Masih banyak yang perlu dilakukan untuk mengetahui risiko, komplikasi, angka keselamatan dan pilihan terapi dari kanker. Namun dengan setidaknya ada satu fakta kanker baru yang ditemukan setiap harinya, peneliti berhasil membantah fakta lama yang tidak terbukti kebenarannya. Berikut beberapa hasil penelitian terbaru mengenai kanker.

Konsumsi alkohol secukupnya merupakan standar utama

Menurut American Society of Clinical Oncology (ASCO), di antara semua jenis kanker, kanker kepala dan leher merupakan jenis kanker dengan jumlah kasus terbanyak dengan 10.000 kematian dari 50.000 kasus di tahun ini. Kanker lain dengan kasus yang tidak terlalu banyak namun dianggap mematikan adalah kanker esofagus dan tenggorokan dengan 16.000 kematian dari 17.000 kasus.

Hasil penelitian yang baru diterbitkan dalam Journal of Clinical Oncology, melaporkan peningkatan risiko menderita kanker akibat minum alkohol. Peneliti menyatakan hubungan ini ditemukan akibat paparan langsung substansi alkohol dengan organ tubuh.

"Alkohol akan dipecah menjadi asetaldehid, yang bekerja sebagai racun di kepala dan leher serta esofagus," kata Dr. Roy Buchinsky dari Universitas Hospitals.

Selain paparan langsung, faktor lain yang juga harus dipertimbangkan adalah jumlah alkohol yang dikonsumsi.

Some studies have suggested alcohol – such as red wine – can lower the risk of heart disease, but further analysis showed that the non-drinkers studies often had other health problems, making drinkers appear healthier.
Some studies have suggested alcohol – such as red wine – can lower the risk of heart disease, but further analysis showed that the non-drinkers studies often had other health problems, making drinkers appear healthier.

Satu gelas sehari untuk wanita dan dua gelas untuk pria dianggap konsumsi sedang, sedangkan empat atau lebih gelas dalam sehari untuk wanita dan lima atau lebih untuk pria pada satu kesempatan sudah masuk dalam kategori konsumsi berlebih. (Jika satu gelas dianggap setara dengan 14 gram alkohol murni.)

Konsumsi ringan dihubungkan juga dengan 13% peningkatan risiko kanker kepala dan leher dan 4% peningkatan risiko kanker payudara. Sedangkan konsumsi berat dihubungkan dengan peningkatan 500% kanker kepala dan leher, serta 61% risiko kanker payudara.

Sedangkan pada penelitian yang menyarankan konsumsi alkohol – seperti wine – untuk menurunkan risiko penyakit jantung, analisis lebih lanjut menunjukan bahwa kelompok yang tidak mengonsumsi wine lebih sering mengalami masalah kesehatan, sehingga pengonsumsi tampak lebih sehat.

Mungkin, konsumsi sedang adalah kuncinya.

"Semakin banyak Anda minum, semakin tinggi risikonya," ungkap Dr. Clifford A. Hudis, chief executive ASCO. "Hubungan  terletak pada dosis dan respon senyawa dalam tubuh yang cukup linear."

Kualitas hidup vs. penurunan kekambuhan kanker payudara

Kanker payudara merupakan kanker pembunuh wanita terbanyak di Amerika, setelah kanker paru. Menurut ASCO, ada 200.000 wanita dan beberapa pria yang didiagnosis kanker payudara, dengan 40.000 kematian setiap tahunnya.

Baru-baru ini, sebuah laporan di New England Journal of Medicine mengklaim bahwa kanker payudara dapat kambuh setelah 20 tahun sejak diagnosis – bahkan setelah melalui lima tahun terapi endokrin standar.

Data dari 88 uji klinis, yang melibatkan hampir 63.000 wanita kanker payudara positif Reseptor Estrogen (ER) – salah satu jenis paling umum – dan menunjukkan bahwa pernyataan kekambuhan kanker payudara memang benar terjadi, terutama bagi mereka yang kankernya telah menyebar ke kelenjar getah bening saat diagnosis.

Risiko kekambuhan kanker payudara setelah 20 tahun, sebesar 52% pada pasien dengan penyebaran di sembilan kelenjar getah bening, 31% dengan sedikitnya penyebaran di tiga kelenjar getah bening terlibat dan 22% pada wanita dengan kanker yang tidak menyebar sama sekali ke kelenjar getah bening. 

"Penelitian ini menunjukkan bahwa penghentian terapi hormon setelah lima tahun  membuat wanita berisiko terkena kanker payudara kembali di masa depan," ujar Profesor Arnie Purushotham, penasihat klinis senior dari Cancer Research UK.

The standard five-year endocrine therapy has side effects such as hot flushes, vaginal dryness and intolerable joint pain, sparking discussion on whether prolonging the therapy would be beneficial.
The standard five-year endocrine therapy has side effects such as hot flushes, vaginal dryness and intolerable joint pain, sparking discussion on whether prolonging the therapy would be beneficial.

