Berolahraga dan mengikuti pola makan sehat bisa membantu penderita asma non-obesitas untuk menangani gejalanya dengan lebih baik lagi, menurut penelitian, meskipun mereka harus melakukan keduanya dan bukan hanya memilih salah satunya.

Penelitian, yang dilakukan oleh tim dari Rumah Sakit Universitas Bispebjerg di Copenhagen, Denmark, dilakukan untuk mengetahui apakah pasien asma non-obesitas bisa mendapat manfaat dari pola makan yang lebih sehat dan meningkatkan aktivitas olahraga untuk mengatasi gejala, sama seperti efeknya pada pasien asma yang juga mengalami obesitas.

Dr Louise Lindhart Toennesen, kepala peneliti, menjelaskan bahwa pasien asma terkadang menganggap olahraga adalah hal yang cukup menantang karena bisa menyebabkan penurunan status kesehatan mereka.

Peneliti memeriksa 125 pasien asma selama delapan minggu dan memberikan intervensi perubahan gaya hidup.

Pasien mengikuti kelas olahraga tiga kali seminggu dan mengonsumsi makanan dengan indeks glikemi rendah dan kaya protein, buah-buahan dan sayuran. Regimen olahraga mereka meliputi aktivitas intensitas tinggi dan aktivitas ringan.

Peneliti menemukan bahwa partisipan yang mengikuti kedua intervensi tersebut memiliki angka penurunan risiko serangan asma lebih besar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala asma berhasil diturunkan hingga 50% dengan mengombinasikan olahraga dan perbaikan pola makan.

Jika hanya melakukan satu intervensi – pola makan atau olahraga – akan memberikan manfaat sebesar 30%.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa pasien asma non-obesitas bisa dengan aman mengikuti pola olahraga yang direncanakan dengan baik, dan berintensitas tinggi. Penelitian juga menunjukkan bahwa olahraga disertai dengan pola makan sehat bisa membantu mengontrol gejala pasien asma dan menikmati kualitas hidup yang lebih baik lagi," ungkap peneliti, yang dicatut oleh Daily Mail.

Tim peneliti mencatat bahwa pasien menunjukkan ketertarikan mengenai apakah olahraga dan pola makan bisa meningkatkan gejala asma mereka.

"Ini merupakan penemuan penting karena kita mengetahui bahwa tidak semua pasien mengontrol gejala mereka dengan baik dan dengan demikian mungkin memiliki kualitas hidup yang rendah," tulis peneliti dalam laporannya.

Sementara itu, Dr Toennesen dan sejawat peneliti akan terus memeriksa hubungan antara pola makan, olahraga, dan asma, untuk mengetahui apakah perubahan gaya hidup ini benar-benar memberikan efek untuk mencegah asma. MIMS

Bacaan lain:
Resep hijau: Dokter meresepkan perubahan gaya hidup
Menyelesaikan masalah kesehatan dimulai dari edukasi dan perubahan gaya hidup
Meninggalnya anak laki-laki berusia sembilan tahun akibat asma kronis akibat kesalahan diagnosis

Sumber:
https://www.eurekalert.org/pub_releases/2017-09/elf-asc091117.php
http://www.express.co.uk/life-style/health/853229/asthma-symptoms-quality-of-life-healthy-diet-exercise
http://www.dailymail.co.uk/health/article-4878492/Eating-exercising-halve-asthma.html