MSD


ATOZET sudah banyak ditunjukkan dalam penelitian mengenai efektivitasnya dalam menurunkan kadar LDL-C. Dalam penelitian selama 6 minggu, di beberapa pusat kesehatan, tertutup ganda, penelitian paralel, ATOZET ditunjukkan bisa menghasilkan banyak penurunan kadar LDL-C (27%) pada 196 pasien hiperkolesterolemia – dibandingkan menaikkan dosis atorvastatin menjadi dua kalinya.

Selain itu, penelitian IMPROVE-IT yang mengevaluasi manfaat klinis kombinasi ezetimibe/simvastatin dibandingkan simvastatin itu sendiri, juga menunjukkan bahwa kombinasi ini memberikan beberapa keuntungan dalam menurunkan banyak faktor risiko yang berhubungan dengan masalah kardiovaskular pada 18.144 pasien sindrom koroner akut (ACS) – risiko relatif menurun sebanyak 6,4%.

"Dengan dikeluarkannya ATOZET, kami berharap kami bisa membawa tenaga kesehatan untuk berpikir di luar monoterapi dengan statin, di saat pasien juga merasa kesulitan untuk mencapai nilai tujuan kolesterol mereka. Kombinasi ezetimibe dan atorvastatin pada ATOZET menggambarkan terobosan baru, yang diharapkan MSD bisa membantu menyelesaikan masalah penting pada pasien di Malaysia," sebut Chris Tan, Direktur Penanganan dan Kepala Zona untuk Malaysia, Singapura dan Brunei di acara peluncuran ATOZET. MIMS

Bacaan lain:
Obat baru ditemukan efektif menurunkan nilai LDL, tetapi harga obat masih perlu dipertanyakan
Gangguan jantung merupakan penyebab satu per tiga kematian di dunia
Hanya sedikit pasien yang mau menggunakan implan regulator jantung penyelamat nyawa di Singapura

Sumber:
http://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMoa1410489#t=article
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18547466
http://www.iku.gov.my/images/IKU/Document/REPORT/nhmsreport2015vol2.pdf
http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.2217/clp.14.36
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19026303