Ada banyak perdebatan antar para dokter mengenai penggunaan obat alternatif atau komplementer. Banyak orang percaya bahwa obat alternatif harus disamakan dengan terapi medis, tetapi banyak juga yang menolak karena belum jelasnya efek obat alternatif.

Obat tradisional dibentuk berdasarkan fakta penelitian dan percobaan klinis. Sebaliknya, obat alternatif tidak perlu melalui penelitian saintifik dan kebanyakan dibuat berdasarkan testinomi yang tidak berdasarkan bukti penelitian. Meskipun penggunaan obat alternatif memang berguna di beberapa daerah, tetapi potensi dan efektivitasnya masih belum terbukti.

Konsumsi obat alternatif

Tidak cukupnya penelitian pada obat alternatif mengartikan bahwa obat alternatif belum tentu aman untuk konsumsi pasien. Pada pengobatan tradisional, setiap obat sudah melalui penelitian ekstensif, sehingga kita mengetahui dosis maksimum setiap obat dan bisa membuat preparasi untuk melawan atau menghindari efek samping yang mungkin muncul.

Meskipun demikian, penggunaan obat alternatif belum melewati penelitian mendalam. Dengan demikian, efek samping bisa muncul dan bahkan mengganggu terapi yang sudah ada sekarang.

Kesalahan konsep yang ada dipublik sekarang ini adalah apapun yang disebut 'alami' dianggap lebih aman dan sehat. Sebaliknya, yang penting adalah mengetahui dosis aman setiap substansi atau produk, yang hingga sekarang masih belum diketahui pada obat alternatif.

Prinsip Primum non nocere (pertama, jangan menyakiti) harus diaplikasikan dalam semua praktek medis, baik itu pada pengobatan alopati, tradisional, komplementer atau alternatif. Misalnya, sianida, yang bisa ditemukan pada pohon aprikot dan plum, termasuk produk 'alami', tetapi juga bisa menyebabkan keracunan sianida, yang kemudian menyebabkan efek sangat buruk.

Obat alternatif dan bukti empiris

Banyak peneliti tertarik pada obat alternatif sebagai terapi tambahan dari terapi modern. Dengan demikian, banyak peneliti mencoba mengimplementasikan obat alternatif dalam penelitian dan praktek klinis. Misalnya, madu, yang digunakan dalam apiterapi sudah terbukti memiliki efek antibakteri, antivirus, antiinflamasi dan antioksidan.

Akupuntur merupakan salah satu obat tradisional Cina tertua juga telah terbukti bisa memberi efek pada nyeri pinggang dan bisa digunakan sebagai bantuan pengobatan tradisional. Meskipun demikian, banyak penelitian dan kajian klinis melaporkan hasil berlawanan mengenai manfaat lainnya.

Meskipun banyak yang ingin memasukkan obat alternatif atau komplementer ke sistem kesehatan, namun jenis praktek ini masih belum didukung penuh oleh bukti konkret. Dengan demikian, penelitian ekstensif harus tetap dilakukan sebelum menyatakan bahwa terapi ini merupakan bentuk terapi yang aman.

Obat tradisional tidak cocok dijadikan obat alternatif. Kita harus mengetahui batasnya, risiko dan indikasi obat tersebut, sesuai dengan kriteria 'penelitian klinis'. MIMS

Bacaan lain:
Susu kecoa - Makanan sehat terbaru
Kunyit: Fakta dibalik 'superfood'
7 makanan probiotik untuk usus sehat
Alternatif terapi luka bakar: Kulit ikan Tilapia


Sumber:
http://www.kevinmd.com/blog/2011/03/alternative-medicine-problems-patients.html
https://psychcentral.com/blog/archives/2011/01/03/testimonials-arent-real-evidence/
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2935644/
http://www.ibuzzle.com/articles/history-of-alternative-medicine.html
http://apps.who.int/medicinedocs/en/d/Jh2943e/3.html
http://apps.who.int/medicinedocs/en/d/Jh2943e/9.9.html
https://www.researchgate.net/profile/Stefan_Bogdanov/publication/304011789_Honey_as_Nutrient_and_Functional_Food/links/5762bf2b08ae0eda6431100e.pdf
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/PMH0025764/

http://bmccomplementalternmed.biomedcentral.com/articles/10.1186/1472-6882-7-17