Meskipun ada banyak kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan peningkatan fokus pada kesehatan mental, jumlah bunuh diri yang dilaporkan di Inggris menurun dari 14,7 per 100.000 orang 36 tahun lalu, menjadi 10,9 orang di tahun 2015.

Dr Shekhar Saxena, Direktur Departemen Kesehatan Mental dan Penyalahgunaan Obat Terlarang WHO, mengatakan bahwa sejumlah besar orang yang bunuh diri menderita gangguan mental – 80% dari negara berpendapatan tinggi dan 50% dari negara berpendapatan rendah. Masalah kesehatan yang paling umum adalah depresi.

Menariknya, Data Rahasia Nasional untuk Bunuh Diri dan Pembunuhan pada Orang-orang dengan Penyakit Mental menunjukkan bahwa lebih dari 25% korban bunuh diri pernah menghubungi pelayanan kesehatan mental 12 bulan sebelum kematiannya.

Pencegahan bunuh diri

Edward Mallen, seorang pianis handal, mengejutkan banyak orang saat ia bunuh diri. Ayahnya, Steve mallen, seorang konsultan properti, mengenang momen tersebut seperti "menatap neraka terdalam yang sangat mengerikan." Dua minggu sebelum kematiannya, Edward dirujuk ke tim intervensi krisis NHS. Ia tidak diidentifikasi sebagai bunuh diri.

Mallen percaya bahwa kematian seperti Edward tidak bisa dicegah. Jika ada manajemen pencegahan yang lebih efektif, anaknya mungkin bisa mendapat bantuan untuk mengatasi depresinya.

Mallen memutuskan untuk memperbaiki strategi pencegahan bunuh diri yang ada sekarang demi anaknya. Ia sekarang merupakan seorang aktivis aktif untuk pencegahan bunuh diri dan sudah banyak membantu komunitas.

Mengubah sikap orang terhadap bunuh diri

Bunuh diri merupakan aksi sadar dan tidak terelakan oleh individu berisiko. Kematian dianggap sebagai bagian dari tahap kehidupan. Meskipun ada strategi pencegahan, namun sikap ini tidak bisa diubah selama beberapa waktu tertentu.

Zero Suicide merupakan konsep dan praktek yang menantang kepercayaan ini. Tujuannya, seperti namanya, untuk menciptakan dunia tanpa satu orang pun melakukan bunuh diri.

David Covington, seorang relawan Zero Suicide di Phoenix, Arizona mengatakan bahwa individu yang bunuh diri cenderung memiliki frase seperti "(mereka" ingin melakukannya" dan bahwa "Anda tidak bisa menghentikan seseorang yang ingin membunuh dirinya sendiri".

Ia juga menjelaskan, "Ada keanehan dari pola pikir ini bahwa seseorang yang mati tidak bisa dihentikan karena mereka tidak mencari pertolongan medis dan menjelaskan apa yang sedang terjadi."

Pendekatan Zero Suicide dibentuk lebih dari 10 tahun yang lalu di rumah sakit Detroit. Ed Coffey, CEO Pelayanan Perilaku Sehat kemudian, mengubah pendekatan Sistem Kesehatan Henry Ford untuk menurunkan kesehatan mental yang berhubungan dengan kematian.

Karena banyak kematian disebabkan bunuh diri yang berhubungan dengan penyakit mental, Zero Suicide menangani semua pasien kesehatan mental sebagai orang-orang yang berisiko bunuh diri. Kematian karena bunuh diri tidak diterima karena merupakan bentuk yang mungkin terjadi kapan saja; bukannya, dipelajari dan direfleksikan. Teknik advokasi inisiatif yang menggaris bawahi kekuatan kepemimpinan, meningkatkan pelatihan tenaga kesehatan, pemeriksaan pasien yang lebih baik dan penggunaan data dan penelitian terbaru.

Sistem Henry Ford melaporkan hasil mengejutkan. Pada 1999, angka bunuh diri tahunan pada pasien kesehatan mental adalah 110 per 100.000. Di 11 tahun selanjutnya, angka ini turun menjadi 36 per 100.000. Di tahun 2009, tidak ada kasus bunuh diri di antara pasien. Pelayanan Kesehatan Magellan di Arizona kemudian juga menerapkan sistem ini, dan melaporkan 50% penurunan angka bunuh diri pada 10 tahun terakhir.

Dunia tanpa bunuh diri Zero Suicide

merupakan tujuan utama yang penting untuk mencapai tingkat performa tinggi. Menurut Thomas Priselac, presiden dan CEO Pusat Medis Sinai Cedars, "Saat Anda mendesain angka nol, Anda menghadapi ide dan pendekatan berbeda bahwa jika Anda hanya mendesainnya menjadi 90% mungkin tidak mungkin terealisasi."

Banyaknya tantangan yang berhubungan dengan bunuh diri membuatnya sulit untuk menciptakan dunia tanpa bunuh diri. Meskipun demikian, Zero Suicide percaya bahwa tahap pertama adalah untuk mengatasi perpindahan berkelanjutan dalam sikap yang mengarahkan ke bunuh diri.

Ahli kesehatan merasa bahwa strategi berpendapatan besar dan lebih terkoordinasi bisa membantu mengubah sikap dan pendekatan dalam setiap bagian populasi. Hal ini meliputi sekolah, rumah sakit, kantor polisi dan rumah keluarga. Di beberapa tahun terakhir, ada banyak usaha untuk mengubah sikap dan mengadakan diskusi mengenai bunuh diri. Contohnya adalah pertunjukkan Netflix "13 Reasons Why" yang memicu diskusi mengenai bunuh diri di banyak sekolah di Amerika. 

Mencegah bunuh diri tidak hanya terbatas pada pelayanan klinis atau usaha dari tenaga kesehatan. Zero Suicide meliputi pendekatan sistem besar yang meliputi komunitas lebih luas seperti orang yang selamat dari usaha bunuh diri, anggota keluarga, pemerintah, dan peneliti. MIMS

Bacaan lain:
Bunuh diri di hari Natal: Mitos atau fakta?
Memanfaatkan teknologi untuk terapi depresi
Efektivitas terapi bicara sebagai obat gangguan mental

Sumber:
http://zerosuicide.sprc.org/sites/zerosuicide.actionallianceforsuicideprevention.org/files/What%20is%20Zero%20Suicide.pdf
https://www.theatlantic.com/health/archive/2017/08/zero-suicide-strategy/535587/