Konsep placebo merupakan hal penting dalam dunia pengobatan modern. Placebo membantu membedakan efek "sebenarnya" dari intervensi medis, biasanya terapi farmakologi, dari bias psikologis yang kemungkinan ada di dalam pikiran pasien ketika menerima terapi. Namun, biasanya kita menemukan bahwa ini hanya konsep saja karena terkadang placebo juga memberikan efek - mari simak mengapa hal ini bisa terjadi.

Efek placebo dapat menyembuhkan

Tradisionalnya, efek placebo merupakan sensasi palsu, atau alternatifnya, deteriorasi fisik yang muncul akibat substansi inert yang dikonstitusi dari pil placebo. Namun, konsep ini muncul dari pandangan sederhana dari pola pikir manusia yang kompleks, sehingga konsep ini belum tentu akurat.

Profesor Ted Kaptchuk dari Fakultas Kedokteran Harvard telah memberikan penjelasan komprehensif mengenai efek placebo ini - ia menggarisbawahi dalam tulisannya bahwa efek placebo merupakan rasa "sembuh" yang dirasakan pasien karena "partisipasinya dalam manajemen terapeutik, melalui kebiasaan, simbol, dan interaksi."1

Dalam praktek klinis, penting bagi tenaga kesehatan untuk menyadari efek placebo. Banyak pasien akan mengatakan kondisinya membaik meskipun pemeriksaan objektif lain (seperti hasil tes laboratorium) mengatakan sebaliknya. Banyak dari efek placebo ini mengganggu manifestasi gejala penyakit namun tidak memengaruhi kondisi patofisiologisnya.

Efek dihasilkan melalui jalur kompleks neurobiologi

Biasanya, efek placebo dihasilkan melalui jalur neurobiologi yang kompleks. Dalam tulisannya Profesor Kaptchuk menjelaskan bahwa aktivasi bagian spesifik tertentu di otak melalui neurotransmiter seperti endorfin, kanabioid, dopamin dapat menciptakan rasa sehat pada pasien. Kemudian, penelitian terbaru mengenai efek placebo menunjukkan adanya fenomena biopsikososial yang mendukung kredibilitas efek placebo.1

Ada banyak contoh efek placebo. Untuk orang yang menderita reaksi alergi musiman (misalnya alergi serbuk bunga), gambar polen yang mempresipitasi reaksi alergi. Hal serupa, jika pasien diberitahu untuk melakukan kontak dengan stimulannya, tekanan darah dan kecepatan jantung mereka akan meningkat meskipun ia menggunakan pil placebo. Ada hubungan penting antara apa yang diharapkan pasien dari terapi dan pengalaman psikologis yang sebenarnya.

Efek nocebo

Efek placebo tidak terbatas hanya pada reaksi positif, tetapi juga meliputi reaksi simpang. Kondisi ini disebut juga sebagai efek nocebo, yang menandakan kondisi ketika pasien menderita gejala penyakit atau meningkatkan keparahan efek samping setelah menggunakan pil placebo. Contoh efek nocebo adalah meningkatkan rasa nyeri yang muncul dari ekspektasi sensasi demikian, atau meningkatkan kesadaran ketidaknyamanan.1,2

Meskipun banyak yang mengaggap efek placebo hanya sebagai respon psikologis terhadap terapi saja, namun kemajuan penelitian placebo telah membuktikan kemungkinan baru untuk memanfaatkan terapi ini. Pada tahap sekarang, peneliti masih tidak memahami fenomena tersebut. Spesifiknya, ini meliputi kapan dan bagaimana efek placebo dapat muncul dan bagaimana memanfaatkan respon placebo untuk meningkatkan kualitas terapi.

Adaptasi ke kondisi unik

Efek placebo menjadi elemen pengontrol penelitian klinis tetapi jarang dieksplor untuk efisiensi terapeutik. Namun, pertanyaan etikal mengenai placebo dalam pengaturan penelitian dan praktek klinis tertentu banyak menjadi perdebatan sengit di antara para ahli, tetapi tidak disimpulkan dengan baik.3,4 Penting bagi kita untuk menyadari belum ada solusi untuk masalah ini, tetapi kita perlu beradaptasi atau mengikuti setiap kondisi unik yang disebabkan efek placebo demi mencapai terapi yang lebih baik. MIMS

Bacaan lain:
Ketika placebo bukan lagi placebo
4 kesalahan komunikasi yang harus dihindari dalam praktek medis
Rasa takut kehilangan pada dokter
Resep hijau: Dokter meresepkan perubahan gaya hidup


Sumber: 
1. Kaptchuk TJ, Miller FG. Placebo Effects in Medicine. N Engl J Med. 2015 Jul 2;373(1):8–9. 
2. American Cancer Society. Placebo Effect [Internet]. Cancer.org. 2015 [cited 2016 Nov 21]. Available from: http://www.cancer.org/treatment/treatmentsandsideeffects/treatmenttypes/placebo-effect
3. Stang A, Hense H-W, Jöckel K-H, Turner EH, Tramèr MR. Is It Always Unethical to Use a Placebo in a Clinical Trial? PLoS Med. 2005 Mar 29;2(3):e72. 
4. Lichtenberg P. The ethics of the placebo in clinical practice. J Med Ethics. 2004 Dec 1;30(6):551–4.