Direktur Umum Kesehatan, Datuk Dr Noor Hisham Abdullah memperingati sikap petugas Rumah Sakit Kajang akibat salah mengkremasi pasien Muslim yang sudah meninggal.

Kesalahan saat proses penyerahan kadaver karena kemiripan nama

Noor Hisham mengatakan Departemen Kesehatan Selangor sedang melakukan penyelidikan untuk kasus pria berusia 74 tahun. Hal ini dilakukan setelah rumah sakit mengakui ada kesalahan saat memberikan jenazah ke keluarganya.

"Menteri Kesehatan menyesali hal ini dan memandang masalah ini dengan serius. Menteri kesehatan menyatakan bahwa kesalahan tersebut sebenarnya tidak boleh terjadi di rumah sakit manapun," ungkapnya. Ia mengklarifikasi bahwa rumah sakit dan unit forensik harus mematuhi panduan dan prosedur operasi standar dalam menyerahkan jenazah ke pewaris.

Tabloid terbaru melaporkan bahwa jenazah seorang Muslim tertukar dengan Hassan Abdullah, yang nama aslinya adalah Lin Ah San atau Lim Ah San, dan dikremasi dengan cara Buddha. Unit Forensik Rumah Sakit Kajang sudah menyerahkan jenazah tersebut ke rumah duka Buddha pada 3 Juni dan sudah dikremasi di hari berikutnya menurut adat Buddha.

Jenazahnya ternyata tertukar dengan pasien lain yang meninggal, Chu Kim San yang juga berusia 70 tahunan. Pusat Perawatan Al-Fikrah Malaysia menyadari kesalahan ini saat mereka memeriksa tubuh Hassan, yang tinggal di rumah mereka. Kepalanya, Mohd Azmi Md Zaid mengatakan bahwa ia merasa bingung saat ada dua jenazah pria China dengan nama mirip di unit tersebut.

Menteri Kesehatan menyesalkan kesalahan tersebut

Noor Hisham mengatakan bahwa menteri melihat masalah ini dengan serius dan menyesalkannya. "Ini sesuatu yang tidak boleh terjadi di rumah sakit karena semua rumah sakit dan Departemen Forensik memiliki panduan spesifik dan prosedur operasi standar (SOP) dari pengobatan forensik yang menggaris bawahi proses pemberian jenazah ke pewarisnya," ungkapnya.

"Sikap tegas akan diambil ke petugas yang tidak mematuhi SOP dan panduan," kata Noor Hisham.

Ia mengatakan Hassan diletakkan di rumah duka Muslim di Kajang dan merupakan satu-satunya yang Muslim dikeluarganya. "Abu jenazah sudah diberikan ke rumah duka Badan Permasalahan Islamik Selangor (MAIS)," lanjutnya.

Dalam hal masalah ini, MAIS mengatakan mereka ingin Rumah Sakit Kajang melakukan penyelidikan dan membuat laporan mengenai kesalahan ini. Kepalanya, Datuk Mohamad Adzib Mohd Isa, menyatakan bahwa rumah sakit mengkaji dan memperbaharui prosedurnya untuk menghindari kesalahan serupa di masa depan. Menteri Kesehatan juga membuat peraturan untuk kemajuan prosedural langsung di Rumah Sakit Kajang. MIMS

Bacaan lain:
Kesalahan medis: Kelalaian menyebabkan tercampurnya pasien
Malpraktek oleh apoteker: Kekeliruan, kelalaian dan penyalahgunaan
4 kesalahan komunikasi yang harus dihindari dalam praktek medis

Sumber:
https://www.nst.com.my/news/nation/2017/06/245972/mistaken-identity-cremation-health-ministry-confirms-mistake-kajang
http://www.theborneopost.com/2017/06/05/health-dg-warns-of-severe-action-over-body-slip-up/
http://www.thestar.com.my/news/nation/2017/06/06/health-dg-action-will-be-taken-against-hospital-staff/