Suster Dr Ruth Katherina Martha Pfau merupakan nama yang melekat di banyak warga Pakistan – khususnya bagi mereka yang menderita penyakit kusta. Lahir di Jerman, tetapi menyebut Pakistan sebagai rumahnya, Pfau merupakan seorang dokter dan sukarelawan yang paling terkenal karena tidak pernah berhenti melawan penyakit kusta di negara ini selama setengah abad terakhir.

Pfau dilahirkan di tahun 1929 di krisis Perang Dunia II. Setelah rumahnya terbakar, ia melarikan diri ke Jerman Barat dan kemudian mulai belajar ilmu kedokteran – yang kemudian menjadi karirnya di tahun 1950an. Ia kemudian bergabung dengan Daughters of the Heart of Mary, kelompok Katolik, yang dikirim untuk melayani di India. Mungkin merupakan sebuah takdir, ia kemudian mengalami masalah dengan visa – sehingga melarangnya masuk ke India – dan terperangkap di Karachi, Pakistan.

Kejadian mengagetkan ini kemudian malah menjadi sebuah berkat, bagi warga Pakistan – karena dianggap sebagai awal mulai dedikasi kehidupan Pfau untuk mengobati kusta di seluruh dunia.

Pakistan's Mother Teresa: Although she was born in Germany, Dr Ruth Pfau’s heart was always in Pakistan. Photo credit: The New York Times
Pakistan's Mother Teresa: Although she was born in Germany, Dr Ruth Pfau’s heart was always in Pakistan. Photo credit: The New York Times


"Bunda Teresa Pakistan"

Di tahun 1960, Pfau berusia 31 tahun saat ia berkelana ke Pakistan dan menyaksikan kesedihan negara ini saat meminta bantuan untuk menghadapi penyakit. Ia kemudian mengubah pusat terapi di daerah tertinggal, yang sekarang sudah berkembang menjadi The Marie Adelaide Leprosy Centre. Fasilitas kesehatan ini mencatat ada 500 kasus kusta setiap tahun dan sekarang juga sudah mulai mengadakan program tuberkulosis dan kebutaan. Hingga sekarang, ada 157 pusat kesehatan di negara yang berdedikasi dalam mengobati dan mencegah kusta.

Di tahun 1979, ia ditunjuk sebagai penasihat negara untuk kusta sebagai bagian dalam Menteri Kesehatan dan Perang Sosial Pemerintah Pakistan. Pfaur berkunjung ke daerag terpencil untuk mengobati mereka yang tidak memiliki akses ke terapi. Ia juga menjadi media untuk mendekatkan Pakistan dan Jerman – dengan mengumpulkan donasi dari kedua negara ini untuk amal. Ia kemudian dianugerahi penghargaan sebagai warganegara Pakistan di tahun 1988, sebagai ucapan terimakasih untuk kontribusinya.

"Selama hidupnya, Dr Ruth bekerja tanpa lelah bagi mereka yang kesusahan dan komunitas marginal dan kemudian banyak disebut sebagai Bunda Teresa Pakistan," dalam penyataan yang disebutkan oleh National Commission for Justice and Peace, organisasi afiliasi hak asasi manusia dengan Konferensi Katolik Pakistan.

Shukriya dan danke schön

Usaha Pfau tidak sia-sia begitu saja. Pada tahun 1996, World Health Organization (WHO) mendeklarasikan bahwa Pakistan merupakan salah satu negara pertama di Asia yang bebas kusta. Ia dianugerahi penghargaan tertinggi kedua 'Hilal-i-Imtiaz' pada tahun 1979, dan kemudian mendapat penghargaan tertinggi 'Hilal-e-Pakistan' di tahun 1989.

Sejak saat itu, ia mulai melatih dokter lokal untuk mengikuti jejaknya dan berkonsentrasi pada usahanya untuk melawan tuberkulosis dan mencegah kebutaan di daerah terpencil di Pakistan. Peran Pfau juga terkenal dalam membantu korban banjir di Pakistan Barat-Selatan, dimana katastrop muncul di tahun 2010. Ia juga menulis empat buku dalam bahasa Jerman, mendetailkan pekerjaannya di Pakistan, yang kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris.

Pfau juga pernah mendapat terapi untuk masalah jantung, salah satu dari penyakit kesehata lainnya, disebabkan pertambahan usia (saat ia pertama datang ke Pakistan). Pfau baru-baru ini meninggal di usia 87 tahun, meninggalkan kebijakan tak tertandingi. Orang-orang Pakistan selamanya berhutang pada kebaikannya dan kerendahan hatinya dalam membantu melawan penyakit, yang menyebabkan banyak orang dibuang dari rumahnya dan tersisih dari kehidupan sosial. Doa penguburannya akan dilakukan di sebuah gereja di Karachi pada 19 Agustus – memberikan kesempatan terakhir bagi masyarakat untuk mengucapkan shukriya dan danke schön.

"Ia memberikan harapan baru bagi banyak sekali orang dan melalui kerja kerasnya berhasil membuktikan bahwa tidak ada batas untuk menolong manusia," jelas Perdana Menteri Pakistan, Shahid Khaqan Abbasi, dalam sebuah penyataan. "Kami bangga dengan teladannya, dan ia akan tetap ada dalam hati kita sebagai simbol yang sinarnya tidak pernah padam," tambahnya. MIMS

Bacaan lain:

3 dokter yang keluar dari zona aman untuk membantu yang kesusahan
3 dokter yang selalu mengutamakan pasien daripada hidupnya sendiri
Bukan "Wonder Woman": Dokter yang hamil ini membantu melahirkan bayi wanita lain sebelum persalinannya sendiri

Sumber:
https://www.nst.com.my/world/2017/08/266518/pakistans-mother-teresa-dies
https://cruxnow.com/global-church/2017/08/11/sister-ruth-pfau-mother-teresa-pakistan-dies-87/
https://www.pakistantoday.com.pk/2017/08/10/pakistans-mother-teresa-dr-ruth-pfau-passes-away/
http://nation.com.pk/national/10-Aug-2017/pakistan-pays-tribute-to-its-mother-taresa-dr-ruth-pfau