Menggertakkan gigi pada anak remaja saat tidur bisa jadi mengindikasikan mereka mengalami perundungan di sekolah, kata penelitian terbaru.

Pada bruksisme saat tidur, orang-orang seringkali menggertakkan atau mengatupkan gigi dalam kondisi tertidur. Ini merupakan gangguan gerakan yang berhubungan dengan tidur dan bisa juga dipicu oleh gangguan tidur lain seperti mengorok dan periode berhenti.

Penelitian baru di Brazil yang dipublikasi dalam Journal of Oral Rehabilitation menyatakan bahwa buksisme tidur bisa menjadi tanda perundungan verbal, menurut peneliti dari Universitas Padova, Italia dan Universidade Federal de Minas Gerais dan Universidade Federal de Goias, Brazil.

Penelitian dilakukan pada 103 anak muda - berusia 13 hingga 15 tahun - dari kelompok kasus dan 206 anak muda dengan usia sama dalam kelompok kontrol.

Kelompok kasus memiliki kemungkinan bruksisme tidur (berdasarkan laporan sendiri atau dari orangtua), sedangkan kelompok kontrol menunjukkan (kemungkinan) tidak ada buksisme tidur.

Kelompok ini menyelesaikan kuesioner sesuai dengan Penelitian Fakultas Kesehatan Nasional (PenSe), yang mempertanyakan mereka mengenai keterlibatan dalam perundungan verbal di sekolah.

Partisipan juga dievaluasi berdasarkan kelas ekonomi mereka menggunakan kriteria yang diambil dari Perusahaan Asosiasi Peneliti Brazil.

Ditemukan bahwa hampir setengah partisipan terlibat dan perundungan verbal di sekolah atau 43,3%, dan mayoritas merupakan anak laki-laki dengan angka 90,3%.

"Anak muda dengan kemungkinan bruksisme cenderung mengalami perundungan verbal berulang di sekolah," tulis peneliti. Mereka juga menambahkan bahwa kesimpulan ini diambil dari hasil penelitian mereka, "bisa dinyatakan bahwa kemungkinan bruksisme pada anak remaja berhubungan dengan riwayat perundungan verbal berulang di sekolah," menurut laporan.

Bruksisme, menurut Pelayanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), berhubungan dengan stres dan rasa gelisah.

Banyak orang tidak menyadari kebiasaan bruksisme saat tidur, tetapi sebenarnya ada gejala yang bisa dirasakan seperti nyeri pada wajah, sakit kepala, sakit telinga, kekakuan pada sendi rahang, tidur yang terganggu, dan gigi yang rusak atau terkikis.

Pasien yang berbicara saat tidur, bersikap kasar saat tidur, mengalami paralisis tidur dan mengalami halusinasi, cenderung menggertakkan gigi mereka saat tidur. MIMS

Bacaan lain:
Kopi, tidur atau keduanya?
Teori dibalik aktivitas menguap
Apa sebenarnya arti mimpi?

Sumber:
http://www.bbc.com/news/health-40593028
http://onlinelibrary.wiley.com/wol1/doi/10.1111/joor.12496/abstract
http://www.nhs.uk/conditions/teeth-grinding/Pages/Introduction.aspx