Setiap hari, ribuan pasien tidak menggunakan obat mereka dengan tepat. Beberapa orang menggunakan terlalu banyak obat, dan yang lain terlalu sedikit obat. Beberapa orang menggunakan sendok makan, meskipun diperintahkan menggunakan sendok teh. Orangtua menuangkan suspensi antibiotik oral ke telinga anak mereka karena obat tersebut diresepkan untuk penyakit telinga. Pasien lain masuk instalasi gawat darurat karena mereka tidak tahu bagaimana cara menggunakan inhaler asma. Kondisi ini bisa jadi bukan kesalahan pasien atau tenaga kesehatan, tetapi kesalahan komunikasi perintah penggunaan obat ke pasien.

Pasien dengan keterbatasan khusus

Strategi ‘obat aman’ yang sekarang digunakan belum efektif diterapkan di komunitas dan gagal mencapai outcome yang diinginkan pada orang dengan keterbatasan khusus (membaca dan menulis). Pasien dengan keterbatasan khusus ini tidak mengetahui bagaimana cara menyembuhkan atau menjaga penyakit mereka; mereka gagal memahami instruksi dosis obat dan cara penggunaan di kotak obat; mereka tidak membaca atau mengikuti panduan obat; mereka tidak bisa membedakan obat yang satu dan yang lain; dan mereka tidak bisa menggunakan inhaler dengan benar. Tidak perlu dibayangkan lagi angka mortalitas dan peningkatan biaya yang dibutuhkan dalam terapi penyakit mereka.

Sulit untuk mengidentifikasi keterbatasan seseorang hanya dengan melihat atau berbicara sesaat dengan mereka. Banyak orang dengan keterbatasan khusus sering kali merahasiakan hal ini untuk dirinya sendiri. Dalam sebuah penelitian, dua per tiga orang (68%) mengaku tidak mengatakan ke pasangan mereka bahwa mereka memiliki kesulitan membaca dan lebih dari satu setengah pasien tidak mengatakannya ke anak mereka.

Berikut tanda dan gejala seseorang memiliki keterbatasan khusus:
  1. Cara membacanya lambat
  2. Jawaban tidak sesuai dengan pertanyaan
  3. Salah atau tidak lengkap saat mengisi formulir
  4. Menggunakan alasan seperti, “Saya lupa membawa kacamata,” “Akan saya baca nanti,” atau “Saya tidak ada waktu untuk membacanya sekarang. Bisakah saya bawa pulang?”
  5. Membawa teman atau keluarga untuk menemani
  6. Tidak datang periksa di waktu yang dijanjikan atau datang terlambat
  7. Tidak memberi pertanyaan untuk klarifikasi
  8. Sulit mengikuti instruksi
  9. Mengangguk setuju, tetapi tidak mengerti informasi yang diberikan Strategi konseling mengenai instruksi penggunaan obat

Strategi konseling mengenai instruksi penggunaan obat 

Sebuah survey menunjukkan bahwa hanya 7% apoteker komunitas bisa mendeteksi pasien dengan keterbatasan khusus ini.

10 poin berikut memberikan saran bagaimana cara meningkatkan kemampuan konseling obat:
  1. Lakukan konseling
  2. Menciptakan suasana yang nyaman dan tidak mencekam
  3. Menggunakan Bahasa yang mudah dimengerti pasien
  4. Tunjukkan setiap obat yang akan digunakan pasien saat konseling
  5. Fokus pada satu hingga tiga poin penting dan sebutkan berulang-ulang
  6. Minta pasien mengulang instruksi
  7. Semangati pasien untuk menanyakan pertanyaan
  8. Gunakan gambar atau ilustrasi jadwal pengobatan
  9. Gunakan materi edukasi yang mudah dimengerti pasien
  10. Kajilah regimen lengkap penggunaan obat pasien dan membuat pengobatan menjadi salah satu aktivitas harian mereka
Keterbatasan khusus merupakan masalah berprevalensi tinggi yang seringkali tidak diperhatikan oleh tenaga kesehatan. Namun, kondisi ini masih menjadi prioritas pemerintah dan organisasi nasional. Peneliti masih mencaritahu bagaimana cara membuat pasien paham dan mengembangkan intervensi efektif. Secara umum, keterbatasan khusus merupakan konsep penting yang bisa digunakan untuk meningkatkan penggunaan obat yang benar. MIMS

Bacaan lain:
Penelitian menemukan 82% dokter meresepkan atau memberi terapi yang tidak perlu
Apakah dokter tidak bisa hidup seimbang?
Kesalahan medis: Kelalaian menyebabkan tercampurnya pasien
Aplikasi telepon genggam sebagai alat penelitian medis