Jumlah ini harus selalu diperhatikan: 300.000 orang meninggal setiap tahunnya di Filipina disebabkan penyakit tidak menular. Jika dibagi lagi, diperkirakan 800 orang meninggal setiap harinya karena stroke, kanker, serangan jantung atau PPOK, ekuivalen dengan dua kecelakaan pesawat besar.

"Tetapi tidak satupun membuatnya menjadi masalah besar karena penyakit ini membunuh secara 'diam-diam' ... tidak seperti overdosis obat atau pemerkosaan," kata Dr. Anthony Leachon.

Yang sama mengkhawatirkannya adalah bahwa pasien yang meninggal karena gaya hidup terjadi pada pasien berusia lebih muda dan kebanyakan berasal dari lingkungan miskin.

Dr. Leachon menyebutkan mitos bahwa penyakit karena gaya hidup hanya terjadi pada orang kaya karena merekalah yang memiliki 'kehidupan yang baik', yang meliputi konsumsi makanan berlemak atau menghabiskan waktu di pesta. "Faktanya adalah penyakit gaya hidup merupakan penyakit orang miskin dan berusia muda," jelasnya.

Akar penyebabnya adalah gaya hidup tidak sehat

Penjelasannya, ia mengatakan kemiskinan seringkali menciptakan lingkungan yang membuat stress dan edukasi tampak tidak terlalu penting. Hasilnya, mereka yang miskin jarang memiliki akses untuk mengikuti gaya hidup dan kebiasaan sehat.

"Mereka tidak makan makanan yang sehat. Mereka banyak merokok, minum... untuk lupa akan rasa lapar. Dan mereka tidak melakukan pencegahan sehingga mereka rentan menderita tekanan darah tinggi saat mereka makan makanan asin," kata Dr Leachon dalam sebuah wawancara.

Meskipun edukasi penting untuk meningkatkan status kesehatan, namun ada lagi yang sama pentingnya, yaitu menanamkan gaya hidup sehat dipikiran semua masyarakat, katanya.

Faktor pemicu kegagalan

Pelajaran penting yang dipelajari Dr Leachon adalah mengapa warga Filipina gagal mencapai tujuan kesehatan mereka, dan alasannya karena mengedukasi masyarakat umum mengenai praktek medis merupakan sesuatu yang tidak efektif. Advokasi tidak cukup, katanya, karena tidak akan ada yang mendengarkan.

Solusinya bagi warga Filipina adalah untuk mengadposi gaya hidup sehat, dan yang dibutuhkan untuk membentuk lingkungan yang ada.

Misalnya di Singapura. "Saat Anda pergi ke negara seperti Singapura, Anda akan diubah., Tidak merokok, tidak makan permen karet, tidak mengotori." Pelanggaran akan berakhir ke pembayaran denda.

Budaya merupakan satu faktor lain. Di Jepang, mereka mengonsumsi makanan sehat, olahraga merupakan kegiatan sehari-hari, dan orang-orang tidak temperamental, kata Dr Leachon.

Harus dimulai dari edukasi, dan harus dimulai dari usia muda, ia menjelaskan, sehingga masyarakat seiring berjalannya waktu untuk menciptakan gaya hidup sehat.

Direktur independen yang mewakili Badan Pemerintahan bertanggung jawab untuk menyusun hukum yang meliputi edukasi pencegahan kesehatan di kurikulum sekolah dari tingkat dasar higga sekolah menengah atas. Keputusan ini sudah disetujui untuk menjadi bagian hukum oleh mantan Presiden Macapagal Arroyo di tahun 2006.

Strateginya sederhana, masukkan topik Kesehatan dan Ilmu pengetahuan di salah satu mata pelajaran sehingga mereka menjadi sadar akan hal ini. Dan masukkan satu topik di satu waktu – merokok, menjaga makan, olahraga, dsb.

Tetapi kemudian dianggap sebagai serangan ke Presiden Benigno Aquino III, yang bersama dengan Sekretaris Departemen Kesehatan, merupakan perokok berat.

Dr Leachon mendorong anak sekolah untuk menghabiskan waktu 30 menit sehari untuk berolahraga, dan bukan hanya satu kali dalam seminggu selama upacara bendera. Untuk mengaplikasikannya dibutuhkan ruang yang cukup, tetapi banyak sekolahan bahkan merasa kesulitan untuk memiliki cukup ruang kelas dan tidak memiliki kesempatan untuk mengikutinya.

Menyajikan makanan sehat di kantin sekolah merupakan cara lain untuk mencapai tujuan hidup sehat di antara anak muda. Masalah dalam keputusan ini adalah bahwa makanan sehat merupakan makanan yang mahal, yang tidak mampu dibeli oleh anak sekolah.

Daftar periksa

Hingga idenya bisa terealisasikan, Dr Leachon berfokus pada advokasinya untuk hidup sehat dengan mengedukasi pasien.

Dan karena mengajarkan tanpa melakukan tampak tidak ada gunanya, ia kemudian memberikan daftar hal yang harus dilakukan dan memberikan sasaran yang ingin dicapai ke pasiennya.

"Dokter harus memberikan tujuan untuk pencegahan. Saat mereka kembali, mereka harus membawa hasil."

Dr Leachon mengakui bahwa dokter seringkali menghadapi tantangan perubahan yang sulit dilakukan. Tetapi karena tujuan tenaga kesehatan bukan menyembuhkan tetapi mencegah ornag-orang menjadi sakit, maka ini merupakan suatu poin penting yang harus diingat para dokter.

"Anda tahu apa yang salah tetapi Anda tidak mengajarkan mereka bagaimana cara melakukannya dengan benar. Beritahu mereka apa yang harus mereka lakukan dan bukan hanya memerintahkan mereka untuk mencapai sesuatu."

Dan karena hampir tidak mungkin bisa mencapai semuanya itu selama konsultasi 15 menit, maka cara tercerdas untuk menyelesaikannya adalah menggunakan daftar periksa, kata dokter.

Meskipun masih banyak tenaga kesehatan yang keras kepala atau malas, namun tidak mustahil untuk mengubah mereka, kata dokter kardiologi. "Tetapi dokter tidak bisa memotivasi mereka. Mereka seharusnya diinspirasi [untuk berubah], bukan hanya memberikan poin negatif."

Ia menggunakan dirinya sendiri sebagai contoh orang yang bisa mengubah gaya hidup tidak sehatnya menjadi model manusia sehat. Hal paling penting untuk mencapai sesuatu adalah, katanya, mencari maksud tujuan tersebut.

"Tidak ada yang bisa berubah jika Anda tidak punya rencana untuk berubah. Pengaturan tujuan merupakan sesuatu yang penting." MIMS

Bacaan lain:
Resep hijau: Dokter meresepkan perubahan gaya hidup
Obat penunda pubertas berhubungan dengan efek merusak jangka panjang
Tiga kondisi yang membutuhkan terapi fisik