Cepatnya kemajuan dalam teknologi medis telah mengarahkan ke berbagai alat monitoring kesehatan di rumah. Termasuk monitor yang membantu pasien mengukur kecepatan jantung, tekanan darah, pernapasan, aktivitas fisik dan lain sebagainya.

Alat ini berfungsi untuk memberikan kesempatan bagi pasien untuk memonitor status kesehatan mereka di ruman, menurunkan biaya perawatan dan juga meningkatkan kualitas hidup.

Selain itu, masalah juga bisa muncul karena kurangnya pelatihan, masalah dengan peralatan dan faktor eksternal lain. Di bawah kondisi ini, pemanfaatan alat bisa menjadi beberapa masalah termasuk dalam hal efikasi, keamanan dan privasi pengguna.

Kurangnya efikasi penggunaan alat

Salah satu masalah dalam penggunaan alat monitoring di rumah dan alat kesehatan lain adalah validitas pengukuran dan data. Peneliti dari Rumah Sakit Ketiga Universitas Peking, Beijing meneliti reliabilitas beberapa alat yang banyak digunakan untuk monitoring aktivitas fisik.

Penelitian menemukan bahwa meskipun alat ini bisa dipercaya untuk mengukur jumlah langkah dan jarak yang ditempuh seseorang, namun pengukuran harian dengan alat berbeda juga sangat berbeda. Peneliti menyimpulkan bahwa tidak ada konsistensi dalam pengukuran durasi aktivitas, pengeluaran energi, dan kualitas tidur.

Penelitian tahun 2010 juga menunjukkan bahwa sistem yang digunakan untuk monitoring gerakan pada pasien dengan kondisi kronik, dan juga sebagai bukti aplikasi klinis alat demikian, perlu melalui proses pengembangan lagi.

Penelitian lain juga dilakukan pada pasien gagal jantung yang tidak mengetahui telemonitoring. Michael k. Ong dari Departemen Kedokteran di Universitas California bersama dengan beberapa peneliti lain menemukan bahwa belum jelas apakah bentuk monitoring ini bisa memberikan manfaat signifikan setelah rawat inap.

Lebih spesifik lagi, hasil penelitian yang dipublikasi tahun lalu menunjukkan bahwa rawat inap tidak menurun dengan adanya intervensi ini.

Penggunaan yang tidak baik bisa jadi membahayakan

Masalah lain yang berhubungan dengan penggunaan alat monitoring di rumah adalah kurangnya pelatihan untuk menggunakan alat demikian, sehingga bisa menyebabkan kesalahan teknis, yang juga bisa membahayakan lingkungan dan keamanan.

Jeffrey Shuren, Direktur Alat dan Kesehatan Radiologis US Food and Drug Administration (FDA), mengatakan bahwa menggunakan alat medis kompleks di rumah bisa menjadi tantangan tersendiri, misalnyai perawat tidak terlatih, instruksi produk tidak lengkap atau terlalu teknis, atau lingkungan rumah yang tidak mendukung.

Faktor ini bisa memengaruhi fungsi produk. Faktanya, US FDA telah menerima sekitar 20.000 laporan efek simpang akibat penggunaan alat medis di rumah sejak 1997.

Ilustrasi potensi bahay lain dari alat kesehatan di rumah, ditulis dalam artikel yang dipublikasikan pada 2009 dan menarik perhatian publik mengenai risiko hiburan palsu dan kemungkinan terapi yang tertunda, terutama pada wanita yang menggunakan monitor jantung fetal di rumah.

Monitor jantung fetal di rumah banyak sekali diiklankan, dan saat sang ibu mungkin melihatnya sebagai sesuatu yang menyenangkan, namun orangtua tidak boleh menggunakan alat ini sebagai pengganti saran dan konsultasi medis.

Penggunaan alat bisa membahayakan privasi data

Banyak alat diintegrasikan ke Big Data, yang bisa jadi membahayakan privasi data pengguna. Data yang dikumpulkan oleh biosensor adalah detak jantung, suhu tubuh, aktivitas fisik, dan yang lainnya, serta bisa jadi dikumpulkan bersamaan dengan informasi personal pengguna dari sumber lain, tenaga kesehatan dan perusahaan farmasetika.

Hal ini kemudian bisa memicu praktek medis yang tidak diinginkan, seperti diskriminasi profil dan praktek pemasaran dengan manipulasi. Selain itu, ada juga kemungkinan penyebaran data, saat peretas bisa mengakses informasi medis dan kesehatan dari berbagai institusi.

Sehingga bisa disimpulkan bahwa kesadaran publik harus ditingkatkan mengenai penggunaan alat monitoring kesehatan di rumah. Hal ini juga bisa jadi bermanfaat untuk membentuk pola regulasi efektif mengenai penggunaan dan pengembangan alat ini di masa depan.

Tanpa perlu dipungkiri, komunikasi teratur antara pasien dan tenaga kesehatan harus tetap diperhatankan meskipun menggunakan alat tersebut. Sebelum menyarankan menggunakan alat monitoring di rumah ke pasien, tenaga kesehatan harus memperhatikan kemungkinan digunakannya alat tersebut dan tujuan yang jelas, sehingga mereka bisa mengumpulkan cukup informasi dan mencapai outcome yang diinginkan. MIMS

Bacaan lain:
Rokok sehat, mungkinkah?
Perawat, berikut tips menjadi lebih tegas saat bekerja
Tempat wisata medis terbaik di seluruh dunia
Operasi robot pertama untuk membuang penyebaran kanker ginjal di jantung


Sumber:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/28270382
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3230979/
http://jamanetwork.com/journals/jamainternalmedicine/fullarticle/2488923
https://www.asme.org/engineering-topics/articles/uncertainty-analysis/reducing-the-hazards-of-home-health-care
https://well.blogs.nytimes.com/2009/11/06/the-risk-of-home-fetal-heart-monitors/?_r=0
https://www.democraticmedia.org/sites/default/files/field/public/2016/aucdd_wearablesreport_final121516.pdf