Hal ini memicu diskusi apakah perlu memperpanjang terapi hormon dari lima tahun menjadi sepuluh tahun, atau mungkin lebih.

Namun, efek samping Tamoxifen dan Aromatasin – obat yang digunakan untuk terapi – seperti hot flush, kekeringan vagina dan nyeri sendi, tidak dapat ditoleransi. Sehingga kualitas hidup pasien akan terpengaruh jika obat-obatan ini digunakan terlalu lama.

Sementara peneliti mengatakan bahwa data tersebut dapat digunakan oleh pasien dan penyedia layanan kesehatan untuk mempertimbangkan kelanjutan terapi anti-estrogen setelah lima tahun, mereka menyebutkan bahwa terapi yang digunakan sudah lebih baik dalam 20 tahun terakhir. Hal ini menunjukan bahwa tingkat kekambuhan akan sedikit lebih rendah untuk wanita yang baru terdiagnosis.

Kedelai, karbohidrat, lemak: Pria juga harus menjaga pola makan

Kanker prostat adalah jenis kanker kedua yang paling umum di kalangan para pria warga Amerika Serikat, menurut International Journal of Cancer. Pada tahun ini saja, terdapat kemungkinan sebesar 26.000 orang meninggal dari perkiraan sekitar 160.000 kasus baru.

Kacang kedelai dan produk kedelai lain yang kaya akan isoflavon bisa ditemukan dalam bentuk tahu, tempe, miso, akar kudzu dan kacang tanah Amerika (kacang kentang). Namun, isoflavon – fitoestrogen dari tanaman yang memberi efek mirip dengan hormon estrogen wanita – memberi efek sangat berbeda pada wanita dan pria.

Isoflavones – plant-derived phytoestrogens with similar effects as the female hormone oestrogen – often found in soy products, have vastly different effects in women and men.
Isoflavones – plant-derived phytoestrogens with similar effects as the female hormone oestrogen – often found in soy products, have vastly different effects in women and men.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr Jianjun Zhang dan koleganya dari Universitas Indiana di Indianapolis menemukan bahwa produk kedelai meningkatkan risiko kanker prostat stadium lanjut, tapi tidak untuk kanker prostat stadium non-lanjut.

Kanker prostat stadium lanjut berarti kanker telah menyebar di luar prostat, yaitu ke kelenjar getah bening, tulang atau organ lain dengan tingkat harapan hidup lima tahun hanya sebesar 29%.

Tim peneliti mengamati 2.598 kasus kanker prostat di kalangan pria selama rata-rata 11,5 tahun – dengan sebanyak 287 kasus merupakan kanker prostat stadium lanjut.

"Penelitian kami juga menunjukkan bukti baru bahwa asupan makanan yang mengandung isoflavon memiliki efek berbeda pada kanker prostat stadium lanjut dan non-lanjut. Pengamatan ini penting untuk memahami etiologi dan pencegahan kanker prostat namun perlu dikonfirmasi dengan lebih banyak dilakukan studi epidemiologi antara populasi dengan beragam kebiasaan makan," ungkap penulis senior Dr Zhang, beliau mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan.

Penelitian sebelumnya juga sudah menghubungkan antara diet dengan peningkatan risiko kanker prostat stadium lanjut. Pada tahun 2016, sebuah penelitian lain berhasil menemukan 88% hubungan antara asupan rutin karbohidrat olahan dengan risiko kanker prostat, sementara penelitian lain mengaitkan antara diet tinggi lemak dengan kanker. MIMS

Bacaan lain:
Kanker darah: Terobosan terapi terbaru
Apakah kanker muncul karena "nasib buruk"?
Mengapa kanker lebih banyak muncul di payudara daripada di jantung?

Sumber: 
https://globalnews.ca/news/3851004/alcohol-cancer-link/ 
http://host.madison.com/wsj/news/local/health-med-fit/alcohol-increases-cancer-risk-says-report-led-by-uw-doctor/article_f4a62fb5-2d4d-527d-8744-be22d9f7ad49.html 
https://www.nbcnews.com/health/health-news/breast-cancer-may-return-even-20-years-later-study-finds-n819106 
http://www.straitstimes.com/world/united-states/risk-of-breast-cancers-return-looms-for-20-years-study
http://www.dailymail.co.uk/health/article-5063217/Breast-cancer-return-20-years-diagnosis.html
https://www.medicalnewstoday.com/articles/320011.php
http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/ijc.31095/abstract;jsessionid=D0354078B3BE083737716C2AF032609A.f03t03
https://www.medicalnewstoday.com/articles/308679.php
https://www.niaaa.nih.gov/alcohol-health/overview-alcohol-consumption/what-standard-drink