Sejak lama, laporan penelitian ditulis menggunakan bahasa tingkat tinggi dan kompleks. Sulit bagi orang-orang umum untuk memahami arti di balik artikel tersebut. Selain itu, banyak laporan dan artikel ilmiah yang berhubungan dengan kesehatan, juga, menggunakan istilah medis (yang berat).

Istilah medis merupakan bahasa yang sudah ketinggalan zaman

Baru-baru ini, ditemukan bahwa  istilah kuno yang digunakan dokter radiologi terlalu membingungkan bagi pasien, yang mengakses laporan riwayat kesehatan mereka dalam portal sistem kesehatan.

Untuk mencegah kesalah pahaman dan kepanikan yang tidak perlu, tenaga kesehatan harus benar-benar memperhatikan penggunaan istilah medis. Dengan demikian, cara penjelasan yang lebih 'terstandarisasi' diperlukan bagi semua yang terlibat, seberapa jauh cakupan laporan (artikel) medis.

Bahkan dokter radiologi tampak setuju bahwa ini merupakan suatu langkah yang baik. Dr Jennifer Kemp, seorang dokter radiologi diagnostik, ikut mendukung langkah ini, meskipun ia menyadari akan sulit untuk mengubah suatu kebiasaan yang ada – perlu berpikir dua kali sebelum berbicara.

Dr Kemp memiliki suatu pengalaman, dimana saat suaminya menjadi pasien kanker dan merasa kesulitan memahami istilah medis dalam laporannya. Meskipun tidak terjadi pada Dr Kemp sendiri, namun ia menyadari bahwa sesuatu perlu dilakukan untuk mempermudah pasien.

Mengingat insiden ini, Dr Kemp mengatakan, "Saya sangat terkejut mengetahui bahwa istilah yang sudah sangat umum bagi saya merupakan hal yang membingungkan bagi suami saya." Saat Dr Kemp berusaha menjelaskan hal tersebut kepada suaminya, ia hanya membuatnya menjadi semakin bingung.

Modernisasi interpretasi konten saintifik

Dr Kemp mengenang saat ia belajar ilmu radiologi 18 tahun lalu; dan tidak pernah menggunakan frase atau istilah yang digunakan. Saat itu, katanya, ide mengubah istilah medis bagi para dokter radiologi tampak tidak masuk akal.

Setuju dengan pendapat tersebut, Dr Andrew J. Gunn, dari Universitas Alabama Birmingham, menyebutkan bagaimana beberapa dokter radiologi juga terkadang tidak memahami arti di balik istilah yang mereka gunakan sendiri.

Dr Gunn merupakan salah satu akademisi senior dan di tahun 2016, ia melakukan suatu penelitian pada pemahaman dokter mengenai 10 istilah "termodifikasi" dalam laporan radiologi. Dr Gunn menjelaskan bahwa beberapa istilah yang digunakan dalam laporan radiologi secara umum sudah dipahami oleh semua dokter radiologi.

Meskipun, hal ini tidak mengubah fakta bahwa ada celah besar antara apa yang dikatakan dokter radiologi dan apa yang dipahami pasien. Ia menambahkan bahwa (kemungkinan) inilah penyebab terjadi peningkatakn risiko kesalahan dan kebingungan, baik pada dokter dan pasien.

Dr Gunn menyadari bahwa pasien merasa bahasa yang digunakan dalam laporan radiologinya terlalu berat atau membingungkan. Ia menambahkan bahwa laporan pemeriksaan seharusnya sederhana, jelas, dan mudah dimengerti – untuk menghindari kondisi saat pasien datang ke kantor dokter dengan berlinang air mata "karena mereka salah memahami istilah medis tersebut."

Di bulan Juni 2015. Dr Jenny Hoang, seorang dokter neurologi di Universitas Duka di Durham, Carolina Utara, mengatakan, "Laporan pemeriksaan radiologi harus jelas, tidak ambigu, dan berdasarkan fakta. Istilah medis sebaiknya hanya digunakan jika diperlukan. Istilah yang sulit sebaiknya jangan digunakan."

Eliminasi istilah yang menyulitkan

Peneliti juga menyadari adanya kebiasaan pada penulisan laporan, yaitu kekurangan Bahan X. Bahan X merupakan apa yang hilang dalam konten saintifik, yang bisa diartikan sebagai: kreativitas dan kejelasan.

Laporan ini juga menjelaskan mengapa dan bagaimana peneliti diprogram untuk menulis seperti itu. Peneliti, bertanggung jawab pada laporan penelitian, dan  mempromosikan beberapa cara sehingga penulis laporan medis bisa menciptakan kontennya sendiri.

Menurut mereka, bahkan peneliti terkadang tidak tahu apa yang dijelaskan dalam laporan penelitian. Dengan demikian, jika peneliti saja kesulitan memahami konten laporan penelitian maka masuk akal, mengapa orang-orang pada umumnya juga kesulitan dalam memahami konten medis.

Peneliti ini menyatakan bahwa cara terbaik untuk menulis konten medis – yang jelas dan mudah dipahami semua orang – adalah dengan memikirkan pembacanya, siapa yang akan membaca tulisan mereka. Mereka setuju bahwa kemampuan menulis yang baik penting untuk memastikan bahwa tujuan tulisan tersampaikan.

Saran lain yang juga meliputi kemampuan menulis yang baik adalah meminta peneliti untuk lebih banyak membaca untuk lebih banyak menulis – dengan kualitas lebih baik. Tulisan yang baik harus diberikan penghargaan dan mereka yang menulis harus merasa (menghargai) pentingnya kemampuan menulis yang baik.

Selagi menunggu perubahan di kalangan peneliti dan dokter radiologi, alat online baru, De-Jargonizer, tersedia secara gratis untuk membantu orang-orang memahami dan mengidentifikasi istilah medis yang digunakan dalam laporan medis.

Dikenal sebagai pencetus Ayelet Baram-Tsabari, seorang profesor asosiasi di Institut Teknologi Technion-Israel, De-Jargonizer diciptakan untuk membantu peneliti berkomunikasi dengan lebih baik, dan lebih jelas dengan orang lain di luar ranah mereka. Karena ia sudah pernah bekerja sebagai seorang jurnalis sains sebelumnya, ia paham pola penulisan para peneliti, yang mendorongnya menciptakan alat ini untuk membantu peneliti dan pembaca. MIMS

Bacaan lain:
Tenaga kesehatan: Membuat kesalahan dan mencari masukan
Cara menghindari kesalahan meracik obat
4 kesalahan komunikasi yang harus dihindari dalam praktek medis

Sumber:
http://www.medscape.com/viewarticle/883684
http://www.fiercehealthcare.com/practices/radiologists-trying-to-clean-up-jargon-clouds-reports
https://theconversation.com/bored-reading-science-lets-change-how-scientists-write-81688
https://singularityhub.com/2017/08/14/this-online-tool-strips-the-jargon-out-of-science-writing/